Selasa, 28 Februari 2012

Sabtu, 25 Februari 2012

Aznil Haji Nawawi: PENGUMUMAN

Aznil Haji Nawawi: PENGUMUMAN: Ramai yang tanya kenapa #paknil dah tak update blog ni, sebenarnya #paknil bizi dgn micro blogging ie via twitter. jadi sesiapa yang singgah...

sakit dan sedap

SAUJANA HIKMAH: facebook - noda & dosa

SAUJANA HIKMAH: facebook - noda & dosa

sakit dan sedap

SAUJANA HIKMAH: facebook - noda & dosa

SAUJANA HIKMAH: facebook - noda & dosa

sakit dan sedap

Jumaat, 24 Februari 2012

Aku Rindu pada mu...SETIAP PENGUNJUNG BOLEH MENGCOPY ATAU MENYEBARKAN TULIS DALAM WEBSITE INI DENGAN TETAP MENJAGA AMANAH (ILMU BERMANFAAT) AGAR MENCANTUMKAN SUMBERNYA. TERIMA KASIH “Sesungguhnya rumah yang mula-mula di bangun untuk tempat beribadat manusia ialah Baitullah yang di Makkah yang di-berkahi” al- Imran, ayat 96. Ka’bah adalah bangunan suci Muslimin yang terletak di kota Mekkah di dalam Masjidil Haram. ia merupakan bangunan yang dijadikan patokan arah kiblat atau arah sholat bagi umat Islam di seluruh dunia. Selain itu, merupakan bangunan yang wajib dikunjungi atau diziarahi pada saat musim haji dan umrah. Ka’bah berbentuk bangunan kubus yang berukuran 12 x 10 x 15 meter (Lihat foto berangka Ka’bah). Ka’bah disebut juga dengan nama Baitallah atau Baitul Atiq (rumah tua) yang dibangun dan dipugar pada masa Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail setelah Nabi Ismail berada di Mekkah atas perintah Allah. Kalau kita membaca Al-Qur’an surah Ibrahim ayat 37 yang berbunyi “Ya Tuhan kami, sesungguhnya aku telah menempatkan sebahagian keturunanku di lembah yang tidak mempunyai tanam-tanaman di dekat rumah Engkau (Baitullah) yang dihormati, ya Tuhan kami (yang demikian itu) agar mereka mendirikan shalat, maka jadikanlah hati sebagian manusia cenderung kepada mereka dan beri rezkilah mereka dari buah-buahan, mudah-mudahan mereka bersyukur”, kalau kita membaca ayat di atas, kita bisa mengetahui bawah Ka’bah telah ada sewaktu Nabi Ibrahim as menempatkan istrinya Hajar dan bayi Ismail di lokasi tersebut. Jadi Ka’bah telah ada sebelum Nabi Ibrahim menginjakan kakinya di Makkah. Pada masa Nabi saw berusia 30 tahun, pada saat itu beliau belum diangkat menjadi rasul, bangunan ini direnovasi kembali akibat bajir yang melanda kota Mekkah pada saat itu. Sempat terjadi perselisihan antar kepala suku atau kabilah ketika hendak meletakkan kembali Hajar Aswad namun berkat hikmah Rasulallah perselisihan itu berhasil diselesaikan tanpa kekerasan, tanpa pertumpahan darah dan tanpa ada pihak yang dirugikan. Pada zaman Jahiliyyah sebelum diangkatnya Rasulallah saw menjadi Nabi sampai kepindahannya ke kota Madinah, ka’bah penuh dikelilingi dengan patung patung yang merupakan Tuhan bangsa Arab padahal Nabi Ibrahim as yang merupakan nenek moyang bangsa Arab mengajarkan tidak boleh mempersekutukan Allah, tidak boleh menyembah Tuhan selain Allah yang Tunggal, tidak ada yang menyerupaiNya dan tidak beranak dan diperanakkan. Setelah pembebasan kota Makkah, Ka’bah akhirnya dibersihkan dari patung patung tanpa kekerasan dan tanpa pertumpahan darah. Selanjutnya bangunan ini diurus dan dipelihara oleh Bani Sya’ibah sebagai pemegang kunci ka’bah (lihat foto kunci ka’bah) dan administrasi serta pelayanan haji diatur oleh pemerintahan baik pemerintahan khalifah Abu Bakar, Umar bin Khattab, Utsman bin Affan, Ali bin Abi Thalib, Muawwiyah bin Abu Sufyan, Dinasti Ummayyah, Dinasti Abbasiyyah, Dinasti Usmaniyah Turki, sampai saat ini yakni pemerintah kerajaan Arab Saudi yang bertindak sebagai pelayan dua kota suci, Mekkah dan Madinah. konci kabah Konci Ka’bah berada di museum Istambul Pada zaman Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail as pondasi bangunan Ka’bah terdiri atas dua pintu dan letak pintunya terletak diatas tanah, tidak seperti sekarang yang pintunya terletak agak tinggi. Namun ketika Renovasi Ka’bah akibat bencana banjir pada saat Rasulallah saw berusia 30 tahun dan sebelum diangkat menjadi rasul, karena merenovasi ka’bah sebagai bangunan suci harus menggunakan harta yang halal dan bersih, sehingga pada saat itu terjadi kekurangan biaya. Maka bangunan ka’bah dibuat hanya satu pintu serta ada bagian ka’bah yang tidak dimasukkan ke dalam bangunan ka’bah yang dinamakan Hijir Ismail (lihat foto) yang diberi tanda setengah lingkaran pada salah satu sisi ka’bah. Saat itu pintunya dibuat tinggi letaknya agar hanya pemuka suku Quraisy yang bisa memasukinya. Karena suku Quraisy merupakan suku atau kabilah yang sangat dimuliakan oleh bangsa Arab. Karena agama islam masih baru dan baru saja dikenal, maka Nabi saw mengurungkan niatnya untuk merenovasi kembali ka’bah sehinggas ditulis dalam sebuah hadits perkataan beliau: “Andaikata kaumku bukan baru saja meninggalkan kekafiran, akan Aku turunkan pintu ka’bah dan dibuat dua pintunya serta dimasukkan Hijir Ismail kedalam Ka’bah”, sebagaimana pondasi yang dibangun oleh Nabi Ibrahim”. Jadi kalau begitu Hijir Ismail termasuk bagian dari Ka’bah. Makanya dalam bertoaf kita diharuskan mengelilingi Ka’bah dan Hijir Ismail. Hijir Ismail adalah tempat dimana Nabi Ismail as lahir dan diletakan di pangkuan ibunya Hajar. Ketika masa Abdurahman bin Zubair memerintah daerah Hijaz, bangunan Ka’bah dibuat sebagaimana perkataan Nabi saw atas pondasi Nabi Ibrahim. Namun karena terjadi peperangan dengan Abdul Malik bin Marwan, penguasa daerah Syam, terjadi kebakaran pada Ka’bah akibat tembakan pelontar (Manjaniq) yang dimiliki pasukan Syam. Sehingga Abdul Malik bin Marwan yang kemudian menjadi khalifah, melakukan renovasi kembali Ka’bah berdasarkan bangunan hasil renovasi Rasulallah saw pada usia 30 tahun bukan berdasarkan pondasi yang dibangun Nabi Ibrahim as. Dalam sejarahnya Ka’bah beberapa kali mengalami kerusakan sebagai akibat dari peperangan dan umur bangunan. Ketika masa pemerintahan khalifah Harun Al Rasyid pada masa kekhalifahan Abbasiyyah, khalifah berencana untuk merenovasi kembali ka’bah sesuai dengan pondasi Nabi Ibrahim dan yang diinginkan Nabi saw. namun segera dicegah oleh salah seorang ulama terkemuka yakni Imam Malik karena dikhawatirkan nanti bangunan suci itu dijadikan masalah khilafiyah oleh penguasa sesudah beliau dan bisa mengakibatkan bongkar pasang Ka’bah. Maka sampai sekarang ini bangunan Ka’bah tetap sesuai dengan renovasi khalifah Abdul Malik bin Marwan sampai sekarang Hajar Aswad merupakan batu yang dalam agama Islam dipercaya berasal dari surga. Yang pertama kali meletakkan Hajar Aswad adalah Nabi Ibrahim as. Dahulu kala batu ini memiliki sinar yang terang dan dapat menerangi seluruh jazirah Arab. Namun semakin lama sinarnya semangkin meredup dan hingga akhirnya sekarang berwarna hitam. Batu ini memiliki aroma wangi yang unik dan ini merupakan wangi alami yang dimilikinya semenjak awal keberadaannya. Dan pada saat ini batu Hajar Aswad tersebut ditaruh di sisi luar Ka’bah sehingga mudah bagi seseorang untuk menciumnya. Adapun mencium Hajar Aswad merupakan sunah Nabi saw. Karena beliau selalu menciumnya setiap saat bertoaf. Dan sunah ini diikuti para sahabat beliau dan Muslimin. Pada awal tahun gajah, Abrahan Alasyram penguasa Yaman yang berasal dari Habsyah atau Ethiopia, membangun gereja besar di Sana’a dan bertujuan untuk menghancurkan Ka’bah, memindahkan Hajar Asswad ke Sana’a agar mengikat bangsa Arab untuk melakukan Haji ke Sana’a. Abrahah kemudian mengeluarkan perintah ekspedisi penyerangan terhadap Mekkah, dipimpin olehnya dengan pasukan gajah untuk menghancurkan Ka’bah. Beberapa suku Arab menghadang pasukan Abrahah, tetapi pasukan gajah tidak dapat dikalahkan. Begitu mereka berada di dekat Mekkah, Abrahah mengirim utusan yang mengatakan kepada penduduk kota Mekkah bahwa mereka tidak akan bertempur dengan mereka jika mereka tidak menghalangi penghancuran Ka’bah. Abdul Muthalib, kepala suku Quraisyi, mengatakan bahwa ia akan mempertahankan hak-hak miliknya, tetapi Allah akan mempertahankan rumah-Nya, Ka’bah, dan ia mundur ke luar kota dengan penduduk Mekkah lainnya. Hari berikutnya, ketika Abrahah bersiap untuk masuk ke dalam kota, terlihat burung-burung yang membawa batu-batu kecil dan melemparkannya ke pasukan Ethiopia; setiap orang yang terkena langsung terbunuh, mereka lari dengan panik dan Abrahah terbunuh dengan mengenaskan. Kejadian ini diabadikan Allah dalam surah Al-Fil Makam Ibrahim bukan kuburan Nabi Ibrahim sebagaimana banyak orang berpendapat. Makam Ibrahim merupakan bangunan kecil terletak di sebelah timur Ka’bah. Di dalam bangunan tersebut terdapat batu yang diturunkan oleh Allah dari surga bersama-sama dengan Hajar Aswad. Di atas batu itu Nabi Ibrahim berdiri di saat beliau membangun Ka’bah bersama sama puteranya Nabi Ismail. Dari zaman dahulu batu itu sangat terpelihara, dan sekarang ini sudah ditutup dengan kaca berbentuk kubbah kecil. Bekas kedua tapak kaki Nabi Ibrahim yang panjangnya 27 cm, lebarnya 14 cm dan dalamnya 10 cm masih nampak dan jelas dilihat orang. Multazam terletak antara Hajar Aswad dan pintu Ka’bah berjarak kurang lebih 2 meter. Dinamakan Multazam karena dilazimkan bagi setiap muslim untuk berdoa di tempat itu. Setiap doa dibacakan di tempat itu sangat diijabah atau dikabulkan. Maka disunahkan berdoa sambil menempelkan tangan, dada dan pipi ke Multazam sesuai dengan hadist Nabi saw yang diriwayatkan sunan Ibnu Majah dari Abdullah bin Amr bin Al-Ash. Terakhir, saya sangat berharap semoga artikel “Ka’bah” ini bisa membawa mangfaat, menyejukan hati dan menambah semangat kita dalam mengenal dan mencintai rumah Allah. Walallahua’lam
layak kah aku...AIR adalah makhluk yang tidak memupanyai rasa, warna dan bau. Lebih dari dua pertiga tubuh manusia mengandung air. Dan tiga perempat dari permukaan bumi diliputi dengan air.Ada sebagian mahluk yang bisa hidup tanpa hawa tapi tidak ada satu makhlukpun yang bisa hidup tanpa air. Semua benda akan jatuh kebawah karena daya tarik gravitasi bumi kecuali air, setelah menguap ia akan naik keatas dan berlawanan dengan gravitasi bumi. Manusia yang paham hidup mengatakan bahwa yang paling lezat bagi orang yang sedang kehausan adalah air. Rasa air baginya lebih lezat dan nikmat dari pada rasa madu atau susu. Bahkan nilai air lebih mahal dari jutaan rupiah, emas dan perak bagi orang yang akan mati kehausan. Pada saat itu air merupakan surga. Tetkala orang yang kehausan meminum air, ia merasakan tegukan yang masuk kedalam tenggorokanya telah membasahi semua urat-urat dan otot-otot tubuhnya. Setelah itu ia merasakan bahwa air telah membangkitan sel sel tubuhnya untuk bekerja kembali dengan semangat baru. Jelasnya, kita tidak akan mendapatkan dalam kamus bagaimana rasanya air. Bohong, kalau ada orang mengatakan air itu tidak mempunyai rasa. Sesungguhnya air itu mempunya rasa ajaib. Air mempunyai rasa kehidupan setelah kematian. Air mempunya rasa kebangkitan setelah kehancuran. Bahkan Air mempunya rasa kesembuhan setelah kesakitan. Maka tidak heran jika air merupakan dewa atau Tuhan yang disembah manusia dahulu kala. Dalam al-Quran air banyak sekali disebut, lebih dari 50 ayat tercantum di dalamnya kata air. Ini menunjukan betapa besarnya kelebihan dan keistimewaan yang diberikan Allah kepada makhluk yang bernama air. Dari salah satunya ialah: pertama-tama yang diciptakan sebelum alam semesta, langit, bumi, dan makhluk hidup, Allah terlebih dahulu meciptakan Arsy dan air. “Dia telah mencitakan langit dan bumi dalam enam hari, dan adalah Arsy Nya di atas air” Al-Huud Setelah diciptakan Adam dari tanah dan Hawa dari tulang rusuknya, Allah menciptakan anak cucunya dari setetes air yang terpancar keluar dari tulang sulbi yang jika ditimbang beratnya hanya beberapa gram. Didalam air itu terkandung jutaan mahluk hidup (sperma) yang jika seandainya semuanya, dengan seizin Allah menjadi manusia maka cukup dari setetes air itu bisa menjadi penduduk satu negara. Tapi dari kekusaaan Allah, yang jadi dari jutaan makhuk itu hanya satu yang paling unggul. Maka dari itu, Allah tidak segan-segan menyuruh hambanya untuk memikirkan keunggulan dan keistimewaan yang diberikan kepada makhuk Nya yang bernama air. “Maka terangkanlah kepadaku tentang air yang kamu minum”. Al-Waqiah 67 Zaman dulu, air merupakan sebagai sumber kehidupan yang sangat berharga dan mempunyai peran yang penting sekali. Di mana ada air disitu ada kehidupan. Tidak ada air berarti tidak ada kehidupan. Orang-orang badwi suka berpindah dari satu tempat ke tempat yang lain karena mencari air. Tak heran, kadang kadang terjadi peperangan besar antara dua kabilah hanya karena air. Menurut Fatul Bari (Bab: kitab Alanbiya’), bahwa Kabilah Jurhun yang hidup di Jaziraul Arab senang sekali berhijrah. Tapi setelah melihat ada tanda wujudnya air dikotaMakkah, mereka segera membuat perkampungan dan mendirikan kemah-kemah di sekitar air. Tentu yang pertama kali menemukan air itu adalah seorang wanita yang tak punya tempat bernaung, tak berdaya, namun penuh iman, ikhlas, dan ta’at, dangan harapan agar kelak menjadi symbol kepatuhan dimasa mendatang. Dialah siti Hajar yang melahirkan anaknya Ismail as dilembah yang tandus tak berair. Ia tinggalkan anaknya dan berusaha (sa’i) mencari air. Ternyata ia tidak memperoleh air. Air kehidupan yang penuh dengan kenikmatan, keberkahan dan kesembuhan itu justru muncrat deras dari pasir gersang yang dikorek-korek tumit si bayi. Subhanallah, dari pasir gersang itu keluarlah air. Mulai saat itu Makkah yang dulu merupakan kota tandus, gersang, tak ada pepohonan yang tumbuh, dan tak ada manusia yang hidup, berkat nabi Ismail as, datok nabi kita Muhammad saw, menjadi kota yang subur, makmur dan terlimpah didalamnya aneka ragam dari keberkahan Allah. Semua ini karena air Zamzam yang keluar deras dari kaki nabi Ismail. Maka, terjadilah setelah itu penghidupan di Makkah, kabilah Jurhum mulai berdatangan kesanauntuk menetap dan mendudukinya. Campur baur pun antara mereka dan keluarga nabi Ismalil tak bisa dielakan. Darisana, terbentuklah masyarakat baru dan keluarlah di kemudian hari, bangsa Quraisy dan bani Hasyim. Itulah sebahagian dari keunggulan dan keistimewaan air yang diciptakan Allah. Cerita tentang air yang menjadi sumber keberkahan dan kesembuhan, saya jadi teringat dengan air yang keluar menggerojok dari dalam tanah di lembah Fatimah atau yang lebih populer lagi disebut wadi Fatimah, yang letaknya tidak berjauhan darikotaMakkah. Nama wadi itu diambil, menurut kisahnya, dari nama Fatimah binti Rasulallah saw, yang katanya pernah singgah di wadi itu. Disana, ia sempat mandi dan berwudhu sewaktu ingin melakukan thowaf. Saya dan rombongan pernah mendatangi sumber mata air itu. Dan konon katanya memiliki rasa khas dan mempunyai kemampuan dapat menyembuhkna penyakti seperti ginjal, asma, gula dan rematik. Tempat ini sampai sekarang banyak diziarahi pengunjung terutama dari luar Saudi.

ustaz kazim - lagu2 untuk isteri tanda kasih



sakit dan sedap

Khamis, 23 Februari 2012

sakit dan sedapTips Memikat Hati Suami Anda Kembali!!! Semakin hari, peratusan penceraian pasangan yang berumah tangga semakin meningkat. Kadangkala, walaupun perkahwinan tersebut hasil daripada hubungan yang terbina sejak berbelas tahun dahulu, mereka tetap kecundang juga dengan perkahwinan yang hanya berusia beberapa hari atau bulan. Ada pula, hubungan sahaja yang bernama suami isteri. Tetapi, tempat tidur berasingan, si isteri masak untuk dirinya dan anak-anak sahaja manakala si suami makan di luar dan sebagainya. Apabila ditanya, mereka akan menjawab, semua ini berlaku kerana mereka berdua sudah tidak sefahaman lagi. Benarlah kata orang, alam percintaan dan perkahwinan sangat berbeza. Sepatutnya, para isteri perlu menyedari bahawa amatlah penting untuk seseorang isteri mengenali dan mengetahui segala perkara mengenai suami , memahami dan mengenalinya. Sifat semula jadi seorang lelaki iaitu ego, memerlukan kita mengalah dalam segala hal. Lebih-lebih lagi, sudah termaktub bahawa jaminan syurga anda ada padanya. Sebenarnya, tidak susah untuk menjaga hati seorang lelaki dan memastikan si dia setia dengan anda. Tidak banyak yang si dia inginkan dari anda. Cukuplah sekadar memahami apa yang mereka impikan dari seorang wanita. Malangnya, tidak ramai para isteri berjaya memahami si suami, gagal menawan hati si dia dan sebagainya. Ini adalah kerana anda tidak pernah mengetahui dan mengenali sikap dan perilaku seseorang lelaki. Tawan hati suami anda kembali dengan menggunakan perfume pheromone untuk menawan hati suami anda kembali.Saya yakin anda mahukan perkahwinan yang berkekalan buat selamanya. Tiada rujukan terbaik selain daripada maklumat yang saya berikan ini untuk kaum lelaki sendiri mengenal apa yang mereka impikan dari seorang wanita. Miliki perfume pheromone ini sekarang! Selepas ini, si dia akan berada di dalam dakapan anda kembali, merindukan belaian dan nafas anda dan anda adalah wanita terbaik di hati mereka. Timbul persoalan: Kenapa perlu memikat hati lelaki? Penting sangatkah untuk memikat lelaki nih? Pada hemat admin, ianya perlu, supaya lelaki senang dengan kita.. bukan bodek ya. Haha, sebagai contoh memikat adalah dengan pujian, admin pasti pembaca sendiri pun suka orang lain memuji diri. Ia menunjukkan keperihatinan dan penghargaan. Itu salah satu cara iaitu dengan PUJIAN. Selain itu terdapat banyak tips yang boleh anda pelajari mengenai cara memikat lelaki, terutamanya lelaki idaman. Tetapi ‘watch out’ sekiranya lelaki idaman anda itu egonya tinggi, banyak sikit la kena praktikkan cara memikat lelaki ego ini. Untuk memikat hati lelaki, anda perlu mengetahui dahulu mengenai peribadi lelaki tersebut. Bagaimana hendak tahu? Pembaca boleh cek melalui perwatakaan berdasarkan tarikh lahir lelaki itu, kemudian mudahlah untuk pembaca untuk praktikkan tips-tips pikat lelaki di bawah ini. Berikut admin senaraikan beberapa tips dan cara untuk memikat lelaki buat panduan pembaca: Hendaklah sentiasa tersenyum (bukan pura-pura senyum) dan jangan bersikap sombong ketika sedang berinteraksi dengan mereka. Anda haruslah pandai memasak kerana ia merupakan ciri-ciri utama kenapa lelaki mudah terpikat dengan anda. Terutamanya apabila anda pandai memasak makanan kesukaannya. Berpewatakan menarik yang mampu menarik minat mereka. Jujur, amanah dan sentiasa merendah diri. Terutama isteri kepada suami. Lakukan apa yang dia suka dan jangan lakukan apa yang dia tidak suka. Tetapi jangan lakukan perkara yang melampaui batas pergaulan lelaki dan perempuan. Sekadar anda mampu, sebab kadang-kadang lelaki ini suka juga menguji. Mempunyai bentuk badan yang menarik (terpulang kepada individu). Mempunyai tingkah laku yang baik dan lemah lembut. Ala-ala perempuan Melayu terakhir? Tak perlu sehingga tahap itu, cukup sekadar menjadi diri anda sendiri. Pandai dalam memainkan peranan sebagai seorang wanita ketika berada di samping lelaki. Jangan terlalu mengongkong. Ketika berinteraksi dengan mereka jangan lupa gunakan bahasa tubuh yang anda ketahui seperti mata dan tangan. Ini menunjukkan kesungguhan dan keselesaan anda ketika bersama mereka. Jaga cara pemakaian anda, seksi atau tidak terpulang kepada lelaki tersebut. (Khas untuk isteri dan suami) Sering memberikan kad ucapan buat si dia yang kamu minati untuk “plan” pertama memikat dirinya. Lelaki sukakan wanita yang suka berterus terang tanpa menyembunyikan sesuatu. Apabila berhadapan dengan lelaki yang kamu minati, renungi matanya dan tunjukkan sifat humor kamu. Ini adalah taktik untuk memberitahu si dia bahawa kamu boleh didekati tetapi bukan bererti kamu ini perempuan murahan dan mudah didekati. Jangan bersikap selalu jual mahal apabila berada bersama mereka. Bijak menyesuaikan diri dalam apa jua keadaan. Tidak mudah putus asa dan sentiasa berdiri di atas kaki sendiri tanpa meminta pertolongan dari orang lain. Jangan suka bercakap benda yang tidak berfaedah ketika bercakap dengan mereka. Jangan bandingkan “dia” dengan lelaki-lelaki yang pernah kamu kenali. Oh, ini lelaki yang ego tinggi cukup pantang. Hati-hati.. Menjadi temannya ketika dia susah dan senang. Ini akan membuatkan anda menjadi sumber kekuatannya. Lelaki suka kamu menjadi pendengar yang setia dan tidak suka wanita yang suka membangkang. Yang paling penting lelaki suka dimanjai dengan belaian dan kata-kata yang romantik. Bunyi derapan kasut ketika berjalan juga mampu menarik perhatian lelaki. Lelaki tidak suka jika kamu memakai mekap yang terlalu tebal. Mereka lebih menyukai wajah asli anda. Mengetahui bila hari lahirnya. Menghormati dirinya, keluarga dan teman-teman yang rapat dengannya. Bersikap matang dalam tutur-kata dan tingkah laku. Lelaki tidak suka wanita yang bersikap terlalu kebudak-budakan. Manja! Jangan terlalu “excited” ketika bertemu dan berbual dengannya. Contohnya berbual terlalu lama di telefon untuk perkenalan pertama. Jangan terlalu bersikap “kelakian” dan ganas dalam pergaulan. Jangan terlalu menunjukkan bahawa kamu ini terlalu baik dan “perfect”. Kerana menjadikan mereka sukar untuk mendekati anda. Jangan perasan bahawa kamu ini mempunyai paras rupa yang jelita. Sentiasa memegang prinsip sederhana dan tidak boros di dalam perbelanjaan. Bersikap keibuan adalah antara tips yang perlu kamu titik beratkan. Sentiasa bercakap lembut dengan mereka. Ketahuilah mereka ini adalah golongan yang terlalu sensitif dan suka akan kelembutan apatah lagi dari seorang gadis. Kenali siapa dirinya sebenarnya sebelum kamu memulakan langkah untuk memikat. Lelaki sukakan wanita yang suka menjaga kulit. Jangan biarkan wajah kamu dipenuhi jerawat batu! Aset penting bagi kamu untuk memikat lelaki adalah mata, punggung dan gaya langkah kamu yang kemas. Jangan bersikap terlalu kuno. Jadi kenalah tahu etika dan isu semasa. Bertanya khabar sekurang-kurangnya dua kali seminggu agar tali persahabatan kamu dengannya tidak putus begitu sahaja. Mungkin suatu hari nanti sikap kamu yang terlalu mengambil berat mampu menarik perhatiannya. Usia dan bentuk badan bukan menjadi ukuran yang penting tetapi kecerdikan, kejujuran dan tingkah laku yang bersopan-santun. Lelaki sukakan seorang wanita yang beriman dan beragama namun begitu kamu tidaklah perlu terlalu alim. Menunjukkan bahawa kamu bukanlah seorang gadis yang mudah dipermainkan. Jangan terlalu merengek dan mengada-ngada. Ini menjadikan mereka rimas bersama anda. Jangan tunjukkan kelemahan kamu ketika berada di samping lelaki yang kamu minati. Bersemangat! Lelaki sukakan wanita yang bijaksana dan matang serta mudah diajak berbincang. Berjaya di dalam apa jua bidang yang kamu ceburi. Tidak terlalu meminta dan jaga tata tertib kamu di meja makan. Jangan terlalu over nanti lelaki akan meluat pula dengan kamu! Bagaimana sekarang? Adakah anda bersedia untuk praktikkan tips-tips di atas.. sayang suami tak? ni antara cara nak tambah kasih sayang suami pada anda.. 1) masa suami sedang memandu, urut lah bahagian tengkuk suami dengan mesra supaya lega rasa suami yang penat memandu tu kan 2) kalau nak tidur, tidurlah laksana suami menjadi pakaian bagi isteri dan isteri menjadi pakaian bagi suami 3) makan pulak biarlah saling menyuapkan atau senang berkonsi pinggan 4) luangkan masa mandi bersama suami cam Rasulullah wat bersama Aisyah 5) salam dan peluk suami sebelum pergi kerja supaya kalian kekal terus dalam ingatan bersama sepanjang masa berpisah 6) tanya suami apa yang nak dia makan cam mintak order bukan terus jer masak apa yang kita suka. sekurang-kurangnya berilah dia pilihan 7) pujilah suami. jadikan budaya saling puji-memuji ni sebagai rutin harian bersama. jangan biar orang lain plak yg puji suami kita. ha, masa tu baru nak cemburu?payah nak kata lah kan.. 8) jadilah pendengar yang setia...bukan pembebel sepenuh masa.. 9) sentiasa wangikan diri..dan cantikkan diri. bukan kah fitrah manusia suka pada sesuatu yang cantik? tu antara olahan tips yang sempat saya ingat dari Ustaz Fauzi dalam ruangan Motivasi pagi dan ambil dari pembacaan dan pengalaman..huhu.. semoga kita semua berjaya memikat hati suami sentiasa... amin... POSTED BY MUJAHIDAH SOLEHAH AT 11:00 Untuk kelihatan seksi dihadapan suami, ia tidaklah sesukar yang wanita selalu fikirkan. Perkara seksi yang disukai suami bukan sahaja mengenai cara pemakaian yang seksi, barangan alat solek dan sebagainya, tetapi ia mempunyai faktor lain yang mampu untuk menarik perhatian mereka. Mungkin ada sesetengah wanita yang masih tidak sedar mengenai perkara ini. t5 akan menyenaraikan 13 perkara seksi yang disukai suami. Isteri yang menyikat atau mengusap rambut sebelum hendak tidur. Waktu isteri mengejutkan mereka pada waktu pagi. Isteri yang baru sahaja selesai mandi. Ketika rambut isteri mereka masih kelihatan basah. Suara isteri mereka apabila terjaga tidur pada waktu tengah malam. Disebabkan perkara ini ada sesetengah suami menyatakan mereka suka mengejutkan isteri mereka pada waktu tengah malam hanya untuk mendengar suara manja isteri mereka. Mengusap atau bermain dengan perut isteri mereka. Isteri yang memiliki ilmu pengetahuan yang luas. Isteri yang suka memusingkan hujung rambut mereka menggunakan jari. (ia termasuk juga tabiat-tabiat pelik yang lain seperti menggigit kuku, menyanyi didalam bilik mandi, atau sebagainya yang boleh membuatkan suami merasakan anda soerang yang comel) Isteri yang berkongsi minat dengan mereka walaupun sebenarnya isteri mereka tidak berminat mengenai sesuatu aktiviti itu. Hanya melibatkan diri untuk menemani suami mereka. Potongan rambut isteri yang memenuhi citarasa mereka. Cara isteri mereka yang tersendiri untuk menghadapi sesuatu situasi. Bau badan semulajadi isteri mereka. Layanan istimewa yang isteri mereka berikan. Anda sebagai seorang isteri pasti dapat merasai yang suami anda semakin lama semakin jauh dengan diri anda lebih-lebih lagi sekiranya suami anda seorang yang pendiam. Ini bukan masalah keluarga disebabkan masalah seksual. Ini merupakan cara atau teknik penyelesaian bagi masalah perhubungan suami isteri seharian. Jangan berlengah lagi. Lakukan sekarang! Anda tidak rugi 1 sen pun. Apa yang perlu ialah buangkan sifat ego yang ada dalam diri anda. Keegoan lelaki juga akan luntur sekiranya teknik ini anda amalkan. 1. Selalu berdoa agar suami sentiasa menyayangi kita. Apabila suami pulang dari kerja, tegur dan sentuh suami sebelum membuat kerja-kerja lain. 2. Tunjukkan keprihatinan dengan bertanya secara khusus mengenai aktiviti suami sepanjang hari, (jika suami dalam mood yang sesuai). Belajar dan berlatihlah untuk mendengar dengan baik dan bertanya dengan tepat. Jangan tergesa-gesa untuk menyelesai masalah suami. Apa yang lebih penting ialah memberi perhatian dan simpati. 3. Luangkan masa yang betul-betul “berkualiti” sekurang-kurangnya 30 minit setiap hari kepada suami. 4. Tanya keluarga suami terutama ibu mentua, mengenai hadiah yang disukai oleh suami dan belikan hadiah tersebut sebagai cenderahati atau untuk memujuk. 5. Sekali sekala cuba hidangkan resipi ibu mentua yang menjadi kegemaran suami. Beri pujian terhadap penampilan suami seperti rambut, wajah,pakaian dan sebagainya. 6. Cepat-cepat pujuk apabila suami marah atau berkecil hati. 7. Jangan biarkan suami menunggu terlalu lama terutama apabila bersiap. Ucapkan terima kasih kepada suami apabila dia memberitahu akan pulang lewat. Pesan kepada suami agar menelefon anda sekiranya suami mempunyai tugasan di luar. 8. Apabila suami meminta bantuan, buatlah serta merta dengan ikhlas dan gembira. Jangan mengungkit atau banyak memberi komen. 9. Ucapkan kata-kata sayang yang romantik pada suami sekurang-kurangnya 2 kali sehari. Jika kita marah, tunggu hingga sejuk. Bila sudah sejuk beritahu suami apa yang mengganggu fikiran secara sopan. Jangan sesekali salahkan suami. 10 Beri perhatian sepenuhnya kepada suami apabila dia bercakap. Kalau . boleh, hentikan apa jua pekerjaan yang sedang dilakukan. 11 Peluk suami dengan penuh kasih sayang sebanyak 7 kali sehari. 12 Telefon suami di tempat kerja hanya apabila ada perkara penting atau . kecemasan sahaja. Telefonlah dengan lebih kerap apabila suami menggalakkannya. Jangan ganggu suami ketika dia sedang asyik melakukan sesuatu yang memerlukan penelitian. 13 Apabila meminta bantuan suami, terangkan kepadanya dengan jelas . mengenai kerja-kerja rumah yang perlu bantuan. Beri pilihan kerja yang disukainya. Jangan memaksa, sebaliknya gunakan perkataan yang sesuai dan lemah lembut. 14 Sentiasalah kemas, anggun dan wangi sebelum tidur bersama.. 15 Beri layanan istimewa kepada suami di hari-hari istimewa seperti . keluar ‘dating’ atau ‘berbulan madu’ sekali sekala. 16 Hantar kad ucap selamat pada hari-hari istimewa. Belai dan urut . mengurut suami dari semasa ke semasa.

Rabu, 22 Februari 2012

sakit dan sedap PETUA-PETUA KAHWIN Bagaimana mengekalkan perhubungan bahagia? Apakah petuanya bagi suami untuk menambat hati isteri? Sentiasa berdoa agar disayangi. Apabila balik rumah, tegur dan sentuh isteri sebelum buat kerja lain. Tunjukkan keprihatinan dengan bertanya secara khusus mengenai kegiatan isteri sepanjang hari. Jadikan seorang pendengar yang baik kepada isteri .Jangan tergesa-gesa untuk menyelesai masalah isteri. Apa yang lebih penting adalah simpati. Berikan masa sekurang-kurangnya 30 minit perhatian yang berkualiti terhadap isteri. Berikan bunga, minyak wangi atau seumpamanya sebagai hadiah atau untuk memujuk ketika isteri sedang marah. Tolong masak atau ajak makan di luar sekali sekala. Beri pujian mengenai penampilan isteri (rambut, wajah, pakaian dan sebagainya). Pujuk apabila isteri marah atau kecil hati. Beri bantuan atau kerjasama setakat yang mampu. Luangkan masa yang lebih agar tidak mendesak isteri untuk lebih cepat bergerak atau bertindak. Jika lambat pulang, beritahu lebih awal atau telefon rumah. Sekiranya isteri minta bantuan, nyatakan boleh atau tidak dengan tidak mengungkit atau banyak komen. Jika anda perlu bersendirian untuk berfikir, beritahu bila anda akan pulang. Apabila sudah sejuk, beritahu isteri apa yang mengganggu fikiran secara sopan. Jangan menyalahkan isteri. Bila isteri bercakap, beri perhatian sepenuhnya. Apabila keluar, tanya isteri kalau ada sesuatu yang ingin dipesan. Beritahu bila kita ingin berehat atau tidur. Peluk isteri dengan penuh kasih sayang sekurang-kurangnya empat kali sehari. Telefon isteri dari tempat kerja untuk bertanya khabar, sekadar ingin memberitahu "AKU CINTA PADAMU ". Ucapkan kata-kata sayang sekurang-kurangnya dua kali sehari. Tolong kemaskan katil atau bilik tidur. Ajak isteri berjalan-jalan tanpa anak-anak. Cuba tunaikan apa yang isteri hajati. Nyatakan anda merinduinya bila berjauhan. Bawa pulang buah tangan, kuih kegemaran isteri sekali sekala. Sentiasa lakukan ibadah bersama. Jika keluar daerah,telefon isteri memberitahu nombor telefon tempat penginapan dan memberitahu anda sudah selamat sampai. Sentiasa kemas dan wangi sebelum tidur bersama. Urut belakang isteri sekali sekala. Peluk dan belai isteri sekali sekala tanpa implikasi seksual. Sabar dan tenang apabila mendengar cerita dan masalah isteri. Pamerkan kasih sayang di khalayak ramai. Jangan abaikan isteri atau tinggalkannya jauh ketika berjalan. Apabila keluar berjalan, elok berpegangan tangan untuk menunjukkan kemesraan. Buatkan air minuman untuk isteri sekali sekala. Ketika makan di luar, jangan harapkan isteri memilih tempat makan setiap masa. Beri perhatian lebih kepada isteri daripada orang lain ketika di kalayak ramai. Lebihkan isteri daripada anak-anak. Bila isteri kurang sihat, beri perhatian sewajarnya. Manjakan isteri sepertimana dia memanjakan anda. Seeloknya masuk tidur serentak. Belai isteri sebelum pergi kerja. Ucapkan terima kasih setiap khidmat yang isteri berikan. Cari masa untuk berdua-duaan sekali sekala. Lakukan riadah bersama isteri. Pergi berkelah sekali sekala. Tolong cuci atau jemur pakaian sekali sekala.
sakit dan sedap Akhirnya, aku memang percaya, jika antara sakit dan mati tak ada hubungannya. Dengan kata lain, ada orang yang sakit, bahkan yang parah sekalipun, tetapi tak mati-mati. Dan sebaliknya, ada yang kelihatannya sehat, segar dan lincah, tetapi tiba-tiba kleplek-kleplek mati. Mati tanpa pesan. Tanpa amanat. Apalagi tanpa tanda-tanda awal yang dapat dibaca oleh yang ada di sekitarnya. Tanda-tanda awal yang bergerak seperti kelebat burung gagak di malam hari. Kelebat bagi siapa saja yang akan dijemput oleh mati. Jadinya, segalanya seperti memang alamiah. Dan sepertinya memang sudah digariskan dari sono-nya. Tak ada yang bisa menerka. Apalagi meramalkan. Karenanya, terus terang, aku lebih percaya jika urusan mati ya urusan mati sendiri. Dan sakit ya urusan sakit sendiri. Dan meski ada yang bilang: ”Jika sakit adalah bagian dari pembuka jalan bagi mati, aku tetap saja merasa itu bukan hal yang benar. Tapi hal yang kebetulan benar saja. Jadi bisa benar bisa tidak.” ”Bisa benar bisa tidak?” ”Ya, begitulah!” Dan itu dapat dilihat dari diriku sendiri. Diri yang kini sudah berumur hampir 70 tahun ini. Diri yang tetap bisa mandi, makan, jalan-jalan, nonton TV dan sesekali membaca ini-itu yang mungkin remeh-temeh. Diri, yang waktu umur 27 tahun, telah divonis oleh si dokter cuma bisa hidup 3 bulan. Tapi nyatanya? Hmmm, masih saja bertahan sampai kini. Bahkan, masih sanggup untuk menikmati apa saja yang enak-enak. Rawon, tempe penyet, hamburger, nasi kuning, martabak. Atau menonton siaran sepak bola dini hari. Diri yang dianggap oleh orang-orang yang ada di sekitar sebagai orang yang lebih kuat dari mati. Orang yang mungkin punya nyawa rangkap. Dan orang yang dianggap tenggorokannya buntu. Dan karena buntu itu, maka nyawanya cuma memantul-mantul di rongga dadanya. Tak bisa keluar. Atau dikeluarkan. Ha-ha-ha, anggapan yang agak aneh. Anggapan yang kerap membuat aku tersenyum simpul. Ya, barangkali aku memang lebih kuat dari mati. Dan barangkali pula itu yang membuat aku ingin menulis cerita ini. II Seperti yang aku katakan, ketika umurku 27 tahun, aku telah divonis oleh si dokter cuma bisa hidup 3 bulan. Katanya, aku mengidap penyakit ganas. Penyakit yang sudah menjalar ke seluruh tubuh. Bahkan, kata si dokter lagi, mulai hari itu juga apa yang menjadi keinginan dan hasratku harus dituruti. Tentu saja, keluargaku menjadi sedih. Adik perempuanku menangis. Ibuku juga menangis. Dan ayahku, ya, ayahku, meski tak kelihatan menangis, tapi matanya tampak merah. Seperti menahan sesuatu. Sesuatu yang dijaga oleh karang yang kokoh. Tapi aku yakin, pasti sesekali, tanpa sepengetahuanku diambrolkannya juga. ”Istirahatlah, Nak,” begitu kata ayahku. ”Jangan terlalu berpikir yang macam-macam,” sambung ibuku. Dan sergah adik perempuanku: ”Iya, Mas, harus istirahat. Jika sudah sembuh bisa jalan-jalan sama Mbak Ninuk lagi.” Ninuk? Akh, Ninuk. Pacarku yang tersayang. Pacarku yang akan aku nikahi 2 tahun lagi. Pacarku yang cantik, manis dan berambut keriting. Pacarku yang telah aku cium sebanyak 4 kali. Sekali di beranda rumahku. Dua kali di alun-alun kota. Dan sekali lagi di rumahnya. Sewaktu rumahnya kosong. Ditinggal oleh keluarganya kondangan di kelurahan. Dan karena ciuman sebanyak 4 kali inilah, aku pun berbisik padanya: ”Kau harus kontrol, Nuk?” ”Kontrol?” ”Iya. Siapa tahu kau ketularan penyakitku?” Dan deg, Ninuk pun menutup mulutnya. Wajahnya memerah. Ada ketakutan dan kegelisahan di wajah itu. Ketakutan dan kegelisahan yang tak diduga. Yang muncul ketika semuanya telah terjadi. Ya, memang, ketika kita sudah di depan pacar, kita sudah tak lagi berpikir: ”Apakah pacar kita punya penyakit dalam atau tidak. Menular atau tidak. Yang penting ciuman dan ciuman. Mumpung ada kesempatan. Kesempatan yang kelak akan mencelakakan atau tidak? Siapa yang peduli? Jiahh….” Dan dua bulan kemudian (setelah kontrol dan ternyata tak tertular), Ninuk pun memutuskan untuk pergi dari sisiku. Sebagai pacar yang berpenyakit. Yang hidupnya sudah divonis cuma 3 bulan, tentu saja aku tak bisa berbuat apa-apa. Dan meski semangatku sedikit ambruk, tapi aku tetap bertahan. Dan tetap merasa jika kepergian Ninuk adalah hal yang baik. Sebab, apa yang bisa diharapkan dari seorang pacar yang punya kondisi seperti diriku ini. Paling-paling cuma akan merumitkan masa depannya saja. III Waktu berlalu. Tiga bulan dari waktu yang divonis si dokter tinggal seminggu lagi. Rasanya rumahku jadi ramai. Tetangga dan keluarga jauhku berdatangan. Menjenguk diriku. Ada yang menghibur. Ada yang basa-basi. Dan ada pula yang malah mengajari aku untuk bersabar. Sambil membocorkan jawaban dari pertanyaan-pertanyaan kubur. Siapa Tuhanmu? Siapa nabimu? Apa kitabmu? Yang kesemuanya selalu diakhiri dengan tangisan. Tangisan yang juga kerap membuat aku turut terharu. Dan berpikir: ”Apakah benar aku akan mati? Dan apakah semua orang yang datang ini cuma ingin mengantar diriku mati?” Aku tak bisa menjawabnya. Aku cuma merasa jika memang mati ya matilah! Mati ya matilah! Tapi, ahai, ternyata, seperti yang terjadi aku tidak mati. Dan meski 3 bulan telah lewat. Diganti 5, 6, sampai 7 bulan. Terus setahun. Dan sekian puluh tahun (meski kerap kumat dan drop), aku tetap tak mati-mati. Tetap hidup. Bahkan, malah-malah sempat datang ke perayaan pernikahan Ninuk dengan lelaki yang punya usaha penggilingan daging. Dan itu terjadi setahun setelah Ninuk memutuskan untuk pergi dari sisiku. Juga aku pun sempat melihat bagaimana kotaku dibangun. Lalu terterjang macet. Dibangun lagi. Terterjang lagi. Dibangun lagi. Lagi. Lagi. Dan lagi. Seperti tak ada hentinya. Tak ada lelahnya. Seperti sebuah persilangan yang tak tahu mana ujungnya. Yang hasilnya tetap saja ruwet. Dan macet melulu. Macet yang makin lama makin mengancam. Macet yang seperti hidup. Bisa berpikir. Dan bisa menentukan sikap. Jika dibuka yang sebelah sini, akan memacetkan sebelah sana. Dan jika sebelah sana yang dibuka, wah, wah, akan ngeloyor ke sebelah yang lain lagi. Yang lain lagi. Dan yang lain lagi. Dan itu membuat siapa saja saling tuding. Saling melemparkan kesalahan. Juga tanggung jawab yang tak diketahui bagaimana mesti menjawabnya. Cuma ada gontok-gontokan. Yang disertai dengan sekian ribu alasan. Dan juga sekian ribu teori. Teori yang sepertinya tulus dan ikhlas. Tapi nyatanya malah seperti permainan cilukba. Dan yang lebih tak masuk akal, tepat 3 bulan dari vonis hidupku itu, ternyata si dokterlah yang justru mati duluan. Kabarnya, dia terjungkal di kamar mandi. Gegar otak dan tak tertolong. Dan setelah itu giliran tetangga dan keluarga jauhku (yang pernah menjengukku) yang bersusulan mati. Emak Icih yang menyusul pertama. Emak Icih mati karena kaget ketika ada suporter di kotaku ngamuk. Ngamuk gara-gara tim sepak bola kesayangan mereka kalah telak. Seluruh pot di jalanan diguling. Warung-warung disatroni. Bahkan beberapa lampu-lampu jalan yang ada dipecahi. Dan kota pun seperti dalam siaga berat. Lalu Kang Pardi mati karena jatuh dari atap sewaktu hujan deras. Bayu tertabrak sepeda motor. Wely terpeleset di trotoar sekolahannya. Terus Joko, Mbak Sol, dan Takin yang mati tanpa sakit. Dan yang lebih menggegerkan adalah matinya Mas Karyo. Mas Karyo mati karena tabung gas di warung kopinya meledak. Banyak yang menjadi korban. Termasuk juga Suaib dan Wak Ipin yang sedang asyik main catur di warung itu. Yang setelah kejadian itu, sebagian tangan dan dada mereka berdua terbakar berat. Terbakar dengan kulit gosong. Mengeriput dan kasar. Kasar dengan bentuk-bentuk yang begitu menggiriskan. Seperti bentuk-bentuk yang kerap aku temui saat penyakitku sedang kumat atau drop. Ada yang lonjong. Ada yang bundar. Ada yang segi tak beraturan. Juga lurus lancip menukik. Ya, ya, satu per satu hampir semuanya bersusulan mati. Juga ayah dan ibuku pun mati. Dan keduanya mati hampir berbarengan. Dan itu persis ketika aku berumur 40 tahun. Tepat ketika adikku perempuan telah menikah hampir 7 tahun dengan seorang pemilik peternakan marmut. Seorang yang biasa aku panggil dengan nama: Adik War. Dan ketika ayah dan ibuku ini mati, aku benar-benar merasa kehilangan. Dunia yang aku pijak pun seakan longsor. Dan itu cukup lama aku tanggung. Aku tanggung! IV ”Pak De, mau ke mana?” ”Ikut?” ”Tidak. Kata ibu jangan terlalu lama. Juga jangan lupa minum obat.” Nah, itulah percakapanku dengan Sasi, putri tunggal adik perempuanku, di suatu pagi. Memang, sejak ayah dan ibuku itu mati, aku tinggal bersama keluarga adikku. Dan semua keperluanku ditanggung oleh mereka. Keperluan seseorang yang telah berumur hampir 70 tahun dan tidak menikah ini. Seseorang yang pernah divonis cuma bisa hidup 3 bulan di umur ke-27 tahunnya. Dan seseorang yang ternyata tetap tak mati-mati. Dan tetap saja bisa mandi, makan, jalan kaki, nonton TV dan sesekali membaca ini-itu yang mungkin remeh-temeh. Dan setiap orang yang melihatku kini, setiap orang, dari anak-anak para tetangga dan kerabat jauhku yang lebih dulu mati dibandingkan aku itu, selalu memanggilku: ”salah satu pak tua yang tersisa”, Pak tua yang punya nyawa rangkap. Pak tua yang punya tenggorokan buntu (sehingga nyawanya tak bisa keluar atau dikeluarkan). Pak tua yang setiap pagi berkeliling kampung. Pak tua yang baru semingguan ini mendapat kabar. Jika Ninuk, bekas pacarnya dulu, juga telah mati. Tanpa sebab-sebab yang jelas. Akh! ”Baiklah. Paling sebelum jam 9, Pak De sudah pulang….” V Nah, itulah cerita yang aku tulis. Cerita (seperti yang aku katakan), berhubungan dengan kepercayaanku. Jika antara sakit dan mati tak ada hubungannya. Melainkan berdiri sendiri-sendiri. Dan punya urusan sendiri-sendiri. Mati ya urusan mati sendiri. Sakit (separah apa pun) juga begitu. Dan setelah kepercayaanku ini terbukti, apakah lantas aku senang? Ternyata tidak. Malahan, aku merasa waswas. Sebab, bagaimana tidak waswas. Jika ternyata nanti aku benar-benar akan jadi lebih kuat dari mati. Dan umurku makin lebih panjang. Mungkin menginjak 80, 90, atau 100 tahun lebih. Tentu aku akan lebih banyak menyaksikan: ”Bagaimana orang-orang yang aku kenal, baik yang lama ataupun yang baru, selalu mati satu demi satu. Dan bagaimana pula kotaku, yang jatuh bangun melawan macet, selalu kalah. Dan kalah!” Hmmm, siapa yang lebih kuat dari mati….
sakit dan sedap Firman Allah SWT bermaksud; "Bagaimana kamu kufur (ingkar) dengan Allah dan adalah kamu itu mati maka kamu dihidupkan, kemudian kamu dimatikan kemudian kamu dihidupkan kemudian kepada-Nya kamu dikembalikan" (Surah Al-Baqarah : Ayat 28) Adapun tanda-tanda kematian mengikut ulamak adalah benar dan ujud .Cuma amalan dan ketakwaan kita sahaja yang akan dapat membezakan kepekaan kita kepada tanda-tanda ini. Rasulullah SAW diriwayatkan masih mampu memperlihat dan menceritakan kepada keluarga dan sahabat secara lansung akan kesukaran menghadapi sakaratulmaut dari awal hinggalah akhirnya hayat Baginda. Imam Ghazali rahimahullah diriwayatkan memperolehi tanda-tanda ini sehinggakan beliau mampu menyediakan dirinya untuk menghadapi sakaratulmaut secara sendirian. Beliau menyediakan dirinya dengan segala persiapan termasuk mandinya, wuduknya serta kafannya sekali cuma ketika sampai bahagian tubuh dan kepala sahaja beliau telah memanggil abangnya iaitu Imam Ahmad Ibnu Hambal untuk menyambung tugas tersebut. Beliau wafat ketika Imam Ahmad bersedia untuk mengkafankan bahagian mukanya. Adapun riwayat -riwayat ini memperlihatkan kepada kita sesungguhnya Allah SWT tidak pernah berlaku zalim kepada hambanya. Tanda-tanda yang diberikan adalah untuk menjadikan kita umat Islam supaya dapat bertaubat dan bersedia dalam perjalanan menghadap Allah SWT. Walaubagaimanapun semua tanda-tanda ini akan berlaku kepada orang-orang Islam sahaja manakala orang-orang kafir iaitu orang yang menyekutukan Allah nyawa mereka iniakan terus di rentap tanpa sebarang peringatan sesuai dengan kekufuran mereka kepada Allah SWT. Adapun tanda-tanda ini terbahagi kepada beberapa keadaan : Tanda 100 hari sebelum hari mati. Ini adalah tanda pertama dari Allah SWT kepada hambanya dan hanya akan disedari oleh mereka-mereka yang dikehendakinya. Walaubagaimanapun semua orang Islam akan mendapat tanda ini cuma samada mereka sedar atau tidak sahaja. Tanda ini akan berlaku lazimnya selepas waktu Asar. Seluruh tubuh iaitu dari hujung rambut sehingga ke hujung kaki akan mengalami getaran atau seakan-akan mengigil. Contohnya seperti daging lembu yang baru disembelih dimana jika diperhatikan dengan teliti kita akan mendapati daging tersebut seakan-akan bergetar. Tanda ini rasanya lazat dan bagi mereka sedar dan berdetik di hati bahawa mungkin ini adalah tanda mati maka getaran ini akan berhenti dan hilang setelah kita sedar akan kehadiran tanda ini. Bagi mereka yang tidak diberi kesedaran atau mereka yang hanyut dengan kenikmatan tanpa memikirkan soal kematian , tanda ini akan lenyap begitu sahaja tanpa sebarang munafaat. Bagi yang sedar dengan kehadiran tanda ini maka ini adalah peluang terbaik untuk memunafaatkan masa yang ada untuk mempersiapkan diri dengan amalan dan urusan yang akan dibawa atau ditinggalkan sesudah mati. Tanda 40 hari sebelum hari mati Tanda ini juga akan berlaku sesudah waktu Asar. Bahagian pusat kita akan berdenyut-denyut. Pada ketika ini daun yang tertulis nama kita akan gugur dari pokok yang letaknya di atas Arash Allah SWT. Maka malaikatmaut akan mengambil daun tersebut dan mula membuat persediaannya ke atas kita antaranya ialah ia akan mula mengikuti kita sepanjang masa. Akan terjadi malaikatmaut ini akan memperlihatkan wajahnya sekilas lalu dan jika ini terjadi, mereka yang terpilih ini akan merasakan seakan-akan bingung seketika. Adapun malaikatmaut ini wujudnya cuma seorang tetapi kuasanya untuk mencabut nyawa adalah bersamaan dengan jumlah nyawa yang akan dicabutnya. Tanda 7 hari Adapun tanda ini akan diberikan hanya kepada mereka yang diuji dengan musibah kesakitan di mana orang sakit yang tidak makan secara tiba-tiba ianya berselera untuk makan. Tanda 3 hari Pada ketika ini akan terasa denyutan di bahagian tengah dahi kita iaitu diantara dahi kanan dan kiri. Jika tanda ini dapat dikesan maka berpuasalah kita selepas itu supaya perut kita tidak mengandungi banyak najis dan ini akan memudahkan urusan orang yang akan memandikan kita nanti. Ketika ini juga mata hitam kita tidak akan bersinar lagi dan bagi orang yang sakit hidungnya akan perlahan-lahan jatuh dan ini dapat dikesan jika kita melihatnya dari bahagian sisi. Telinganya akan layu dimana bahagian hujungnya akan beransur-ansur masukke dalam. Telapak kakinya yang terlunjur akan perlahan-lahan jatuh ke depan dan sukar ditegakkan. Tanda 1 hari Akan berlaku sesudah waktu Asar di mana kita akan merasakan satu denyutan di sebelah belakang iaitu di kawasan ubun-ubun di mana ini menandakan kita tidak akan sempat untuk menemui waktu Asar keesokan harinya. Tanda Akhir Akan berlaku keadaan di mana kita akan merasakan satu keadaan sejuk di bahagian pusat dan ianya akan turun ke pinggang dan seterusnya akan naik ke bahagian halkum. Ketika ini hendaklah kita terus mengucap kalimah syahadah dan berdiam diri dan menantikan kedatangan malaikatmaut untuk menjemput kita kembali kepada Allah SWT yang telah menghidupkan kita dan sekarang akan mematikan pula. PENUTUP Sesungguhnya marilah kita bertaqwa dan berdoa kepada Allah SWT semoga kita adalah di antara orang-orang yang yang dipilih oleh Allah yang akan diberi kesedaran untuk peka terhadap tanda-tanda mati ini semoga kita dapat membuat persiapan terakhir dalam usaha memohon keampunan samada dari Allah SWT mahupun dari manusia sendiri dari segala dosa dan urusan hutang piutang kita. Walaubagaimanapun sesuai dengan sifat Allah SWT yang Maha Berkuasa lagi Maha Pemurah lagi maha mengasihani maka diriwatkan bahawa tarikh Mati seseorang manusia itu masih boleh diubah dengan amalan doa iaitu samada doa dari kita sendiri ataupun doa dari orang lain. Namun ianya adalah ketentuan Allah SWT semata-mata. Oleh itu marilah kita bersama-sama berusaha dan berdoa semoga kita diberi hidayah dan petunjuk oleh Allah SWT serta kelapangan masa dan kesihatan tubuh badan dan juga fikiran dalam usaha kita untuk mencarikeredhaan Allah SWT samada di dunia mahupun akhirat. Apa yang baik dan benar itu datangnya dari Allah SWT dan apa yang salah dan silap itu adalah dari kelemahan manusia itu sendiri. -------------------- petikan yg sy peroleh di e-mail. Terfikir juga akan kebenarannya. Benar atau tidak? Semester lepas, saya menerima satu slide show mengenai e-mail ini daripada seorang rakan, katanya slide show itu di buat oleh seorang pensyarah di Fakulti Komunikasi dan Bahasa Moden. Apa pun sekadar berkongsi dengan semua... mungkin ada yg tahu ttg ini, justeru persoalan sy akan punya jawapannya. Share this topic on Facebook « Last Edit: 14 August, 2009, 07:05:31 AM oleh ummi Munaliza » Logged
sakit dan sedapTanda-tanda Hati Yang Mati Menurut Syeikh Ibrahim Adham, antara sebab atau tanda-tanda hati mati ialah: 1. Mengaku kenal Allah SWT, tetapi tidak menunaikan hak-hak-Nya. 2. Mengaku cinta kepada Rasulullah s.a.w., tetapi mengabaikan sunnah baginda. 3. Membaca al-Quran, tetapi tidak beramal dengan hukum-hukum di dalamnya. 4. Memakan nikmat-nikmat Allah SWT, tetapi tidak mensyukuri atas pemberian-Nya. 5. Mengaku syaitan itu musuh, tetapi tidak berjuang menentangnya. 6. Mengaku adanya nikmat syurga, tetapi tidak beramal untuk mendapatkannya. 7. Mengaku adanya seksa neraka, tetapi tidak berusaha untuk menjauhinya. 8. Mengaku kematian pasti tiba bagi setiap jiwa, tetapi masih tidak bersedia untuknya. 9. Menyibukkan diri membuka keaiban orang lain, tetapi lupa akan keaiban diri sendiri. 10. Menghantar dan menguburkan jenazah/mayat saudara se-Islam, tetapi tidak mengambil pengajaran daripadanya. Semoga dengan panduan yang disampaikan itu akan dapat kita sama-sama mengambil iktibar semoga segala apa yang kita kerjakan akan diredai Allah SWT. Menurut Sheikh Ibni Athoillah Iskandari dalam kalam hikmahnya yang berikutnya; Sebahagian daripada tanda mati hati itu ialah jika tidak merasa dukacita kerana tertinggal sesuatu amal perbuatan kebajikan juga tidak menyesal jika terjadi berbuat sesuatu pelanggaran dosa. Mati hati itu adalah kerana tiga perkara iaitu; 1-Hubbul dunia (kasihkan dunia) 2-Lalai daripada zikirullah (mengingati Allah) 3-Membanyakkan makan dan menjatuhkan anggota badan kepada maksiat kepada Allah. Hidup hati itu kerana tiga perkara iaitu; 1-Zuhud dengan dunia 2-Zikrullah 3-Bergaul atau berkawan dengan aulia Allah. Wassalam

Ahad, 19 Februari 2012

sakit dan sedapSyafaat 10 anggota keluarga ke syurga Dari Ali bin Abu Talib, katanya Rasulullah s.a.w bersabda, maksudnya: "Barang siapa membaca al-quran dan menghafalnya, Allah akan memasukkannya ke dalam syurga dan memberi hak syafaat kepadanya untuk sepuluh anggota keluarganya, mereka semuanya telah ditetapkan untuk masuk syurga."(Riwayat Ibnu Majah dan At-Tirmizi). https://www.opendrive.com/files?N18yODg0NzE2X044dGQx Berada dalam rahmat ALLAH Dari Abu Hurairah r.a. katanya Rasulullah s.a.w bersabda, maksudnya: "Tidak ada orang yang berkumpul di salah satu rumah Allah untuk membaca dan mempelajari al-Quran, kecuali mereka akan memperolehi ketenteraman, diliputi rahmat, dikelilingi para malaikat dan mereka sentiasa disebut-sebut oleh ALLAH di kalangan para malaikat (yg di langit)." (Riwayat Muslim, At-Tirmizi,Ibnu Majah dan Abu Daud). Diberi ganjaran pahala Dari Abdullah bin Mas'ud r.a.; katanya Rasulullah s.a.w bersabda, maksudnya: "Barangsiapa membaca satu huruf dari kitab Allah (al-Quran), maka dia akan memperolehi pahala satu kebajikan dan setiap satu pahala itu digandakan sepuluh kali. Aku tidak mengatakan bahawa Alif, Lam, Mim itu satu huruf, tetapi Alif itu adalah satu huruf, Lam satu huruf dan Mim satu huruf." (Riwayat At-Tirmizi dan Ad-Darimi). Al-Quran sendiri akan memberi syafaat Daripada Abu Umamah al-Bahili r.a. katanya: Aku mandengar Rasulullah s.a.w. bersabda yang bermaksud: "Bacalah Al-Quran, sesungguhnya ia akan datang pada hari kiamat bagaikan pemberi syafaat kepada tuannya."(Hadis riwayat muslim). Dipakaikan mahkota pada hari kiamat Daripada Mu'az bin Anas r.a. bahawa Rasulullah s.a.w. bersabda yang bermaksud: "Sesiapa yang membaca Al Quran dan beramal dengan apa yang terdapat di dalamnya, Allah akan memakaikan kedua ibu bapanya dengan mahkota pada hari kiamat kelak. Cahaya mahkota tersebut lebih indah daripada cahaya matahari terhadap rumah-rumah yang ada di dunia. Maka apakah pandangan kamu tentang balasan yang akan diperolehi oleh orang ang membacanya sendiri?" (Hadis riwayat Abu Daud) Semoga kita kekal istiqamah menjaga, memahami, mengamalkan dan menyampaikan apa yang terkandung di dalam Al-Qur'an

Sabtu, 18 Februari 2012

doogLe onLine: AYAT2 PEREMPUAN..

doogLe onLine: AYAT2 PEREMPUAN..: Kalau perempuan tanya: Lawa ke budak pompuan tu? Makna tersembunyi: Siapa yang paling lawa? I ke, budak pompuan tu? Kalau perempuan tanya: ...

sakit dan sedap

doogLe onLine: Doogle Online Cleaning Service

doogLe onLine: Doogle Online Cleaning Service: Cleaning Service We provide affordable professional cleaning services to your doorstep such as pre-moving house cleaning, of...

sakit dan sedap

Jumaat, 17 Februari 2012

sakit dan sedap Tanah Melayu mula diperintah oleh Jepun mulai akhir Disember 1941 hingga 12 September 1945. Pendudukan Jepun selama 31/2 tahun telah meninggalkan kesan amat mendalam kepada masyarakat di Tanah Melayu dari segi politik, ekonomi dan sosial. Kesan Poliik Menyemarakkan semangat nasionalisme,kemenangan Jepun yang begitu mudah telah menjatuhkan imej British di kalangan orang Melayu yang anti British.Pengalaman mentadbir semasa zaman pendudukan Jepun memberi peluang kepada orang Melayu untuk menjalankan urusan untuk menjalankan urusan pentadbiran yang tidak pernah diperolehi semasa pemerintahan British. Orang Melayu menyangka Jepun akan memerintah Tanah Melayu lebih daripada British tetapi tanggapan mereka salah.kehidupan semakin sulit – timbul kesedaran nasib bangsa dan negara tetap sama selagi dijajah membangkitkan kesedaran politik apabila Jepun membenarkan dan bekerjasama dengan pemimpin Melayu menubuhkan parti politik untuk orang Melayu seperti KMM, PETA, KRIS Kesan Ekonomi Sumber ekonomi utama –pengeluaran bijih timah dan getah terhenti sama sekali Dasar Bumi Hangus British menyebabkan Jepun yang mengambil alih lombong bijih timah tidak dapat beroperasi. Rakyat mengalami kebuluran kerana kekurangan makanan. Bekalan beras terpaksa diimport dari Thailand dan Burma.Jepun melancarkan kempen pertanian – rakyat dipaksa menanam tanaman makanan seperti ubi kayu, keledek dan keladi. Kadar inflasi meningkat akibat kekurangan barang keperluan dan pengedaran wang kertas Jepun.Perusahaan tempatan yang ditubuhkan untuk menghasilkan barang keperluan tidak dapat diimport. Perusahaan yang besar dan penting diambil alih oleh syarikat Jepun. Orang ramai diwajibkan mendapatkan kupon dari Pejabat Kawalan Makanan.Petani dan nelayan dipaksa menjual hasil pertanian dan ikan kepada pembeli yang dilantik oleh Jepun. Kesan Sosial Perpindahan orang Cina ke kawasan pinggir hutan untuk mengelak kekejaman tentera Jepun.Permusuhan semakin menebal antara orang Melayu dengan orang Cina – cetus pergaduhan kaum.Orang Cina yang anti-Jepun menubuhkan MPAJA – bekerjasama dengan Force 136 yang memberi bekalan senjata dan latihan ketenteraan. Tahap kesihatan rakyat merosot – terdedah kepada wabak penyakit. Banyak nyawa terkorban akibat penyakit malaria,beri-beri, taun dan kudis.Pembinaan jalan keretapi maut mengorbankan banyak nyawa.Dasar niponisasi Jepun memaksa rakyat Tanah Melayu menerima nilai-nilai bahasa dan kebudayaan Jepun – mengancam adat istiadat dan kebudayaan orang Melayu. Kesimpulan Pendudukan Jepun yang singkat telah mengubah keadaan sosial , politik dan ekonomi Tanah Melayu.Pengalaman hidup di bawah pemerintahan tentera Jepun telah menyumbang kepada semaraknya semangat nasionalisme Melayu.Pengalaman mentadbir di bawah Jepun menyedarkan mereka supaya menjaga kepentingan tanah air seterusnya membawa kepada kesedaran untuk menuntut kemerdekaan. http://www.ceritalucahberahi.com/

Kamasutra Sex Positions

Kamasutra Sex Positions: http://www.spaceandmotion.com/kamasutra-positions.htm

sakit dan sedap
sakit Yawning PositionMare - Lingam held in the YoniHalf Pressed - Woman's leg stretched outCongress of the Cow - Man from BehindSplitting of the BambooCrab PositionFixing of thThe two kinds of embrace take place when the lover is standing are: When a woman, clinging to a man as a creeper twines round a tree, bends his head down to hers with the desire of kissing him and slightly makes the sound of sut sut, embraces him, and looks lovingly towards him, it is called the 'twining of a creeper'. When a woman, having placed one of her feet on the foot of her lover, and the other on one of his thighs, passes one of her arms round his back, and the other on his shoulders, makes slightly the sounds of singing and cooing, and wishes, as it were, to climb up him in order to have a kiss, it is called an embrace like the 'climbing of a tree'. Male and Female in LoveThese two kinds of embrace take place at the time of sexual union: When lovers lie on a bed, and embrace each other so closely that the arms and thighs of the one are encircled by the arms and thighs of the other, and are, as it were, rubbing up against them, this is called an embrace like 'the mixture of sesamum seed with rice'. When a man and a woman are very much in love with each other, and, not thinking of any pain or hurt, embrace each other as if they were entering into each other's bodies either while the woman is sitting on the lap of the man, or in front of him, or on a bed, then it is called an embrace like a 'mixture of milk and water'. Babhravya has thus related to us the above eight kinds of embraces. Suvarnanabha moreover gives us four ways of embracing simple members of the body, which are: The embrace of the thighs. The embrace of the jaghana, i.e. the part of the body from the navel downwards to the thighs. The embrace of the breasts. The embrace of the forehead. Beautiful StatueWhen one of two lovers presses forcibly one or both of the thighs of the other between his or her own, it is called the 'embrace of thighs'. When a man presses the jaghana or middle part of the woman's body against his own, and mounts upon her to practise, either scratching with the nail or finger, or biting, or striking, or kissing, the hair of the woman being loose and flowing, it is called the 'embrace of the jaghana'. When a man places his breast between the breasts of a of Vatsyayana woman and presses her with it, it is called the 'embrace of the breasts'. When either of the lovers touches the mouth, the eyes and the forehead of the other with his or her own, it is called the 'embrace of the forehead'. Lying Down Sex Positions of Kamasutra Passionate Man and WomanThe Deer-woman has the following three ways of lying down: The widely opened position The yawning position The position of the wife of Indra Widely Opened CongressWhen she lowers her head and raises her middle parts, it is called the 'widely opened position'. At such a time the man should apply some unguent, so as to make the entrance easy. Yawning PositionWhen she raises her thighs and keeps them wide apart and engages in congress, it is called the 'yawning position'. Highest Congress of IndraniWhen she places her thighs with her legs doubled on them upon her sides, and thus engages in congress, it is called the 'position of Indrani' and this is learnt only by practice. The position is also useful in the case of the 'highest congress'. The 'clasping position' is used in 'low congress', and in the 'lowest congress', together with the 'pressing position', the 'twining position', and the 'mare's position'. Clasping Intercourse - Man on TopWhen the legs of both the male and the female are stretched straight out over each other, it is called the 'clasping position'. It is of two kinds, the side position and the supine position. In the side position the male should lie on his left side, the woman on her right side. Pressing PositionWhen, after congress has begun in the clasping position, the woman presses her lover with her thighs, it is called the 'pressing position'. Twining of Thighs - Art StatuesWhen the woman places one of her thighs across the thigh of her lover it is called the 'twining position'. Mare - Lingam held in the YoniWhen a woman forcibly holds in her yoni the lingam after it is in, it is called the 'mare's position'. This is learnt by practice only, and is chiefly found among the women of the Andhra country. The above are the different ways of lying down, mentioned by Babhravya. Suvarnanabha, however, gives the following in addition: Rising of the ThighsWhen the female raises both of her thighs straight up, it is called the 'rising position'. Yawning IllustrationWhen she raises both of her legs, and places them on her lover's shoulders, it is called the 'yawning position'. Pressed Position of LoversWhen the legs are contracted, and thus held by the lover before his bosom, it is called the 'pressed position'. Half Pressed - Woman's leg stretched outWhen only one of her legs is stretched out, it is called the 'half pressed position'. Splitting of the BambooWhen the woman places one of her legs on her lover's shoulder, and stretches the other out, and then places the latter on his shoulder, and stretches out the other, and continues to do so alternately, it is called the 'splitting of a bamboo'. Fixing of the NailWhen one of her legs is placed on the head, and the other is stretched out, it is called the 'fixing of a nail'. This is learnt by practice only. Crab PositionWhen both the legs of the woman are contracted, and placed on her stomach, it is called 'crab's position'. Packed CongressWhen the thighs are raised and placed one upon the other, it is called the 'packed position'. Lotus PositionWhen the shanks are placed one upon the other, it is called the 'lotus-like position'. Turning IntercourseWhen a man, during congress, turns round, and enjoys the woman without leaving her, while she embraces him round the back all the time, it is called the 'turning position', and is learnt only by practice. Women in WaterThus, says Suvarnanabha, these different ways of lying down, sitting, and standing should be practised in water, because it is easy to do so therein. But Vatsyayana is of opinion that congress in water is improper, because it is prohibited by the religious law. Supported CongressWhen a man and a woman support themselves on each other's bodies, or on a wall, or pillar, and thus while standing engage in congress, it is called the 'supported congress'. Suspended Congress When a man supports himself against a wall, and the woman, sitting on his hands joined together and held underneath her, throws her arms round his neck, and putting her thighs alongside his waist, moves herself by her feet, which are touching the wall against which the man is leaning, it is called the 'suspended congress'. Congress of the Cow - Man from BehindWhen a woman stands on her hands and feet like a quadruped, and her lover mounts her like a bull, it is called the 'congress of a cow'. At this time everything that is ordinarily done on the bosom should be done on the back. Animal Congress - Dog, Horse, Goat, Deer, Ass, Cat, Tiger, ElephantIn the same way can be carried on the congress of a dog, the congress of a goat, the congress of a deer, the forcible mounting of an ass, the congress of a cat, the jump of a tiger, the pressing of an elephant, the rubbing of a boar, and the mounting of a horse. And in all these cases the characteristics of these different animals should be manifested by acting like them. United Congress - Two Women with One ManWhen a man enjoys two women at the same time, both of whom love him equally, it is called the 'united congress'. Congress of a Herd of Cows - Orgy of Many WomenWhen a man enjoys many women altogether, it is called the 'congress of a herd of cows'. The following kinds of congress-sporting in water, or the congress of an elephant with many female elephants which is said to take place only in the water, the congress of a collection of goats, the congress of a collection of deer take place in imitation of these animals. Many Men Enjoying One WomanIn Gramaneri many young men enjoy a woman that may be married to one of them, either one after the other, or at the same time. Thus one of them holds her, another enjoys her, a third uses her mouth, a fourth holds her middle part, and in this way they go on enjoying her several parts alternately. Harem - Dominant Man enjoying his CourtesansThe same things can be done when several men are sitting in company with one courtesan, or when one courtesan is alone with many men. In the same way this can be done by the women of the king's harem when they accidentally get hold of a man. Lower Congress - Anal IntercourseThe people in the Southern countries have also a congress in the anus, that is called the 'lower congress'. Mouth Congress - FellatioAuparishtaka or mouth congress. Kamasutra Sex Positions for Role Reversal Courtesan WomanWhen a woman sees that her lover is fatigued by constant congress, without having his desire satisfied, she should, with his permission, lay him down upon his back, and give him assistance by acting his part. She may also do this to satisfy the curiosity of her lover, or her own desire of novelty. There are two ways of doing this, the first is when during congress she turns round, and gets on the top of her lover, in such a manner as to continue the congress, without obstructing the pleasure of it; and the other is when she acts the man's part from the beginning. Group of Beautiful Girls Lovely Lady of Sensual PleasureAt such a time, with flowers in her hair hanging loose, and her smiles broken by hard breathings, she should press upon her lover's bosom with her own breasts, and lowering her head frequently, should do in return the same actions which he used to do before, returning his blows and chaffing him, should say, "I was laid down by you, and fatigued with hard congress, I shall now therefore lay you down in return." She should then again manifest her own bashfulness, her fatigue, and her desire of stopping the congress. In this way she should do the work of a man, which we shall presently relate. Whatever is done by a man for giving pleasure to a woman is called the work of a man, and is as follows: The acts to be done by the man are: Moving forward Friction or churning Piercing Rubbing Pressing Giving a blow The blow of a boar The blow of a bull The sporting of a sparrow Woman on TopWhen the organs are brought together properly and directly it is called 'moving the organ forward'. When the lingam is held with the hand, and turned all round in the yoni, it is called 'churning'. When the yoni is lowered, and the upper part of it is struck with the lingam, it is called 'piercing'. When the same thing is done on the lower part of the yoni, it is called 'rubbing'. Diagram of a Girl on top of a ManWhen the yoni is pressed by the lingam for a long time, it is called 'pressing'. When the lingam is removed to some distance from the yoni, and then forcibly strikes it, it is called 'giving a blow'. When only one part of the yoni is rubbed with the lingam, it is called the 'blow of a boar'. Sporting of a Sparrow - Lingam in YoniWhen both sides of the yoni are rubbed in this way, it is called the 'blow of a bull'. When the lingam is in the yoni, and moved up and down frequently, and without being taken out, it is called the 'sporting of a sparrow'. This takes place at the end of congress. When a woman acts the part of a man, she has the following things to do in addition to the nine given above: The pair of tongs The top The swing Two Lustful WomenWhen the woman holds the lingam in her yoni, draws it in, presses it, and keeps it thus in her for a long time, it is called the 'pair of tongs'. When, while engaged in congress, she turns round like a wheel, it is called the 'top'. This is learnt by practice only. When, on such an occasion, the man lifts up the middle part of his body, and the woman turns round her middle part, it is called the 'swing'. Kamasutra LadyWhen the woman is tired, she should place her forehead on that of her lover, and should thus take rest without disturbing the union of the organs, and when the woman has rested herself the man should turn round and begin the congress again. There are also some verses on the subject as follows: 'Though a woman is reserved, and keeps her feelings concealed; yet when she gets on the top of a man, she then shows all her love and desire. A man should gather from the actions of the woman of what disposition she is, and in what way she likes to be enjoyed. A woman during her monthly courses, a woman who has been lately confined, and a fat woman should not be made to act the part of a man.' Such passionate actions and amorous gesticulations or movements, which arise on the spur of the moment, and during sexual intercourse, cannot be defined, and are as irregular as dreams. A horse having once attained the fifth degree of motion goes on with blind speed, regardless of pits, ditches, and posts in his way; and in the same manner a loving pair become blind with passion in the heat of congress, and go on with great impetuosity, paying not the least regard to excess. For this reason one who is well acquainted with the science of love (Kamasutra), and knowing his own strength, as also the tenderness, impetuosity, and strength of the young women, should act accordingly. The various modes of enjoyment are not for all times or for all persons, but they should only be used at the proper time. and in the proper countries and places.e NailLower Congress - Anal Intercoursedan sedap
sakit dan sedapPetang itu seperti biasa aku ditugaskan menjaga dusun durian. Tahun ini pokok-pokok durian berbuah lebat dan mula gugur. Bimbang buah-buah tersebut dicuri orang maka ibuku menyuruhku menunggu dusun bersama adik lelakiku. Bapaku membina sebuah pondok kecil berdinding papan beratapkan daun bertam. Hari itu adikku ada latihan bolasepak di sekolahnya maka aku terpaksa ke dusun seorang diri. Bosan juga menunggu dusun seorang diri maka aku membawa sebuah novel bagi mengisi masa yang membosankan. Biasalah novel remaja yang aku bawa. Aku membaca novel sambil berbaring di dalam pondok. Seronok pula novel kali ini. Novel ini aku pinjam dari kawanku di sekolah. Novel dengan unsur-unsur seks ini sungguh menarik. Biasalah dalam usia remaja aku memang tergoda adegan-adegan seks. Bila sampai adegan asmara antara hero dan heroin aku akan membayangkan watak heroin itu adalah aku. Nafsuku akan terbakar bila membayangkan si hero membelai dan mengusap badanku. Aku dirangkul dan dicium mesra. Bila imaginasi ini memenuhi benakku maka secara spontan tanganku akan meramas-ramas tetekku yang membengkak. Seperti biasa aku hanya mengenakan t-shirt tanpa coli. Dan menjadi kelaziman bila di rumah aku hanya memakai track bottom tanpa seluar dalam. Bila ghairahku bangkit maka aku akan meraba-raba kemaluanku dan aku akan gosok-gosok dengan jariku ke arah kelentitku. Makin asyik aku membaca novel maka makin rancak gosokan ke kemaluanku. Bila digosok lama-lama perasaan geli dan lazat akan menjalar ke seluruh tubuhku. Sedang aku asyik membaca tiba-tiba aku rasa ada tangan membelai buritku. Aku seronok membayangkan hero kesukaanku sedang menggosok taman rahsiaku. Aku biarkan saja kerana keenakan. Aku terkejut teramat sangat bila buku yang aku baca terjatuh ke dadaku. Di bahagian kakiku ada satu lembaga manusia sedang meraba-raba kemaluanku yang masih tertutup seluar. Aku kenal lelaki tersebut. Pak Amat pemilik dusun sebelah dusun kami. Pak Amat seorang duda yang telah ditinggalkan isterinya. Mengikut cerita isteri Pak Amat mengikut lelaki lain dan berpindah dari daerah kami. Aku cuba menjerit tapi Pak Amat lebih pantas menindih tubuhku dan mulutku dipekupnya. Aku cuba meronta tapi keadaanku yang terbaring sukar melawan kudrat Pak Amat yang kuat. “Pak Amat... jangan," hanya itu saja yang dapat aku rayu. "Jangan takut sayang, Pak Amat nak bagi sedap bukannya sakit," kata Pak Amat sambil meramas-ramas tetekku. Pak Amat yang seusia bapaku tak menghiraukan rayuanku. Badanku diraba-raba. Tangan kasarnya kemudian masuk ke dalam seluar yang kupakai dan mula membelai tundunku yang baru ditumbuhi bulu-bulu halus. Jari-jari kasarnya kemudian menekan-nekan dan memicit lembut kelentitku yang amat sensitif. Lurah merkahku yang sudah basah sejak tadi diraba-raba dengan jari kasarnya itu. Rasa seronok dan sedap mula menjalar ke urat saraf. Aku tak tahu kenapa aku tidak membatah dan melawan tindakan Pak Amat. Aku malah menunggu tindakan Pak Amat lebih lanjut. Perasaan nikmat saja yang aku rasa bila tubuhku di belai. Malah aku seperti menurut saja kemahuan Pak Amat. Melihat aku tidak lagi melawan maka Pak Amat menarik baju yang kupakai. Kemudian seluar yang kupakai di tarik ke bawah hingga akhirnya aku telah telanjang bulat di hadapan lelaki tua tersebut. Pak Amat makin bernafsu melihat keadaanku yang sudah berbogel. Tangannya makin rancak membelai tetekku yang tengah mekar. Di rendahkan mukanya ke dadaku dan puting tetekku menjadi habuan lidah dan mulutnya. Aku mengeliat keenakan. Sementara mulutnya di tetekku, tangan kasarnya terus membelai kemaluanku. Digosok-gosok dan dijolok-jolok lubang buritku. Aku seperti terbang di kayangan bila diperlakukan begitu. Enak, sedap dan lazat. Itu saja yang aku rasa. Aku terjerit kecil bila Pak Amat menyembamkan mukanya ke tundunku. Bulu-bulu hitam yang menghiasi bukit kecil di celah pahaku dicium. Hidungnya digosok-gosok dari tundun turun ke lurah buritku. Bila lidahnya yang kasar menjilat kelentitku maka secara spontan aku membuka kangkangku lebih luas. Pak Amat meraba bibir buritku dengan lidahnya. Dijolok-jolok lidahnya ke dalam lubang buritku. Bila saja lidahnya menyentuh kelentitku aku mengerang kesedapan. Bila dia mengulum kelentitku yang sudah mengeras aku tak dapat mengawal diri dan terpancutlah cairan panas membasahi permukaan buritku yang sudah basah lencun. Bercampur antara air nikmatku dengan air liur Pak Amat. Pertama kali aku orgasme dan aku sungguh nikmat. Melihat keadaanku yang sudah teramat basah maka Pak Amat membalikkan badannya bagi melakukan serangan terakhir. Baju Pagoda dan kain pelikat yang dipakainya dilondeh. Pak Amat merangkak di celah kangkangku sambil mengarahkan batang pelirnya ke muara buritku. Aku cuba melihat apa yang berlaku. Pak Amat memegang kemas batang koneknya. Terpaku aku melihat batang pelir Pak Amat. Aku tak menyangka Pak Amat yang berbadan kekar itu mempunyai pelir yang kecil dan pendek. Batang pelir Pak Amat rasanya sebesar pelir adikku yang berusia 14 tahun. Perlahan-lahan Pak Amat mendekati diriku yang terlentang menunggu. Kepala licin mula menempel di lurah cipapku yang merah basah. Sekali tekan terbenam kepala bulat coklat tua berbentuk seperti topi keledar itu. Digerakkan punggungnya maju mundur hingga akhirnya batang pelir sedikit demi sedikit terbenam ke dalam rongga buritku. Sedikit pun tak terasa sakit bila Pak Amat membenamkan seluruh batang butuhnya. Padahal kawanku bercerita burit akan terasa sakit pada pertama kali mengadakan hubungan seks. Adegan sorong tarik berlangsung lama. Sementara koneknya keluar masuk dengan lancarnya dalam cipapku, Pak Amat memelukku kemas sambil mulutnya menghisap puting tetekku kiri kanan silih berganti. Bukit kembarku diramas-ramas lembut. Aku terasa geli campur nikmat. Geli tetekku dinyonyot dan nikmat lubang cipapku digaru-garu oleh batang pelir. Sungguhpun pelir Pak Amat kecil dan pendek tapi kesedapannya terasa juga. Otot-otot buritku meramas-ramas batang kebanggaan Pak Amat. Aku kemut buritku supaya Pak Amat juga turut nikmat. Desisan nikmat terkeluar dari mulut Pak Amat yang masih melekat di tetekku yang kenyal. Selepas 20 minit Pak Amat masih gagah. Gerakkan maju mundur makin pantas. Keringat mula membasahi badan Pak Amat malah ada yang menitik ke atas badanku. Bau peluh Pak Amat benar-banar menggoda perasaanku. Aroma badannya membangkitkan nafsuku. Aku hanya mampu mengerang keenakan. Aku terkapar lesu menerima saja layanan Pak Amat. Kakiku merangkul kemas badan lelaki sebaya bapaku yang perkasa ini. Tiap gerakannya menambahkan kenikmatan. Tindak-tanduknya memberi kepuasan. Tiada kata-kata dapat menggambarkan kesedapan yang aku alami. Aku benar-benar puas. Pak Amat menggerakkan pinggulnya makin pantas. Belaian dan ramasan dinding buritku pada baang pelir menimbulkan sensasi yang sungguh lazat. Aku mula merasa balak Pak Amat makin keras. Nafas Pak Amat makin pantas. Gerakan maju mundur makin laju. Satu tekanan yang kuat menekan pangkal rahimku, badan Pak Amat melekat ke badanku, buluku dan bulu Pak Amat bertaut dan suara erangan meledak dari mulut Pak Amat. Serentak dengan itu pancutan panas menerpa ke rahimku. Banyak sungguh cairan panas pekat bertakung dalam rahimku. Otot-ototku menjadi kejang, pautanku ke badan Pak Amat makin erat dan ahhh.... aku mencapai klimaks. Pak Amat mencium dan keluar meninggalkan aku. Aku keletihan dan terlena di dalam pondok durian.


Aku berumur 30 tahun dan isteriku 26 tahun. Kami belum mempunyai anak sebab isteriku masih menuntut di Maktab Perguruan. Isteriku tinggal di asrama maktab dan cuma pulang sebulan sekali kerumah. Setiap bulan aku akan menjemput isteriku dilapangan terbang. Biasanya isteriku cuma pulang petang jumaat dan kembali ke maktab pada malam ahad. Cuma bila cuti sekolah barulah lama isteriku cuti atau ada dirumah. Isteriku tinggal diasrama bersama seorang lagi kawannya yang bernama Ain juga dah berkahwin, sama umur dgn isteriku dan suaminya seorang businessman. Selalunya isteriku akan pulang bersama Ain dan aku akan menunggu kepulangan isteriku bersama suami kawan isteriku, Rizal. Kawan isteriku juga cantik macam isteriku dan aku selalu mencuri pandang pada Ain bila mereka sampai diairport. Kadang2 aku geram juga tengok Si Ain tu sebab Si Ain ni banyak bulu2 halus dilengan dan juga dimukanya tapi aku tak berani nak lebih2 sebab dia kawan isteriku dan sudah bersuami. Suatu hari isteriku menaliponku mengatakan yang dia akan balik hujung minggu ni sebab sekolah cuti selama 2 minggu dan dia meminta kebenaran dariku untuk membawa Ain tinggal dirumah selama 5 hari sebab suaminya kena out station. Aku kata apa salahnya dan dalam hatiku sungguh gembira sebab aku akan dapat tengok Ain dengan lebih dekat lagi. Sampai masanya mereka pun pulanglah dan seperti biasa aku menunggu mereka di airport. Hari pertama Ain berada dirumahku tiada apa yang berlaku, masuk hari kedua aku dah tak tahan melihat Ain dan aku berfikir macam mana nak bantai Si Ain ni. Malam tu dalam pukul 10 kami tengah menonton TV dan aku pergi kedapur untuk membuat air, isteri tengah menonton TV bersama Ain sambil berborak. bila isteriku sedar yang aku nak kedapur dia pun ingin mengikut ku tetapi aku melarang dan aku cakap "pergilah borak ngan Ain tu, sesekali tak apalah abang buat air"; dia pun tak jadi mengikutku. Aku pun terus kedapur membuat air minuman. Aku bawa 3 cawan ke depan dan letak dimeja ruang makan. Satu cawan aku letak ubat tidur dan satu lagi aku letak ubat perangsang yang telah aku beli siang tadi. Aku pun tuang air dalam ketiga2 cawan tersebut. Cawan yang ada ubat tidur, aku bagi isteriku dan yang ada ubat perangsang aku bagi pada Ain. Kami pun menikmati air yang ku buat tadi sambil menonton TV. Setelah 20 minit, aku bangun dan cakap pada isteriku yang aku mengantuk dan nak naik tidur. Didalam bilik aku pura2 tidur dan tak lama selepas itu isteriku pula masuk bilik untuk tidur. Dalam 10 minit setelah isteriku tidur, aku pura2 menggerakkan isteriku tapi isteriku tak sedar apa disebabkan oleh ubat tidur tadi. Aku pun bangun dan keluar bilik, perlahan2 aku turun kebawah untuk melihat apa yang sedang dibuat oleh Si Ain. Aku nampak Si Ain dah gelisah dan kadang mengepit2 pahanya dan aku tahu ubat perangsang itu dah meresap. Aku nampak lagi Si Ain dah meramas2 teteknya dari luar baju tidurnya. Perlahan2 aku pergi kebelakang sofa, Si Ain masih tidak sedar sebab dia mengadap kedepan menonton TV sambil meramas2 teteknya. Aku terus memerhati apa lagi yang akan dibuat oleh Si Ain ni. Kemudian tangan Si Ain dah turun kecelah pehanya dan menggosok2 disitu. Tak lama lepas tu Ain mula menarik baju tidurnya keatas peha dan terus memasukkan tangannya kedalam pantiesnya dan terus bermain didalam pantiesnya.

Aku dengar suara Ain dah merengek2 menahan kenikmatan. Aku pun dah tak tahan terus memeluknya dan meremas teteknya. Ain terkejut dan cuba menolak tanganku. Aku pun melepaskan pelukanku dan terus duduk diatas lantai didepan Ain dan muka ku betul2 dihadapan lutut Ain. Ain pun menurunkan kainnya kebawah untuk menutup pantiesnya. Muka Ain merah padam mungkin kerana malu dan terus bertanya padaku "dah lama ke abang Mad kat bawah tadi?" Aku pun berkata “lama juga dan sempatlah melihat apa yang Ain buat tadi. " Muka Ain bertambah merah tapi aku cakap pada Ain "tak payahlah nak malu2 abang Mad tahu dah sebulan Ain tak dapat sebab tu Ain tak tahan dan kalau Ain nak abang Mad boleh tolong Ain. " Ain tersentak bila aku berkata macam tu dan dia tanya aku balik "apa maksud abang Mad?" Aku pun cakap "tak sedap buat sendiri kalau Ain nak biar abang Mad tolong Ain mainkan Ain punya dengan tangan abg Mad. Ain jangan risau abg Mad tak akan buat lebih dari itu tanpa kebenaran Ain. " Ain terus diam mungkin sedang berfikir tapi aku lihat dia asik mengepit dan menggesel pehanya. Aku pun terus mendekatinya duduk betul2 diatas karpet didepannya dan meletak tangan ku kecelah pehanya. Ain masih duduk diatas sofa sambil menahan tanganku tapi bukan menolak cuma ditahan saja kat celah kangkangnya. Tanganku tak boleh bergerak tapi jariku yang bergerak. Aku gosok2 jariku dipantatnya dari luar baju tidurnya. Tak lama aku menggosok pantatnya, aku lihat Ain dah mula memejamkan matanya dan tangannya yang memegang tanganku tadi pun dah mula lemah. Aku angkat tangannya dan letak dibawah dan aku terus menggosok2 pantatnya sambil aku menarik bajunya keatas. Bila bajunya dah sampai keatas pehanya, aku terus memasukkan tanganku dalam bajunya dan menyambung balik menggosok2 pantatnya diluar pantiesnya. Aku rasa pantiesnya dah basah. Sambil menggosok2 pantatnya aku memandang pehanya yang putih melepak dan aku lihat betisnya penuh dengan bulu2 halus, sungguh cantik. Sedang tangan kiriku bermain dipantatnya, tangan kiriku membelai2 pehanya. Dah puas membelai2 pehanya, tangan kiriku terus masuk kedalam baju tidurnya naik ke teteknya. Aku pun meramas2 teteknya dari luar branya. Aku rasa tetek Ain besar tak cukup tangan ku nak menggengam semuanya. Ain pun makin kuat merengek, aku singkap branya keatas dan terus bermain dengan putingnya. Aku pun perlahan2 memasukkan tangan kananku kedalam panties nya dan terus menggentil bijinya. Aku lihat badan Ain dah mula nak menegang dan rengeknya dah bertambah kuat, aku tahu yang dia dah nak terpancut aku pun menarik tanganku dari bermain di pantatnya dan terus bermain2 dipehanya. Tujuanku aku tak mahu dia sampai dulu sebab aku nak dia sampai dengan batangku didalam pantatnya.
Ain membuka matanya dan memandang padaku seolah2 menyesal aku menarik tanganku dari terus bermain dipantatnya. Perlahan2 aku masukkan tanganku kedalam pantiesnya dan bermain2 ditepi pantatnya. Ain cuba menarik tanganku supaya masuk ke dalam pantatnya tapi aku menahannya dan aku lihat Ain seperti marah. Aku pun terus menurunkan pantiesnya kebawah dan Ain tidak membantah sambil mengangkat kaki supaya senang aku mengeluarkan pantiesnya. Aku pun terus membuka kangkang Ain dan aku lihat pantatnya bersih tanpa bulu dan yang lebih membuat aku geram ialah pantatnya yang rapat dan kecik. Walaupun aku dah kangkangkan lututnya seluas luasnya tapi pantatnya masih tertutup rapat. Aku geram bila tengok pant*t Ain yang kecik dan tembam tu. Aku terus menjilat pant*t Ain dan Ain tak berhenti2 merengek kesedapan dan menggelek2 punggungnya. Aku berhenti menjilat bila aku rasa Ain dah nak sampai. Ain mengeluh melihat ku dangan mata yang layunya, “abg Mad tolonglah jangan berhenti Ain dah tak tahan ni” kata Ain pada ku. Aku pun menjawab, “Ain relek je kejap lagi Ain akan dapat kenikmatan yang tak dapat Ain gambarkan”. Aku pun bangun dan mengangkat Ain dari sofa dan membaringkan nya diatas karpet. Ain menurut sahaja dengan mata nya yang dah betul2 layu. Setelah membaringkannya aku terus buat 69 dan kataku pada Ain, “tak bestlah abg je yang jilat, Ain kena jilat batang abg juga.” Aku tarik kainku keatas dan tersembul batangku keluar betul2 dimuka Ain. Ain pun memegang batangku dan terus membawanya ke mulut. Aku pun terus menjilat pant*t Ain dan Ain mengulum batangku. Bila aku rasa Ain dah nak pancut, aku pun berhenti menjilat pantatnya. Ain mengeluh lagi dan berkata, “abg tolonglah jangan siksa Ain macam ni. . Ain dah tak tahan ni.” Aku pun berkata, “kalau Ain nak lagi sedap dan sampai cepat.. biar abg gosok2 pant*t Ain dengan batang abg ya...” “tak mahulah takut nanti abg masukkan.” “abg tak akan masukkan kalau Ain tak mahu abg cuma gosok kat luar je.” “okay janji tau jangan masukkan.” “Ok” kata ku. Aku pun terus menindih Ain dan menggosok2 batang ku kat pantatnya. Aku terpaksa selak bibir pantatnya supaya batang ku berada didalam lurahnya. Aku terus mainkan batangku dilurah pantatnya dan Ain juga tak berhenti menggelek punggungnya. Kadang2 saja aku sumbat kepala takukku dalam lubangnya dan aku tarik keluar balik. Aku rasa lubang pant*t Ain sempit betul, baru masukkan takuk je aku rasa dah menyepit. Aku terus bermain dilurah dan kdg2 ku masukkan takuk batang ku didalam lubang pantatnya. Bila dah lama aku buat macam tu, aku rasa Ain dah tak tahan, bila aku masukkan aje takukku, Ain terus mengangkat punggungnya dan setengah batangku masuk. Aku cuba untuk tarik keluar batangku tapi Ain menahannya. . “abg jangan kuarkan biarkan kat dalam.” Aku pun berhenti, tarik tidak tekan pun tidak. Ain bersuara, “abg kenapa berhenti, cepatlah Ain tak tahan ni.” “Ain nak batang abg masuk dalam ke?” “ya, Ain nak semuanya masuk. . tolonglah Ain abg, Ain betul2 tak tahan ni.” “Ain tak menyesal ke nanti?” “tak Ain rela. . abg buatlah apa yang abg nak buat pada Ain, . . . Ain rela.” “okay tapi ada syaratnya.” Ain tanya balik padaku, “apa syaratnya. . Ain sanggup buat apa je.” “kalau batang abg dah masuk dan dah rasa pant*t Ain, abg akan selalu nak bukan untuk hari ni saja.” Ain jawab, boleh, abg boleh fu*k Ain bila2 je abg suka... tolonglah masukkan lagi...” Aku pun bila dia dah cakap macam tu... aku terus henjut batangku masuk habis kedalam dan aku lihat Ain tersentak bila aku buat macam tu. “Aduh bang senak perut Ain. . .” Aku diamkan sekejap batang ku hingga Ain dah mula menggelek punggungnya, baru aku start tarik dan sorong. Sambil mengenjut, tangan ku tak berhenti meramas tetek Ain, sekejap kiri sekejap kanan. Kadang2 aku ramas kuat2 teteknya hingga Ain mengadu sakit. Aku kata, “sakit tu nikmat, tahan jelah.” Aku terus meramas teteknya dengan kasar macam orang meramas tepung nak buat kueh. Aku betul2 geram dengan teteknya. Aku lihat tetek Ain dah naik merah2 kena ramas oleh ku. Batang ku tak berhenti mengenjut, kdg2 perlahan, kdg2 laju. Bila aku lihat Ain dah nak sampai, aku terus henjut sekuat2 hatiku dan Ain pun mengeluh “ahhhhhhh...” dan terus memelukku. Ain dah sampai dan aku pun berhenti mengejut. aku biarkan batangku didalam pantatnya untuk memberi nafas pada Ain. Bila Ain aku lihat Ain dah bernafas dengan betul, aku pun mengenjut perlahan2 supaya nafsu Ain naik balik. Bila Ain dah mula bagi respond, aku angkat kaki kiri Ain dan letak diatas bahu kananku dan kaki kanan masih dibawah dan aku henjut kuat2. Bila dah puas main macam tu, aku pusingkan Ain supaya merangkak dan aku henjut dari belakang. Sambil menghenjut dari belakang, jariku mengorek2 lubang juburnya. Tak lama selepas tu Ain pun mengeluh lagi... “ahhhhh” dan badannya terus jatuh keatas karpet. Aku pusingkan Ain telentang dan aku sumbat lagi batangku. Aku diam sekejap bagi Ain tenang kembali. Bila Ain dah ok balik, aku pun mula menghenjut, mula2 perlahan lama2 aku henjut sekuat2 hatiku, sekejap aku masuk dari kiri, sekejap dari kanan, sekejap dari atas dan kadang dari bawah. Macam2 cara aku main pantatnya supaya dia betul2 puas main denganku. Ain dah 4 kali sampai baru aku rasa nak terpancut, dan aku tarik batangku dan pancut diatas perutnya. Aku turun dari badannya dan baring disebalah Ain. Sambil terbaring, tanganku masih bermain2 diteteknya dan aku pun bertanya pada Ain, “mana sedap suami Ain punya dengan abg Mad punya?” Ain jawab sebenarnya suaminya tak pernah main ganas macam aku main, biasa suaminya main slow and steady je dan Ain tak pernah puas sampai 2 kali tapi main ngan abg Mad, Ain boleh puas sampai 4 kali. Aku tanya lagi pada Ain, “Ain ingat lagi tak janji Ain tadi pada abg Mad?” Ain jawab, “ingat bila2 abg nak.. abg minta je.. Ain akan bagi, lagi pun main ngan abg memang nikmat yang tak pernah Ain dapat.” Lepas releks dalam 20 minit, kami pun bangun masuk bilik untuk tidur. Sejak dari kejadian ini, sebulan sekali aku dapat main dengan Ain.

Kisahnya begini. Aku berkhidmat di bandar JB dan kemudianbertukar ke bandar KT. Sebelum bertukar aku kenal sorang girlnama Sue..cute budaknya, bodi solid, umur baru 19 tahun. Akubagi tahu aku dah kahwin, tapi dia cakap, dia suka orang dahkahwin, aku carry-on kawan dengan dia. Aku ni selalu out-station dari KT ke JB dan setiap kali out station, keluardating. Mula-mula aku dengan dia ringan-ringan,Sue ni takkisah dan tak ada boy,so dia merelakan apa yang aku buat.Satuhari, aku acah dia, ajak dia main. Dia kata okaylah...sebabdia nak rasa juga, sedap ke main. Dia sendiri confess dia masih virgin, tapi her don't mind. So one day masa aku out-station aku set masa dan tempat di sebuah hotel. Aku bagino. bilik dan hotel. Sampai masa, lepas Sue habis kerja...ding...dong...ding...dong...bell hotel berbunyi...Sure Sueyang datang. Betul pun.Aku suruh Sue masuk bilik. Dia kata baru balik kerja dannak mandi dulu. Aku bagi towel hotel dan dia agak malu-malu.Sue bersalin dan berkemban. Phuhh...nampak terserlah bodinya.Putih...maklumlah dia ni...emak China kahwin dengan Melayu.Tetek dia taklah besar mana tapi mantap. Bontot dia pun masihpejal. Lama jugak dia mandi...entah apa yang dibeleknya, akutak tahu. Aku relaks aje.Lepas mandi, dia terus baring dengan berkemban. Aku duduksebelahnya, bau sabun..wangi. Aku sembang kejab dan akutahu Sue memang dah ready untuk dikorbankan malam itu. Akupegang tangan dia, aku ramas-ramas. Sebab dia ni virgin, akutengok dia macam gabrah. Aku cakap be cool. Don't worry,Sue angguk...Aku cium tengkuk Sue...sebab dia begitu sensitifbi bahagian tenguk, Aku cium pipinya...dan we did a frenchkiss. Aku tengok nafas Sue dah turun naik. Aku pun denganpenuh romantik mula meraba brest Sue. Breast anak dara...tidak kecil dan tidak besar. Aku ramas perlahan-lahan danSue merelakan. Kemudian aku tanggalkan towel di badan Sue.Aku tak heran pun...sebab aku dah kahwin...macam perempuanlain, ada buah dada dan pantat. Aku perhatikan...Sue nibulu pantatnya dicukur....botak habis. Aku tanya Sue apasalcukur bulu, dia kata rimas bila ada bulu dan susah nak jaga.Aku kemudiannya memainkan peranan, aku romen Sue dari mulut,ke dada, aku ramas buah dadanya, aku jilat nipplenya...yangtadinya agak lembik, dah mula mengeras. Dalam pada itu tanganaku mula menakal. Aku meraba-raba pussy Sue. Sah Sue dahberair. Tapi sebab aku ni dah kahwin aku relaks. Aku terusmerangsangkan Sue. Dia benar-benar horny. Kemudian dalam keadaan dia antara sedar dengan tidak, aku telah pun beradadi celah kangkangnya. Bila aku mula menjilat pussynya...diatersedar dan menutup pussynya dengan kedua tangan...malukatanya sebab aku tengok pussynya. Aku cakap relaks...Suemengalah dan membiarkan aku berbuat apa saja...malah kalautadi kangkangnya kecil sekarang kangkang dan 180 darjah.Aku terus menjilat alurnya...sah masih dara...terserlahmerah pantat Sue...tembab pulak tu dan paling mudah sebabpantatnya bercukur licin...smooth ajer lidah aku menjalankantugas. Air ghairah membasahi pantat Sue...itu yang buat akulagi ghairah. Sebab Sue ni masih virgin...tidaklah dia niemeraung...hanya kedengaran bunyi mengerang halus yang keluardari mulutnya...tak keruan. Jari aku juga memainkan peranan.Aku masukkan jari penunjuk aku ke dalam pussy Sue...tapiterhalang oleh daranya...Sah ada dara lagi budak Sue ni.Tangan Sue pula..mencari kote aku yang telah mengeras sejaktadi. Diramas-ramasnya dan sebab dah ghairah sangat, diasendiri yang menanggalkan seluar aku. Aku cakap kat Sue..nak jikat ais kerim ker? Sue tak faham...lalu aku suakankote aku ke mulutnya...Dia cuba mengelak...sebab tak pernah.Tapi sebab aku ni pandai memujuk...Sue pasrah dan dalamrasa malu..dipegangnya kote aku..dan dijilatnya di kepalakote...Aku cakap...cuba kolom...dalam malu-malu dia mulamengangakan mulutnya dan sedikit demi sedikit, kepala kotehaku dijilat dan dikolomnya...Sempat jugak Sue cakap...bestjugak hisap koteh..Lepas itu, non-stop dia hisap koteh aku.Sebab aku ni dah biasa dihisap kote...aku membiarkan Suemenjalankan peranannya dan pada itu, aku terus memainkanperanan aku di pussy Sue. Kami dalam kedudukan 69. Lama jugakami dalam kedudukan sedemikian.Sue benar-benar ghairah...dia benar-benar horny...rengekansemakin panjang, nafasnya semakin kencang dan benar-benarterangsang. Aku bisik kat Sue..."Sue ready". Sue anggukantara sedar dengan tak sedar. Aku pun mula membaringkanSue. Sebab aku tahu, Sue ni masih virgin, aku ambil bantaldan aku alaskan dipunggungnya...untuk memudahkan pelayaran.Aku...mula menggeselkan hujung kepala kote aku ke pussy Sue.Aku gesel-gesel di bijiknya yang mengeras...perlahan-lahanaku main-mainkan kepala koteh di alur kemaluan Sue yangtelah banjir. Bila timing dan dapat angle yang baik, akutalakan koteh aku yang mengeras tu ke lubang puki Sue.Rengekkan Sue makin panjang. Aku mula menekan perlahan danperlahan... Sah budak Sue ni...masih virgin. Tak bolehgelojoh....Makin lama, makin dalam koteh aku menerjahlubang puki Sue..dengusan ghairah Sue makin panjang.Memangketat lubang puki Sue ni. Tetapi sebab ada pengalaman akutidak terus menjolok lubang puki Sue...aku mahu Sue benar-benar ghairah dan dapat merasakan pengalaman pertamanyadi setubuhi oleh seorang lelaki.Sue...meminta aku jangan buat macam itu...dia benar-benartak tahan. Aku pun slow-slow mula menekan....aku rasa adahalangan...dan halangan ini...adalah daranya..Tindakan akumula agresif. Aku terus menekan batang kote aku...dan serentak dengan itu, Sue menjerit kecil...sakit katanya...Aku cakap...tahan sikit...Sue mengetapkan bibirnya dantangannya memegang hujung katil...untuk terus menahan asakanaku...dan aku terus menekan...halangan itu dilepasi...sahdara Sue dah robek...Aku tidak terus sorong tarik, sebaliknya aku membiarkan sementara...koteh aku dalam pukiSue...Tapi aku tengok Sue pulak yang memainkan peranannya.Punggungnya diangkat ke atas ke bawah supaya koteh akumemasuki pantatnya...Dia benar-benar ghairah...di sorongtariknya batang aku....Aku mula memberi respon. Bermulalahsatu episod...Sue dah hilang kesakitan...seronok danghairah yang memuncak. Air membasihi sekitar lubang pukiSue dan memudahkan tugas aku. Tiba-tiba Sue mengetapkanbibir dan badannya menahan keghairahan...kejang seketika..Sue dah klimaks...tangannya memeluk erat belakang aku...Aku terus menyetubuhi Sue.....dan akhirnya air aku keluarjugak....Aku ingat...tak boleh pancut dalam pussy Sue...Kalau mengandung nanti....susah nak jawab. Aku dah bagitahu Sue...aku tidak mahu ada ikatan dengannya sebab akudah kahwin...Dia setuju...lalu aku pancutkan air maniaku di luar pussy Sue...Aku risau jugak...mana tahu adabenih yang sesat....masuk...Sue benar-benar puas dan lepas itu entah berapa kali akumaking love dengan Sue...selama 3 tahun...Sue sekarang dahkahwin...2 kali kahwin...Tapi kalau Sue baca cerita ni...ingatlah...pengalaman petama itu...akulah guru yang mengajarnya erti seks ini...

Nora amat arif tentang kelakuan Dr. Balbir Singh. Doktor benggali berumur 40-an itu masih bujang tapi kelakuannya mengalahkan lelaki berkahwin. Malah Nora menggelarkan doktor pakar sakit puan itu sebagai seks maniak. Telah dua tahun Nora yang bertugas sebagai jururawat bekerja dengan Dr. Balbir Singh. Doktor benggali ini memang ketagih seks. Pantang melihat pesakit cantik pasti akan dikerjakannya. Berbagai helah dilakukan supaya pesakit yang datang memeriksa akan termakan kata-katanya. Pada mulanya Nora menolak untuk bekerjasama tapi bila dia sendiri mendapat habuan dari Dr. Balbir maka mulutnya tertutup rapi dirasuah oleh pakar sakit puan itu. Anehnya Dr. Balbir hanya akan memilih pesakit keturunan melayu. Pesakit bangsa lain walaupun cantik dan menarik tidak pula diusiknya. Nora pernah bertanya tapi tidak mendapat jawapan daripada Dr. Balbir. Pelik, sungguh pelik pada pandangan Nora. Pasangan Amran dan Nurul memang sepadan. Amran yang kacak bekerja sebagai pegawai eksekutif di sebuah syarikat sementara Nurul yang bertubuh langsing memang cantik dan amat kena dengan kerjayanya sebagai model. Bagai pinang di belah dua, yang satu cantik dan yang satu lagi gagah bergaya. Cuma malangnya hingga hari ini Nurul tidak juga hamil walaupun dia tidak mengambil sebarang ubat pencegah hamil. Pagi itu Nurul ditemani oleh suaminya datang membuat pemeriksaan di klinik pakar tersebut. Sudah tiga tahun mereka berkahwin tetapi masih belum dikurnia cahaya mata. Amran, suami Nurul sudah tidak sabar menanti kedatangan seorang bayi dalam kehidupan keluarganya. Bagi Amran tidak ada apa masalah yang mereka hadapi dalam hubungan suami isteri. Hubungan mereka berjalan lancar dan masing-masing menikmati kepuasan bila bersama. “Kita cuba, mudah-mudahan berhasil.” Amran berbisik di telinga isterinya. Setelah mendaftar di kaunter, Nurul yang ditemani Amran menunggu di kerusi yang disediakan. Amran memerhati pesakit yang keluar masuk. Amran mengira setiap pesakit bertemu dengan doktor antara 5 minit hingga 15 minit. Paling lama ada seorang pesakit mengambil masa kira-kira 20 minit baru keluar dari bilik doktor. Mungkin banyak masalah dan kaunseling yang diberikan doktor, fikir Amran. “Nurul Najwa bt Abd. Rahim.” Nurul mendengar namanya dipanggil. Dia memerhati ke kaunter dan seorang jururawat cantik tersenyum kepadanya. Nurul bangun dan berjalan menuju ke kaunter. Jururawat yang bertugas menegurnya lembut. “Sila ikut saya, puan.” Nurul mengikut di belakang jururawat yang berseragam putih menuju ke bilik pemeriksaan. Dia diarah duduk di sebuah kerusi yang berada di hadapan doktor. Nurul membaca papan tanda yang berada di atas meja doktor berkenaan. Dr. Balbir Singh, Pakar Perbidanan dan Sakit Puan. "Sudah berapa lama awak kahwin?" Tanya doktor Balbir yang berada di sisi kanan Nurul. "Tiga tahun doktor," ujar Nurul lembut. Hatinya berdebar-debar apa yang akan ditanya lagi oleh doktor benggali itu. "Awak releks dan bertenang kerana doktor akan membuat ujian pada kamu, jika kamu tak bertenang, nanti ujian tidak tepat." Nurul hanya mengangguk mendengar kata-kata tersebut. Dia memerhati doktor benggali yang bertubuh besar di hadapannya itu. “Ada beberapa prosedur yang perlu dilakukan. Doktor akan mengukur suhu vagina, kedalaman vagina, reaksi indera pesakit, tindak balas dan apakah pesakit mampu mengalami orgasme.” Dr. Balbir menerangkan panjang lebar kepada Nurul. Nurul hanya mengangguk tanda faham. Nora hanya tersenyum-senyum mendengar penerangan Dr. Balbir. Dalam hatinya dia sudah tahu apa tujuan Dr. Balbir. Nurul yang muda dan cantik akan menjadi habuan doktor ketagih seks sebentar nanti. “Nora, tolong ambilkan glove itu.” Nora mengambil sepasang sarung tangan getah dan dihulurkan kepada Dr. Balbir. Tanpa lengah Dr. Balbir mengenakan sarung tangan tersebut. "Puan Nurul, awak baring di sana," arah Nora sambil menunjukkan katil yang berada di tepi dinding. Nurul menuju ke katil yang tersedia di situ. Di sekeliling katil terdapat tirai dari kain yang menutup katil tersebut. "Puan Nurul kena ganti pakaian dengan pakaian ini. Semua pakaian mesti dibuka termasuk bra dan seluar dalam. Doktor akan memeriksa secara teliti.” Nora menunjukkan sehelai pakaian warna biru muda. Pakaian tersebut hanya bertali saja di bahagian belakangnya. Nurul patuh kehendak jururawat dan pakaian yang melekat di tubuhnya dibuka satu persatu. Bila selesai dia mengenakan pakaian yang diberi oleh jururawat tersebut. “Sudah siap Puan Nurul?” Nora yang berada di luar tirai bertanya. “Sudah, nurse.” Jawab Nurul perlahan. "Awak jangan takut, jururawat saya ada. Awak baring di katil, relaks dan tenang." Doktor Balbir yang memakai sarung tangan getah mendekati Nurul. Hasratnya untuk mendapat zuriat membuatkan Nurul patuh saja arahan dan kehendak Doktor Balbir. “Saya perlu memeriksa vagina awak. Saya perlu mendapat maklumat terperinci mengapa awak tak boleh mengandung.” Doktor Balbir menghampiri Nurul yang terbaring beralaskan tilam nipis. Doktor benggali tersebut memegang kedua paha Nurul dan membukanya hingga Nurul terkangkang luas. Mulanya Nurul malu juga tapi dia terpaksa mengikut tiap prosedur yang akan dilakukan kepadanya. Doktor Balbir terpegun melihat kemaluan Nurul yang sungguh cantik. Bulu-bulu yang dipangkas rapi, tundun yang membengkak dan bibir yang merekah merah sungguh indah. Di sudut atas terlihat kelentit Nurul bagaikan mengintip di celah bibir yang bertaup rapat. Belum pernah Dr. Balbir melihat vagina secantik ini. Tiba-tiba saja nafsunya terangsang. “Sekarang awak buka baju, doktor akan melihat tahap ransangan awak.” Nurul hanya patuh kehendak doktor pakar tersebut. Sekarang dia terbaring telentang bertelanjang bulat. Sekujur tubuh indah itu diperhatikan penuh ghairah oleh Dr. Balbir. Berkulit putih halus, berdada bidang dan berpinggang ramping. “Saya ingin melihat reaksi awak dengan mengusap buah dada awak.” Dr. Balbir mula menjamah lembut buah dada berkembar yang kenyal itu. Diramas bahagian pangkalnya dan diuli bahagian putingnya. Kiri dan kanan secara serentak Dr. Balbir membelai lembut dengan tangannya. Nurul terasa geli bila dilakukan begitu. Dia mula mengeliat dan badannya bergerak-gerak. “Awak normal bila awak terasa geli.” Jamahan, ramasan dan gentelan yang dilakukan oleh Dr. Balbir membuatkan nafsu dan ghairah Nurul mula membakar dirinya. Tanpa sadar cairan hangat mula keluar dan membasahi bibir-bibir faraj Nurul. Aroma vagina wanita mula memenuhi bilik pemeriksaan tersebut. Aroma yang merangsang ini mula menguasai hidung Dr. Balbir dan zakarnya makin mengeras di dalam seluar. “Sekarang doktor akan menguji bau vagina dan merasai sama ada vagina awak berasid atau beralkali.” Dr. Balbir bergerak ke bahagian kaki Nurul. Paha Nurul dibentangkan hingga dia terkangkang luas. Dr. Balbir melihat bibir kemaluan Nurul yang merah basah itu merekah memperlihatkan lurah yang basah. Dr. Balbir mendekatkan wajahnya ke kemaluan Nurul dan mula mencium tundun, kelentit dan bibir merah. Aroma vagina Nurul disedut dalam-dalam oleh Dr. Balbir. Bagi Dr. Balbir, inilah vagina yang paling segar aromanya yang pernah diciumnya. Dr. Balbir sengaja berlama-lama melabuhkan batang hidungnya yang mancung di lurah merekah kepunyaan model dan pragawati cantik. Disedutnya dalam-dalam supaya aroma segar itu bersarang sebanyak-banyaknya dalam sepasang paru-parunya. Nora yang melihat perlakuan Dr. Balbir hanya tersenyum dan tanpa sedar menyentuh pangkal pahanya. Seperti biasa dia diperlukan hadir sama sewaktu doktor memeriksa supaya tidak menimbulkan syak kepada pesakit. Tindakan Dr. Balbir pada Nurul menimbulkan rasa geli dan ghairah pada dirinya. Nora seperti dapat merasai hidung Dr. Balbir yang berlabuh pada belahan bibir kemaluannya yang mula lembab. Spontan tangannya meraba taman rahsianya yang masih tertutup pakaian. Geli dan sedap. Puas dengan aroma vagina Nurul yang memberangsang, Dr. Balbir mula menari-narikan hujung lidahnya yang basah pada kelentit Nurul yang mula mengeras dan membengkak. Dijilat dan dikulum permata sakti itu membuat badan Nurul meliuk-liuk bagaikan ular tedung sedang menari-nari mendengar irama serunai pawang ular. Perlahan-lahan terdengar suara erangan yang terkulum-kulum dan tertahan-tahan mulai keluar dari mulut comelnya. Serentak itu juga cairan pekat yang hangat mulai keluar membasahi sepasang bibir lembut yang berwarna merah segar. Lurah merkah mulai dibanjiri madu nikmat yang membuak-buka keluar dari tasik madu kepunyaan wanita muda yang cantik. Dr. Balbir menjilat dan menyedut cairan jernih yang berlendir itu. Hangat dirasainya bila cairan itu mengalir melalui tenggorokannya dan berkumpul di dalam perutnya. Terketar-ketar dan tersentak-sentak paha dan pinggul Nurul bila lidah kasar Dr. Balbir meneroka sejadi-jadinya lurah, bibir dan kelentitnya. Setelah puas melepaskan geram pada tudun tembam berbulu indah Dr. Balbir kembali berdiri di samping Nurul yang masih terbaring. “Dalam hubungan suami isteri, semua deria perlu peka. Semua panca indera perlu berfungsi dengan baik. Awak faham maksud saya?” “Faham doktor.” “Sekarang saya akan uji indera penglihatan awak.” Dr. Balbir menarik zip seluarnya dan terpelanting keluar batang zakarnya yang yang besar panjang itu. Nurul terkejut dengan tindakan Dr. Balbir tersebut. Hampir terlompat dari katil bila zakar besar panjang warna kehitaman itu terhangguk-hangguk ke arahnya. Batang panjang yang melengkung ke atas macam pisang tanduk itu berkepala bulat yang lebih besar dari batangnya. Dr. Balbir melurut lembut batang kemaluannya sendiri. Nurul dapat melihat kepala pelir Dr. Balbir yang masih tertutup kulup terselak bila dia melurut ke pangkal. “Jangan bimbang, awak tengok saja. Cara ini untuk menguji penglihatan awak. Dalam hubungan suami isteri, mata juga ada peranannya. Awak pernah melihat penis tak bersunat?” “Tak pernah doktor,” jawab Nurul malu-malu. “Sekarang awak tengok puas-puas. Perempuan barat dan jepun memang suka penis tak bersunat. Kata mereka penis tak bersunat cute. Satu lagi yang awak perlu tahu, penis tak bersunat ada hormon pherohmone yang amat disukai wanita.” Dr. Balbir terus memegang dan melurut-lurut seperti melancap batang butuhnya itu. Nurul dapat melihat kepala pelir Dr. Balbir terbuka dan tertutup oleh kulit kulup. Kerana dirinya sudah dikuasai nafsu dan ghairahnya menyala-nyala maka Nurul geram melihat kepala licin yang besar seperti kudup cendawan itu. “Sekarang saya nak uji deria penciuman awak. Awak cium kepala penis saya.” Dr. Balbir mendekatkan kepala pelirnya ke hidung Nurul. Nurul yang sedang mengiring menghadap Dr. Balbir patuh arahan pakar tersebut. Kepala zakar yang lembab dan terloceh dihidu dan dicium. Aroma kepala pelir Dr. Balbir merangsang nafsunya. Mungkin ini yang disebut hormon pherohmone sebentar tadi. Cairan panas makin banyak keluar dari lubang farajnya. Dr. Balbir juga tidak duduk diam, tangannya dengan amat cekap menggentel kelentit Nurul yang membengkak kerana amat terangsang. Pangkal paha Nurul bergetar dek rasa geli dan nikmat hasil belaian tangan Dr. Balbir pada lurah dan permata sakti pusaka nenek moyang. Akibat ghairah dan nafsu yang meledak-meledak membuat Nurul tidak dapat melawan perasaannya sendiri. Dicekak batang besar yang bermain-main di hidungnya dan dimasukkan ke mulutnya yang comel. Balak benggali itu disedut, dikulum dan dihisap penuh semangat. Dr. Balbir mengerang kesedapan bila batang pelirnya dijamah oleh mulut suam wanita muda dan cantik. Terketar-ketar pahanya kerana keenakan dan kelazatan. “Awak wanita normal. Indera rasa awak berfungsi dengan baik. Organ lidah dan mulut awak berfungsi sempurna.” Dr. Balbir bersuara terketar-ketar kerana keenakan batang pelirnya dikulum dan dihisap oleh mulut cantik idamannya. Hanya beberapa saat saja batangnya dihisap, aira mazi mula mengalir keluar dan membasahi kepala pelirnya. Jika dibiarkan lebih lama pasti mani Dr. Balbir akan terpancut dalam mulut model dan peragawati cantik itu. Nurul Najwa sudah lupa bahawa dia sedang diperiksa oleh pakar sakit puan. Dia juga sudah lupa yang dia sedang terbaring di atas katil pemeriksaan di bilik doktor. Dia juga lupa Amran suaminya sedang menunggunya di luar. Nurul hanya ingat nafsunya perlu dipuasi. Ghiarahnya yang membara perlu dikendurkan. “Sekarang doktor akan memeriksa suhu vagina awak, kedalaman vagina dan mengambil contoh air mani awak. Dan yang penting sekali doktor akan menguji apakah awak mampu mengalami orgasme. Doktor akan menggunakan alat semula jadi, awak faham maksud saya.” “Faham doktor, doktor buatlah apa yang perlu, saya sudah bersedia.” Dr. Balbir memberi isyarat kepada Nora yang masih berdiri di bilik itu. Nora faham maksud Dr. Balbir dan dia beredar meninggalkan doktor pakar tersebut menjalankan ujian selanjutnya. Tirai yang menutupi katil pemeriksaan tersebut ditarik sepenuhnya. Doktor dan pesakit yang berada di dalamnya tidak lagi kelihatan. Tapi bagi Nora dia tahu apa yang berlaku di bilik tersebut. Nafsu Dr. Balbir tidak terkawal lagi. Pesakit yang cantik di hadapannya ini tidak patut dipersia-siakan. Malah pesakit istimewanya ini pun sedang menanti pemeriksaan lanjutan darinya. Perlahan-lahan dia merendahkan katil kira-kira separas pinggangnya. Dr. Balbir menarik lembut tubuh Nurul hingga pinggulnya betul-betul berada di pinggil katil. Kedua paha Nurul dikuak hingga terkangkang luas. Dr. Balbir membuka matanya luas-luas memerhati lurah merah yang basah merekah luas. Kelentit di sudut atas menbengkak dan menonjol jelas sekali. Lubang kecil yang lembab kelihatan terkemut-kemut menanti untuk menyedut batang yang akan memberi kenikmatan. Dr. Balbir tak mampu lagi menunggu lama. Kepala pelirnya yang basah oleh air mazi dirapatkan ke muara yang merekah. Sebagai salam perkenalan Dr. Balbir menggesel-geselkan kepala pelirnya yang sudah terloceh ke kelentit Nurul. Digerak naik turun beberapa kali hingga Nurul mengerang keenakan. Terlihat cairan yang berbuih-buih mula keluar dari lubang kecil yang terkemut-kemut itu. "Emm... aahhh.... " Dr. Balbir menempelkan kepala torpedonya di lubang kecil yang berdenyut-denyut. Nurul merengek bila kepala zakar Dr. Balbir yang besar sedikit demi sedikit menggelongsor masuk ke dalam lubang farajnya. Perlahan tapi mantap batang Dr. Balbir menyelam ke dalam lubang Nurul yang terasa sungguh sempit dan ketat. Kepala pelirnya terasa seperti terbakar kerana lubang Nurul sungguh hangat. Sedap dan nikmat dirasai Dr. Balbir bila Nurul mula mengemutkan lubang farajnya. Gerakan sorong tarik makin lancar bila perasaan nikmat menjalar ke seluruh batang besar doktor benggali tersebut. "Emm... aahhh.... " Erangan Nurul makin kuat bila farajnya mencengkam kemas zakar Dr. Balbr. Memang luar biasa dan inilah pertama kali dia merasakan sesuatu yang besar dan panjang menyumbat padat rongga syurgawinya itu. Pertama kali Nurul merasai pangkal rahimnya disondol-sondol kepada zakar lelaki. Tiap kali tersentuh maka jutaan kenikmatan menjalar ke seluruh tubuhnya. Nurul menggelupur nikmat bagaikan ayam disembelih. Zakar suaminya tak mampu menyentuh pangkal rahimnya selama tiga tahun dia berkahwin. Belum pernah seumur hidupnya dia merasai senikmat ini. "Emm... aahhh.... " Nurul merengek dan mengerang makin kuat bila Dr. Balbir menarik dan menyorong zakarnya. Setiap kali zakar ditarik, Nurul terasa seakan-akan seluruh isi farajnya terikut keluar. Dia menggelepar dan menggelupur penuh nikmat. Jeritan dan erangan kuat oleh Nurul dapat didengar oleh Nora yang sedang berada di luar menunggu di meja doktor. Nora juga makin rancak meraba dan menggentel kelentitnya. Tangannya sudah berada di dalam seluar dalamnya yang telah basah. Sepuluh minit berlalu, Nurul Najwa telah dua kali klimaks dan tiba-tiba seluruh tubuh Nurul kembali menjadi tegang dan tanganya memegang erat kepala katil, kepala Nurul menggeleng-geleng ke kiri dan ke kanan, farajnya berdenyut-denyut mencengkam zakar yang besar dan panjang yang pertama kali mencecah pangkal rahimnya. Dr. Balbir tak mampu bertahan lagi bila faraj Nurul meramas dan mencengkam erat batang zakarnya. Belum pernah dia merasai faraj sesedap ini. Maninya yang telah berkumpul di kolam takungan tak mampu dipertahan lagi. Badannya mula menggigil, pahanya juga bergetar dan perasaan geli yang teramat sangat menjalar di batang zakarnya. Dr. Ranjit menekan kulat hingga seluruh batangnya terbenam dan sepantas kilat maninya memancut keluar menyembur ke dalam faraj Nurul. Bagaikan terkena aliran elektrik Dr. Balbir terketar-ketar tiap kali maninya terpancut keluar satu demi satu hingga tujuh das ditembak ke rahim Nurul. Serentak itu juga Nurul menjerit kuat melolong nikmat bila dia juga mengalami orgasme bila pangkal rahimnya disembur oleh benih-benih hangat doktor benggali itu. Dia dapat merasakan mulut rahimnya ternganga luas menunggu semburan benih lelaki dan terasa kemudiannya rahimnya seperti menyedut-nyedut benih-benih pakar sakit puan yang menerpa laju ingin menyemai rahimnya. Nurul terkulai layu dan keletihan bila dia menikmati orgasme yang paling nikmat dalam hidupnya. Matanya terpejam rapat bagaikan enggan dibuka. Masih terasa batang Dr. Balbir masih berlabuh dalam lubang farajnya. Cuma batang itu tidak lagi sebesar dan sepanjang tadi. Dia tidak membantah Dr. Balbir masih merendamkan batang keramatnya itu. Nora yang berada di meja Dr. Balbir terkejut dengan lolongan kuat dari Nurul. Lolongan nikmat itu sungguh syahdu dan dia sendiri juga mengalami klimaks bila jarinya makin laju menggentel kelentitnya sambil membayangkan batang besar Dr. Balbir keluar masuk dalam lubang farajnya. Di dalam Nurul dan Dr. Balbir keletihan, di luar Nora juga keletihan. Keletihan yang sungguh nikmat. “Awak normal. Tidak ada kekurangan pada diri awak. Mungkin suami awak yang perlu diperiksa, mana tahu benihnya tidak cukup atau kurang cergas. Kerana itu awak tidak mampu dihamilinya.” Dr. Ranjit yang kembali duduk di kerusinya menerangkan hasil ujiannya kepada Nurul yang telah lengkap berpakaian yang duduk di kerusi di hadapannya. "Doktor akan beri kamu ubat penyubur dan vitamin,” kata Dr. Balbir sambil menulis sesuatu di kad rawatan. Nurul membetulkan pakaiannya dan keluar menunggu namanya dipanggil untuk diberikan ubat. Di luar suaminya tersenyum mesra kepadanya. "Best ke perempuan tu? Dahsyat betul saya dengar suaranya." Nora tersenyum kepada Dr. Balbir. “Paling best yang pernah saya rasa. Jangan bimbang lepas kerja nanti awak akan mendapat habuan awak.” Dr. Balbir tersenyum kepada Nora. “Lama betul pemeriksaannya, lama betul abang tunggu.” Amran bersuara kepada Nurul. “Betul bang, pakar tu buat pemeriksaan teliti. Harap-harap kita akan menimang cahaya mata tak lama lagi.” Nurul hanya tersenyum kepada suaminya. Pertama kali dia diperiksa seperti itu oleh doktor pakar sakit puan. Kalau perlu dia sanggup mengulanginya lagi.___________


Sudah tiga bulan Samsiah bekerja menolong mama mengambil upah menjahit pakaian wanita. Di samping itu dia rajin menolong ke dapur. Bak kata pepatah Melayu, ringan tulang. Nampak gaya mama sangat sayang sama Samsiah. Kekadang jerlous juga aku dibuatnya. Mama lebih mengutamakan dia daripada aku. Al maklum sajalah dia cuma ada aku aje. Mama teringin benar nak anak perempuan.

Asalnya, Samsiah ini menghubungi aku untuk mencari kerja kilang. Gadis Kelantan yang kutemui semasa kami duduk sebangku dalam bas eskpress semasa aku pergi ke Kota Bharu tempoh hari. Pergi menghadiri majlis perkahwin rakan sepejabatku. Apabila tiba di Kl ini, mama offer kerja menjahit pakaian wanita. Hasil jahitan Samsiah bagus sekali, Ramai pelanggan yang memuji. Tiap bulan dia dapat bayaran upah menjahit baju dan pakaian lainnya.

Rumah kedai tempat kami berniaga ini milik papa. Setelah papa meninggal, mama sewakan tingkat bawah. Urusniaga mama dijalankan fi tingkat atas. Peniagaan mama tak perlukan ruang yang besar. Di samping itu, terdapat tiga buah bilik di atas tu. Bilik tidur utama dijadikan tempat menjahit. Setiap hari ada tiga orang menolong mama di situ. Samsiah pula gunakan ruang makan. Dua bilik yang lain, satu untuk mama dan Samsiah. Yang satu lagi untuk siapa, kalau bukan aku.

Pada bulan pertama aku tak kisah sangat dengan Samsiah ni. Tapi apabila masuk bukan kedua, aku ajak-ajak ayam, dia mahu ikut membonceng motosikal pada setiap malam minggu. Selepas menonton wayang, kami makan-makan dan minum. Kemudian baru pulang ke rumah. Sebelum balik tu kami lepak- lepak dengan member-member lain di tempat biasa. Aku kenalkan Samsiah pada mereka. Bertepuk-tamparlah kami. Lewat tengah malam baru kami pulang. Pada mulanya mama tak bising, tapi akhir-akhir mama banyak beri nasihat. Jadi, kalau kami keluar pun, awal-awal lagi kami dah balik.

Walaupun selalu keluar, aku belum pernah lagi 'mengusik' si Samsiah ni. Sumpah !. Tapi sejak akhir-akhir ini aku mula tertarik dengan keayuan gadis Kelantan ni. Raut wajahnya bujur sirih berserta dengan warna kulit sawo matang menambah kejelitaan Samsiah. Aku cuma 5' 8". Sementara Samsiah, cuma had telingaku aje. Hampir sama tinggi dengan mama. Rambutnya panjang ikal mayang pula tu. Tapi punggungnya agak lebar. Suka memakai track suit dan baju-T jika di rumah. Dan memakai jeans jika keluar ke pusat bandar.

Hampir setiap malam aku dan Samsiah duduk berborak di atas tangga naik ke rumah kami. Walaupun kami berborak sampai larut malam, mama tak pernah bising. Mungkin sebabnya kami masih berada di dalam rumah. Tak ada perkara khusus yang kami bincangkan. Mana-mana yang ingat, itu yang kami bincang dan bualkan. Butir buah perbualan kami banyak tertumpu pada cerita filem Hindustan.

Dalam bebas berbual tu, ada dua perkara yang Samsiah langsung tak suka nak disebut atau diperkatakan. Satu fasal keluerganya. Dua fasal buah hati. Sebut aje perkara ini, mukanya naik masam. Mulalah dia membisu seribu bahasa. Jadi, oleh kerana dah terkena, aku tak pernah lagi bertanyakan hal itu. Dah serik dah.

Tapi kalau ditanya camkan ni,"Boleh temankan Jo tidur tak ?"

Dia senyum tapi tangannya mula mencubit-cubit pahaku,"Dah gatal le tu. Dah miang le tu."

Dalam usahaku menepis cubitan sayangnya tu, kekadang aku tersentuh payu daranya. Tersinggul punggungnya. Kekadang tercium pipinya. Seronok lak aku.

Enam bulan dah berlalu. Hari itu mama tiada di rumah. Dia pergi menghadiri perkahwinan cucu saudaranya di JB. Atas alasan tak dapat cuti jadi aku tak ikut mama. Manakala Samsiah pula, atas alasan segan. Namun, ramai lagi pelanggan yang belum mengambil baju mereka. Jadi tak ada sapa nak uruskan itu semua. Jadi mama kurang memaksa.

Hari itu lebih kurang sembilan malam aku sampai di rumah. Selain perlu siapkan kerja pejabat, aku singgah di rumah kawanku, untuk berbincang sesuatu. Selepas makan di situ baru aku balik ke rumah. Sampai di ruang tamu aku dapati Samsiah sedang duduk menonton tv di ruang tamu. Lantas aku pun duduk berlunjur di sofa panjang menemani Samsiah.

Sebelum duduk tadi aku tepuk pahanya. Lembut aje. Tepukan manje katakan. Tanpa aku duga dia pun berbaring berbantalkan pahaku. Tak sampai hati aku nak menolaknya. Sebagai tanda sayang, aku usap-usap lengannya. Kemudian dia peluk tanganku yang mengusap-usapnya tadi. Ada masanya dicium-ciumnya tanganku itu. Satu perasaan ghairah dan berahi mula menikam sanubariku.

Oleh sebab itu aku mula mengusap-usap dadanya yang masih 'berbungkus' dengan baju-T itu. Sedikit pun dia tak menolak. Malahan kulihat dia menikmati kesedapan. Badannya mula mengeliat dan dadanya bergerak pantas.

Sambil itu aku menundukkan kepala untuk mencium dahinya. Terhidu bau wangi akan bedak yang dipakainya. Walaupun dia selalu ikut aku keluar hingga jauh-jauh malam, namun aku tak pernah 'menjamah' dia seperti ini. Kali ini aku sendiri tak tahu. Mungkin juga ada orang 'ketiga' merangsang hatiku untuk berbuat demikian. Kemudian aku memberanikan tanganku menjalar ke dalam colinya. Malahan kali ini dia memberi laluan dengan mengangkat sedikit badannya supaya mudah tanganku menyelak baju-T yang dipakainya lalu merayap dan mengusap-usap buah dadanya.


Tanganku terasa 'panas'. Semakin kuramas semakin memuncak rasa berahiku. Ternyata Samsiah juga sedemikian rupa. Jelas kelihatan dia begitu horny sekali. Sebaik sahaja aku 'main-mainkan' puting payu daranya, badannya semakin kuat mengeliat. Tak putus-putus mulut Samsiah merengek. Lantas dia mengerang, "Yeah yeah yeah"

Tiba-tiba Samsiah bangun lalu duduk. Aku terperanjat sikit. Secepat kilat dia menanggalkan baju dan colinya. Mataku terpaku pada payu daranya. Memang muntuk. Kelihatan tegang dan memejal. Berbetuk buah betek; pangkalnya nampak kecil sedikit, bahagian tengah membesar, dan putingnya baru nak timbul. Saiznya ngak besar. Besar sikit dari buah lai. Urat-urat biru jelas kelihatan pada payu daranya yang putih melepak tu.

Sebaik sahaja baju dan coli dicampakkannya ke lantai, Samsiah menerkam lalu menciumi pipiku. Apa yang boleh aku lakukan melainkan memeluk erat pinggangnya. Aku rapatkan payu daranya dengan dadaku. Lantas aku balas ciuman dan kucupan Samsiah. Aku kucup lidah Samsiah. Sebaik sahaja kukucup dan kujilat bibirnya dan lidahnya, perjalanan nafas Samsiah bertambah laju. Nafasku juga jadi sesak. Alat sulitku juga mulai jadi tegang.

Kemudian Samsiah membuka butang bajuku. Aku bantu dia untuk menanggalkan kamejaku. Kemudian dia bangun lalu melurut seluar track suitnya. Kini dia cuma berpanti sahaja. Kemudian dia membuka zip seluarku lalu melucutkan seluarku. Spenderku juga ikut ditanggalkannya. Aku sendiri rasa segan apabila melihat alat sulitku sudah tegang dan keras serta basah berlendir di bahagian kepalanya.

Amat lazat sekali aku terasa apabila alat sulitku ini diusap-usapnya bertalu-talu. Tiada kata yang dapat menerangkannya. Aku tak mahu dia menguasai diriku. Lantas aku bangun lalu melutut untuk melucutkan pantinya. Kemudian aku baringkan dia di atas sofa itu. Mulutku mula menghisap-hisap payu daranya. Dan tanganku pula meramas-ramas dan mengusap-usap buah dadanya yang gebu itu. Paduan dua tenaga ini telah benar-benar menjadikan Samsiah lupa daratan.

Jelas kulihat dan kurasa badannya mengeliat kuat. Pinggulnya dan dadanya terangkat-angkat silih berganti. Sekejap buah dadanya yang dijulangnya. Sekejap lagi cipapnya pula terjungkit-jungkit. Dalam keadaan begini, aku sempatkan masaku untuk mengusap-usap atau menggosok-gosok dengan tapak tangan bulu cipapnya yang tinggal sejemput. ( Entah bila masanya dia trim, tak aku sedari. Dia dah enam bulan duduk dengan kami.) Aku rasa aku macam hero aje. Aku telah dapat membangkitkan mood atau nafsu berahi Samsiah. Jelas terdengar kuat suara Samsiah mengerang dan merengekkan perkataan,"Yeah, esy. Yeah,esy. Yeah, esy"

Dalam waktu yang sama alat sulitku menjadi tegang dan keras macam kayu. Kalau digantungkan batu pun tak tunduk dan lentur punya. Pada lubangnya terdapat lendir. Aku pusar-pusar jariku untuk menyapu lendir tersebut. Ternyata kepala alat sulitku terasa sedap dan lazat. Jariku bergerak licin dan lembut. Oleh kerana mulutku masih lagi menyonyot puting payu daranya, dan tanganku yang lagi satu terus- terusan mengusap-usap jembut dan pintu cipapnya,( yang satu lagi tanganku mengusap-usap alat sulitku) kudapati Samsiah semakin kejang badannya mengeliat. Tangannya, sekejap merangkul kuat rambutku, sekejap meronta-ronta tak tentu hala. Hampir setiap saat dadanya dan pinggulnya dijongkang-jungkitkannya silih berganti.

Suaranya terus-terusan merengek dan mengerang,"Yeah, esy. Yeah,esy. Yeah, esy"

Kini Samsiah duduk menyandar dengan cipapnya dikuak habis. Kedua- dua pahanya dikangkangkan luas-luas. Aku pula duduk melutut di atas lantai simen. Dengan kedua belah tangan Samsiah menyelak bibir cipapnya, akupun mula menjilat-jilat biji kelentit yang sedia sudah kembang dan basah berlendir itu. Samsiah meraung habis. Dalam masa yang sama, tanganku terus-terusan melancap batang sulitku.

"Cukup Jo, cukup. Samsiah dah tak tahan. Cukup Jo" rayu Samsiah padaku.

Dalam raungan, rangkulan, dan rontaan Samsiah itu, air maniku terpancut. Bukan terpancut ke dalam lubang cipap Samsiah, tapi ke atas simen. Aku pun berhenti menjilat cipap Samsiah. Dia berhenti meraung dan kembali dalam keadaan normal.

"Kenapa Jo tak masukkan tadi. Kenapa Jo pancutkan di tempat lain!." rengek Samsiah. Sambil tu tangannya menampar-nampar sayang pipi dan daguku. Dia nampak keciwa.

Aku diam aje. Aku berdiri lalu membongkok mencium dahinya. Kemudian aku duduk di sisinya. Sebaik sahaja aku duduk, Samsiah baring semula di atas ribaku. Tangan kuletakkan pada payu daranya. Sambil tu jariku mencuit-cuit puting teteknya. Manakala kedua-dua tanganya memeluk erat tanganku.

Ketika itu baru aku sedar. Aku sedar siaran tv sedang menayangkan rancangan 'Dunia Jam 10'.

"Kalau Jo tanya, Samsiah marah tak"

"Apa dia Jo ?"

"Samsiah sayang tak pada Jo"

"Ha ha ha, Kenapa Jo tanya begitu ?"

"Apa kata kita kahwin aje !"

Kakak iparku ni Namanya Lina ( bukan nama sebenar) umurnya sebaya dengan aku dalam usia lewat 38an tapi belum berkahwin. Aku berkhawin dengan adik dia Liza berumur 25tn. Mungkin kerana kedudukannya jawatan dan kelulusan yang tinggi menakutkan orang nak meminang beliau walaupun beliau sangat cantik dan berkedudukan. Kami tinggal di utara semenanjung.

Oleh kerana beliau tinggal seorang dirumah yang dibelinya. Beliau meminta aku dan isteri aku tinggal bersama-sama beliau. Cadangan ini juga mendapat restu dari mak mertua aku yang selalu bimbang dengan beliau kerana tinggal seorang. Maka aku pun pindah dan tinggal bersama-sama beliau dan kini sudah hampir 8 bulan aku duduk free tak payah bayar sewa.

Kakak iparku ini berkulit putih gebu dan berbulu roma lebat , rambut lurus paras bahu dan amat menarik mata memandang. Sepanjang dirumah beliau sentiasa berbaju kurung dan agak sukar aku nak lihat tempat-tempat berahi seperti lurah dada atau sebagainya kerana beliau sentiasa berwaspada ketika berdepan dangan aku ketika makan atau menonton tv bersama-sama. Aku memang respek habis kat kakak ipar aku nie.

Walaupun tinggal bersama kami keluar kerja berasingan. Kebiasaannya aku dan isteri aku akan keluar awal dengan kereta aku sebab kami masuk kerja jam 8.00 pagi dan kakak ipar aku keluar lewat dgn. keretanya . Kami jarang bertembung masa nak ke pejabat kecualai waktu makan malam bersama .

Okeylah nak jadi cerita pada satu hari aku rasa tak sihat dan rasa tak nak kerja dan menyuruh isteri aku memandu sendiri kereta ke pejabatnya. Dan aku menyambung tidur aku setelah isteri aku keluar .

Sekitar jam 10.00 tgh hari aku bangun nak mandi dan perlu melepasi bilik kakak iparku tiba-tiba aku terdengar suara orang mengerang, kuat pula tu dari bilik kak ipar aku. Timbul rasa aku nak ambil tau apa yang sebenarnya berlaku, manalah tau kalau2 dia sakit ke? atau hal2 tak baik berlaku padanya. Aku bergerak perlahan-lahan kearah lubang kunci pintu dan aku mengintai.

Terkejut berok aku kerana aku melihat kak ipar aku tanpa sehelai benang dibadannya menyandar dibahu katil, mengangkang kaki sambil mengosok-gosok pantatnya yang putih dan berbulu cantik manakala tangan satu lagi meramas-ramas tetek bersaiz 34b. Ooo… Ini kerja Kak iparku rupanya.

Aku teruskan aktiviti mengintai dengan penuh nafsu kerana ini adalah kali pertama aku dapat lihat tubuh badan kak ipar aku tanpa sebarang baju dan ini sukar dipercayai. Aku pun naik stim habis tengok live show dari kak ipar aku dan mengurut-urut kote aku sambil mengintai dan mula melancap seiring jarinya di lubang pantatnya.

Di kepala aku mula timbul keinginan sex nak main ngan kakak ipar aku ni. Aku memutar tombol pintu rupa-rupanya tak berkunci. Aku membuka pelahan-lahan dan sudut ini aku dapat lihat lebih jelas dari lubang pintu. Pantatnya yang merah dan berair itu, Kak ipar aku begitu asyik masih tidak sedar aku mengintai dia.

Hampir 10minit, tiba-tiba kak ipar aku mengerang agak kuat` ohhh……… ‘ sambil mengepit pahanya. Mendengar suaranya yang mengerang menambah nafsu ku sambil merancakkan aktiviti melancap kian laju. Kak ipar aku mengerang bertambah kuat ‘ Aghhh………ooooohh……’. Tanpa diduga aku pun terkeluar suara yang agak kuat darinya bila terpancut `Aghhh…………….’ . Kak Ipar aku terkejut dan meoleh kearah ku.

`Adik ! , buat apa…….. buat apa kat situ ? kenapa berbogel pula ?’ jerit kak ipar aku sambil menarik selimut menutup badan nya yang masih bogel. Aku naik panik tapi buat der ajer.

`Saya .. saya tengok akak tadi …saya tak tahan so tumpang ……. sama kak ’ aku yang masih berbogel memberanikan diri menolak pintu lebih luas dan menuju kearahnya.

` Adik Jangan masuk sini …. naper bogel … tak malu kat akak ker ? katanya. Aku hanya berdiam diri seketika melihat tingkahlakunya yang mengelabah. Apa nak jadi jadilah, Aku nekad.

`Eee…. malunya akak….jadi adik dah lama ke kat situ ? ‘ merah padam muka kak ipar aku.

` aha , semua ...‘ jawap ku sambil mengangguk.

`Naper adik buat camni kat akak…malu akak dik ‘sambil menutup mukanya yang mula nak menitis air mata.

` kan adik dah keluar ngan liza pergi kerja tadi ‘ Tanya kay ipar aku.

` Liza keluar sorang drive sendiri , saya malas nak pergi kerja ... mana saya tau akak tengah tu tadi ' jelasku sambil berdiri di muka pintu.

` Eeeee.... malunya akak dik…. Habis adik nampak tadi...? dia glabah.

` aha nampak semua dari mula sampai habis’ kataku

` naper jadi cam niiiiiii..... ’ keluhnya

` Alah biasa lah akak , apa nak dimalukan ...saya pun biasa buat sorang2 juga kalau Liza (adiknya) tak ada ’ pajat aku sambil bergerak kearah kak ipar dlm keadaan masih berbogel.

` Malunya…dik, Ni, adik nak buat apa nii kat akak, adik jangan buat bukan-bukan dik ” tapi matanya aksyik melihat kearah batang aku semasa aku berjalan dan duduk dikatil hujung kakinya.

` Tadi saya terdengar lepas tu ternampak dan saya stim lah ngan kakak ‘ kata aku sambil mengurut-urut kakinya dari luar selimut tapi dia melarikan lakinya. Aku nekad nak main juga ngan dia hari ni. Usaha pasti berjaya itu prinsip aku , hehehe.

`Adik, jangan adik… ni akak tau , jangan buat camni ... adik suami adik akak tau ? ’ kata kak ipar aku sambil menutup badan dengan selimut cuba melarikan diri dariku. Aku lihat muka dia merah dan suara terketar-ketar, takut. Malulah kot tapi aku tak perduli.

` Please akak, adik tak tahan ni ... i tau akak pun nak kalau tak naper akak buat tu tadi ...’ ayat aku nak nak memerangkap dia. Aku melompat naik ke atas katil menindihnya sambil memegang kedua tangannya yang meronta2 sambil mencuba untuk berkucupan. Kakak ipar aku cuba meronta, aku terus mengomol mencium leher dan menjilat-jilat sekitar cuping telinganya.( Ini part kelemahan wanita yang pernah ku kenali ).

` isyyyy .....janganlah dik .... kak tak suka lah ....’ dia merayu. Aku masih teruskan meromennya. Selang beberapa ketika ia mula berdesis ` mmmmpp…….. aghhhhh……’ Aku dapat rasakan nafasnya kian laju dan rontaannya kian lemah. Aku merenong mukanya dan bersuara.

` Give me your kiss lips ‘. Kata ku lalu mencium mulutnya. Beliau memejam mata tapi tidak membantah tindakkan aku. Mulanya tiada respon lama kelamaan dia mula membalas dan menyedut-nyedut lidahku. Ketika ini baru aku melepaskan tangannya. Hisap menghisap lidah berlaku beberapa ketika. Dia mula bertindak ganas membalas dengan menjilat kupingku. ( Aik…ini green ligh ni ) dengan perlahan-lahan aku menurunkan selimut yang menutupi tubuhnya. Dia tidak mambantah lagi.

Dada kami bertemu, aku menindih buah dadanya dan aku dapat merasakan betapa gebu dan kental buah dadanya. Aku memandu tanganku buah dadanya , meramas-ramas dan bermain-main putingnya sekali dan aku menggosok-gosok puting susunya.

Aku melepas ciuman. Kak ipar kian lemah dan pasrah melepaskan senyuman padaku dan aku terus kearah teteknya yang putih dan gebu dan menjilat-jilat putting & teteknya.

` aghhh.... dik …aghhhh.. sedapnya dik…..” Kak ipar aku mengeluh sambil bermain-main rambut aku. Sambil menghisap teteknya, aku memerhatikan bahagian pantatnya dimana ia mula membuka kelangkangnya.

Mungkin dia menyedari aku memerhatikan bahagian sulitnya lalu la menutup dengan tangannya sambil menrapatkan kakinya semula. Aku menolak tangannya ketepi sambil mengarah tanganku ke arah tempat keramat itu.

`Jangan dik… akak takutlah nanti ….’ ujarnya.

` syyyy…… ‘ aku memberi isyarat berdiam diri sambil mengusap-usap perlahan bahagian atas pantatnya dan menurun ke bibir pantatnya yang dah berair sejak tadi. Aku mendesaknya membuka kaki. Hasil urutan pada pantatnya dan desakan ayat-ayat manja dengan lemah ia membuka kakinya perlahan-lahan.

` aghhh.. dik. Please jangan .... ’ keluhnya. Tanpa ambil peduli sambil meramas teteknya aku kian berani menurunkan ciuman ku ke perut , kepusat dan aku dapat lihat dengan jelas pantatnya yang putih berbulu cantik dan lubang kemerahan yang bakal aku terokai.

` aghh...ohhhh... ‘ merenggek kak ipar aku ketika aku mula jmencium pantatnya baunya sungguh harum. Bila jidah aku mencecah lurah pantatnya. Dia bersuara kecil ` aghnn…geli…dik akak geliiiiiii...' . keluh akak ipar aku. Aku terus menjilat tanpa membuang masa. Sedap betul jilat pantatnya yang dah berair lencun.

` syyyy….. just enjoy dah ler… ’ kata aku dambil meneruskan aktiviti menjilat dan menghisap kelentitinya. Malah lidahku aku jolokkan ke dalam lobangnya.

` Aghhh sedapnya, hiiissshhh haaaaaaaahhhhhh sedapnya dik, dik aduuhhhhhhh sedapnya dik, hiiiiiiiii huuuuuuuuuuuu’ kak Ipar kian cair terus menerus mengerang dan merintih. Kini ia memberi respon yang baik, bila aku jelirkan lidahku ke dalam lubangnya, kak ipar aku mula menolak pantatnya rapat ke mukaku sambil mengepit kepalaku, hampir hampir lemas aku dibuatnya.

Kak Ipar aku terus merintih dan mengerang tak henti henti. Punggungnya kejap tinggi kejap rendah. Aku terus memaut kemas punggungnya sambil mulut dan lidahku terus menerus menjilat pantatnya.

` aghhh…….... sedapnya dik……akak tak tahan ni ….akak nak …….aghhh………’ serentak dengan itu aku dapat rasa ada cecair licin yang mengalir keluar dari kemaluannya dan aku terus jilat dan telan semua airnya. Aku membangun kan badan dan membangunkan dia sambil menghala batang aku ke mulutnya . Seperti memahami tujuannya tapi malu-malu dia dia menolak manja ` Tak mahulah dik ’ katanya.

` Pleaselah kak ‘ rayuku sambil meletakan tangannya pada batang aku dan ia menyambut dan membelai batang aku sambil membelek-belek seperti budak kecil.

` akak tak biasa buat camni dik , tak pernah pegang benda ni besarnya dan keras pula tu.….. ‘ katanya sambil menganggam batangku dan memandang padaku dengan raut muka penuh manja .

` It’s a firsttime for everybody, ala cubalah dulu..‘ kataku sambil menolak kemulutnya. Dia mula menerimanya mulanya mencium, menjilat dan kemudian dia mengulum kepala batang aku, tangannya meramas ramas mesra buah aku. Aduh, nikmatnya tak boleh nak diceritakan firsttime hisap tapi macam pro. Kemudian kak iparku makin mahir dan bertambah lancar mengulum batang aku dan memasukkan hampir kesemua batang aku dalam mulutnya, punggungku terangkat tanda nikmat yang teramat sangat.

` aghhh sis, u r great sucker lah…sedapnya….sis ‘ Kak ipar aku terus mengulum tanpa henti, sambil hujung lidahnya dijelir jelirkan menyentuh kepala pelirku. Mataku pejam rapat. Inilah salah satu kenikmatan dihisapan yang sebenarnya. Sambil itu tangan aku meramas-ramas teteknya tak henti-henti dari tadi sambil mata menumpu pada pantatnya yang berbulu.

` Akak tak tahan lah dik, do it now, please……’ ujar kak ipar aku dengan penuh manja hilang perasaan malunya dan sukar bagi aku menolak cadangan ini yang datang dari dia sendiri. hehehe

Aku membaringkan Kak ipar aku dan dia membuka kuas kakinya , aku menindih sambil meraba dan mengusap pantatnya. Kemudian dia merangkul tubuhku dengan kuat. Sambil berkucupan aku memandu batangku menghala batang aku ke pantatnya dan mengesel-gesel di pintu alat sulitnya. Aku lihat akak ipar aku memejam mata sambil mengigit-gigit bibirnya sementara menunggu tindakan aku.

Apabila terasa basah dik airnya yang semakin banyak aku menolak pelahan-lahan kepala masuk ke dalam lubang pantatnya. Baru lepas mencecah masuk kepala Kak ipar mula mengeletar dan mencengkam kuat belakang aku.

` isk..sakit lah dik..aka tak biasa buat cam ni...’ bisik akak ipar aku. ( Aik tak biasa main rupanya akak ipar aku nie – daralah kiranya nie, aku bertambah semanggat lagilah aku nak manjamah tubuhnya. Aku hentikan semantara kedudukan batang aku dalam lubangnya.

` sakit kejap jer tu... pastu okeylah , semua orang pun camtu… saya do it slowly..okey ‘ pujuk ku. Kak ipar aku merenong aku dengan mata kuyunya dan mengangguk tanda setuju.

` tahan sikit, nak masukan lagi ni ‘ kata ku sambil menolak kedalam. (ketatnya pantat ini )bisik hatiku. Dengan bantuan air pantatnya , kemudian aku menolak sedikit demi sedikit masuk ke dalam cipapnya walaupun ada terasa halangan tadi mungkin melepasi daranya dan kini hampir habis semuanya. `

` isk….agh….. ’ keluh nya. aku membiarkan batang aku seketika agar pantatnya dapat batang aku aku lihat tiada kesan darah mungkin daranya dah pecah sebab selalu melancap kut. Itu tak penting bagiku.

` can u feel it indise u now ’ bisikku padanya , dia hanya mengigit bibir dan megangguk kepala.

` nak teruskan sekarang ... ’ bisikku sambil memulakan sorong tarik perlahan-lahan.

` auw... pedih dik ...akak sakit.. besar sangat...tak boleh kut? ’ ujarnya

` I do it slowly okey .... ’ dan aku terus melancarkan sorong tarik slow dan steady. Biar dia rasa nikmat pertama kali disetubuhi. Airnya cukup banyak sehingga membasahi telur aku. Setelah beberapa ketika dia mula mengeluh dengan rengekan manja.

` Agh....sedap yang, yes... I feel it now ...’ bisik kak ipar aku. Bila dengar dia panggil aku `SAYANG’ aku rasa dia dah boleh terima batang aku dan aku terus melajukan tikaman demi tikaman ke pantatnya.

` oooohhhhh ....sayang, It so good...oh....my.. ’ ia merengek. Sambil mengenjut aku meramas dan mencium bibirnya. Serangan 3 tindakan sukar dikawal olehnya. Dia merangkul dan memeluk pinggang aku dengan kakinya sambil menolak-nolak pantatnya keatas tak lebih kurang 15 minit kak ipar aku berdesis dan mengerang sambil menikmati tikaman aku. Setelah beberapa kali menggulangi perbuatan aku dengan tempo yang sama sehingga ia mencapai nikmat pertama dengan batang aku. Tiba-tiba saja dia meraung kesedapan .

` ooohhhh….im coming sayang….oohhh....im coming….aghhh……’ kata nya sambil terkejang-kejang tanda nikmat. Aku menghentikan hentakan dan terasa air panasnya membasahi kepala dalam pantatnya. Kak ipar aku bertindak ganas mencium dan mengomol muka akudengan rakus tanpa segan dan silu lagi.

Kali ini aku menjarakkan badan darinya . Aku memengang pergelangan kaki, mengangkat keatas dan mengangkangkanya. Kedudukan ini membuatkan pantatnya lebih keatas dan posisi kegemaranku. Kak ipar aku juga membangunkan badan untuk lihat pantatnya diterokai oleh batang aku sambil menolak bulu-bulunya yang menghalang pandangan ketepi.

Seseketika aku membiarkan konek aku terbenam di dalam lubang cipapnya dan aku goyang kiri-kanan untuk merasa kemutannya pantatnya dan terus melajukan tikaman demi tikaman ke pantatnya. Aduh sedapnya pantatnya menyedut-nyedut batang aku seperti mana mulutnya menghisap tadi. Kak ipar aku merengek tak henti-henti dan menikmati dengan caranya sendiri…

Aku menarik keluar batang aku dan masukkannya semula dengan hentakan lebih padat. Ini membuatkan Kak ipar aku merintih ` ahhh…… senak dik….’ Terasa batangku terkena dinding bahagian dalam pantatnya. ` aghhh…ahhh ‘ rengekkannya setiap kali menerima hentakan padu aku sambil menahan senak diperutnya. Bulu pantat kak ipar yang lembut itu bergesel dengan bulu aku ini menambahkan lagi nikmat permainan ku ni. Aku meneruskan permainan aku yang belum ada penghujungnya . Tercunggap-cunggap kepenatan kak ipar aku menahan hentakan batang aku sambil berpandangan dan dia melempar senyuman padaku.

` your pussy are so tight…so wets and I like it very much………. ’ pujiku nak ambil hati dia hanya mampu tersenyum.

Setelah 20 minit bertarung menjatuhkan badan atas nya sambil memegang pinggang nya aku melajukan henjutan aku.

` oohhh….Im coming …I am coming now…….. .‘ kataku

` yes..im coming too…yes kat dalam sayang, I nak rasa air you for the firsttime, please….‘ katanya. bagiku pucuk di cita ulam mendatang.

` ohhhh……aghhhh…….. I love u sayang…’ tanpa mempedulikanya aku menekan dan menghentikan hentakkan rapat ke pantatnya sambil menerima pelukan yang kemas darinya.

` ohhhh……aghhhh……… ’ serentak dengan itu aku melepaskan air ku terus kedalam dasar pan+tatnya kak ipar aku yang ketat dan lazat. Aku membiarkan seketika kedudukan batangku dalam pantatnya dan terasa air panas sekitar batang aku dan berdenyut-denyut terasa kemutan dari kak iparku. Terasa sunguh nikmat permainan ini. Setelah selesai aku mencabut batang aku dan membaringkan badan disebelahnya, kak iparku bangun dan melabuhkan teteknya atas dada aku sambil bermain-main sekitar tetek aku.

` Macamnana sakit lagi tak ‘ tanya ku sambil bermain-main rambutnya. Sambil tersenyum dia memandang dan mencium bibirku dengan manja.

` dah tak sakit tapi pedih sikit.. besar sangat ayang punya..ingat tak boleh masuk tadi..’ kata nya

` sakit tapi sedapkan ...better then doing alone kan ’ usikku sambil melepaskan seyuman pada nya.

` nakallah ayang ni…. jangan cakap cam tu malulah… ’ ujarnya sambil mencubit manja pipiku.

` Thank you sayang, I enjoy it very much. dah lama I nak merasa tapi tak sangka dapat adik I punya, seronok sangat ‘ sambungnya ` Tahu tak , walaupun sakit tadi I rasa puas buat firsttime dengan orang yang berpengalaman macam sayang, you buat slow-slow dan tak gelojoh dan I tak rasa takut pun, I realy l mean its ‘ katanya lagi.

' it will be our big secret tau , lain kali...lain kali.. boleh dapat lagikan ….??' katanya. ( Aik….. ganas dan nakal juga kak ipar aku ni ).

` anytime sayang nak , just let me know., tapi kena jaga line clear dulu kalau Liza tau mampus’ kataku sambil menyambut ciuman mesra darinya sementara aku mengusap-usap dan meramas teteknya. Batang aku dah mula mengerak kembali bila kak iparku menindih-nindih dengan pantatnya yang panasss……..

Sepanjang hari tu , kami main sepuas-puasnya dan kak ipar ku dah mula rasa sedap dapat batang aku. Aku pun dah ajar dia macamana buat Blowjob, kalau boleh hisap sampai keluar air aku baru kira pass. Dan dia melepasi ujian itu dengan baik . Aku juga ajar dia pelbagai posisi yang aku ketahui seperti 69, doggie dan sebagainya.

Ada sekali tu kami projek dalam pejabat dia. Dia call aku kata ada hal mustahak tapi bila sampai aje pejabat dia. Dia terus kunci pintu dan baring atas meja menyelak kain suruh aku jilat pantatnya yang dah lencun tak berunderware tapi masih berbaju kurung dan bertudung. Dia kata dah tak tahan sangat nak tunggu line clear kat rumah. Aku pun terus menjilat dan bermain denganya tanpa membuka pakaian. Sempat juga aku merasa mendoggie atas meja di dalam bilik office nya. Saja nak rasa main kat office tapi tak boleh buat selalu nanti orang tahu. Kak ipar ku tak pernah menolak bila aku minta nak main. Nafsunya juga kuat tapi aku tak kisah sebab main dengan kak iparku memang sedap habis.

Aku rasa tersilap pula aku kahwin dengan adik dia tapi perkara tu tak timbul lagi sebab aku dapat main kedua-duanya. Kak iparku pun dah pandai macamana nak bagi aku puas atas ranjang dan dan dah pandai naik dan memasukkan sendiri batang aku dalam pantatnya dalam posisi aku berbaring. Dia juga sentiasa make sure bodynya sentiasa tip-top dengan bersenam dan makan jamu serapat semata-mata supaya aku puas dengannya. Kadang-kadang aku curi-curi peluk dan merabanya tetek serta pantatnya dirumah semasa memasak ketika isteriku ke bilik air. Kak iparku juga mula sengaja mendedahkan bahagian dadanya untuk aku menjamu mata ku dirumah. Dan kak iparku sanggup memakai alat mencegah hamil supaya aku boleh pancut dalam sebanyak mana aku mahu dan dia paling suka blowjob dan main doggie sebab katanya terasa rapat dan padat lagi pun bontotnya montok habis.

Teringin juga nak rasa main bontotnya tapi belum mahu mencubanya lagi kerana pada masa ini pantatnya masih hebat . Mungkin bila tiba masa dapat nanti aku ceritakan. Setakat hari nie hubungan sulit kami masih berjalan tanpa pengetahuan isteri aku kecuali kau orang semua.
Kenangan dan peristiwa yang berlaku masa dulu-dulu sampai bila pun tidak dapat dilupakan. Ianya tetap menjadi sejarah yang sering datang dalam ingatan. Tidak kira kita sudah insaf, taubat dan sebagainya tapi dimasa-masa tertentu dia akan menjelma juga.
Aku berasal dari sebuah kampong disempadan antara Negeri Terengganu dan Kelantan. Semasa aku kecil-kecil dulu sememangnya kampong ku ini tidak ada kemudahan asas seperti sekarang. Letrik, air paip dan jalan tar yang menyambongkan kampongku dan jalan besar semuanya belum ada. Kebanyakan penduduk di kampongku ini adalah sebagai petani. Musim padi mereka menanam padi. Walau bagaimana pun ada juga diantaranya yang menoreh getah dan lain-lain kerja-kerja pertanian. Dan salah satu yang istemewanya dikampongku ini ialah terdapat sebuah sungai yang sederhana besarnya. Airnya pun tidaklah deras sangat dan tidaklah dalam sangat. Sungai inilah yang menjadi punca bekalan air untuk diminum dan mandi manda. Malah sungai ini jugalah kadangkala menjadi tempat membuang najis.
Dan semasa aku kecil-kecil dulu lagi juga aku sudah biasa sangat dengan perkataan-perkataan burit, pelir, kocak dan lain-lain perkataan yang lucah dan cabul. Mungkin kerana orang-orang melayu kuat sex atau tidak, aku tidak tahu. Perkataan-perkataan yang mencarut begini menjadi mainan mulut budak-budak, apa lagi bila berlaku pertengkaran atau perbalahan semasa bermain. Bukan saja setakat tahu sebut perkataan tersebut, malah tahu juga apa maksud dan maknanya. Burit adalah kemaluan perempuan, pelir adalah kemaluan lelaki dan kocak ialah persetubuhan diantara lelaki dan perempuan. Tapi walau bagaimana pun aku dan budak-budak lain semasa itu hanya tahu sebut dan faham saja, sedangkan perasaan terhadap perlakuannya belum ada lagi.
Perkataan-perkataan lucah dan mencarut begini, aku pun tak ingat aku dapat dari mana. Sama ada dari budak-budak lain yang lebih besar dari aku, mau pun dari orang-orang dewasa sendiri. Tapi seingat aku orang-orang dewasa sendiri yang selalu membuat teka teki dan pantun-pantun dengan perkataan-perkataan lucah tersebut. Contohnya adalah;
Cat ra.. ra.., Che Mamat jual budu, Kocak burit kera, Keluar air dua sudu
Ada lagi pantun dua kerat seperti ini:
Kayu mumut junjong sireh, Burit gemok pelir murih ( marah/geram )
Mumut ertinya kayu yang tidak keras/empulur.
Walau bagaimana pun apabila aku telah semakin besar dan sudah pun melangkah ke darjah enam, perasaan dan naluri sex aku sudah mula datang. Apa tah lagi selepas aku bersunat dan mula naik ketingkatan satu, sekolah menengah. Aku semakin tertarik bila melihat burit budak-budak perempuan walaupun usia mereka baru lapan atau sembilan tahun. Dan aku tahu dimana aku dapat melihat dan memerhati burit-burit budak perempuan ini. Tentunya ketika mereka semua sedang mandi disungai dikampongku itu.
Sememangnya keadaan dikampong, budak-budak perempuan dan lelaki main sama-sama, mandi sama-sama dan mengaji Quraan sama-sama. Kalau hari bersekolah, balik saja dari sekolah mereka semua akan mengaji Quraan dirumah Lebai Salleh. Selepas mengaji barulah kebanyakan budak-budak akan mandi sungai hinga berjam-jam lamanya. Yang tentunya bukan lagi mandi tetapi bermain. Main selam menyelam, kejar mengejar didalam air, main terjun dan sebagainya. Dan dimasa itu walau pun usia sudah sepuluh atau sebelas tahun, masih lagi mandi telanjang. Malah ada sesetengah budak perempuan yang teteknya telah membengkak pun masih mandi telanjang lagi. Tak tahulah mungkin orang tua pun tidak ambil berat sangat tentang hal ini.
Sebagaimana yang aku katakan tadi, aku sentiasa saja berada ditepi sungai memerhatikan budak-budak mandi. Bukan saja memerhatikan budak-budak lain mandi, tapi aku juga mengawasi adikku sendiri yang mandi bersama-sama mereka. Bimbang juga aku pada adik perempuanku yang dalam darjah empat tu mandi, maklumlah dia tu bukannya pandai sangat berenang. Kadang-kadang aku juga akan mandi sama. Tapi oleh kerana aku sudah bersunat, aku tidak lagi mandi telanjang. Aku akan memakai kain basahan atau pun mandi dengan seluar pendek. Dan dalam memerhatikan adikku dan budak-budak lain yang mandi telanjang ini, aku pasti akan memerhatikan kepada budak-budak perempuan yang lebih besar sedikit, yang teteknya telah mula membengkak. Pelir aku akan naik tegang apa lagi bila melihat burit mereka yang putih dan telah mula meninggi dan mengelembong itu. Dan dalam ramai-ramai yang mandi itu, aku begitu syok bila melihat pada burit Ani yang dalam darjah lima itu. Kulitnya yang putih melepak itu membuatkan buritnya juga putih licin dan meninggi. Teteknya juga sudah mula membengkak. Aku pun naik hairan, dia yang baru darjah lima itu sudah membengkak teteknya. Tapi memanglah kalau lihat dari badannya, dia tu seolah-olah sudah dalam darjah enam atau dalam tingkatan satu seperti aku.
Setelah beberapa hari memerhatikan burit Ani, aku menjadi naik geram. Hinggalah pada suatu hari aku dan kawan-kawanku juga ikut mandi sama. Sambil bermain dan menyelam itu aku terus menyelam menuju pada Ani yang sedang bermain dengan kawan-kawannya. Bila menghampirinya didalam air itu, aku terus menyentuh buritnya yang terdedah itu. Menjerit juga Ani ketika itu, mungkin dia terkejut. Aku minta maaf dan berpura-pura tersalah langgar. Tapi aku masih tidak puas hati dan tidak lama kemudian aku selam lagi dan menyentuh lagi burit Ani. Tapi kali ini bukan saja aku sentuh malah sempat juga aku usap-usap sekejap. Nampaknya kali ini Ani tidak lagi menjerit tapi masih marah dan mengatakan aku nakal. Aku selam lagi dan kali ketiga aku dapat menyentuh burit Ani. Dan kali ini Ani tidak menjerit dan marah pun tidak, hinggakan sempat aku sentuh pada celah buritnya. Ini telah membuatkan aku semakin berani. Dan bila aku selam kali keempat, aku selam dengan agak lama lagi. Aku usap dan main-mainkan dicelah buritnya yang begitu memberahikan itu hingga aku rasa nafasku dah tak tahan barulah aku timbul kepermukaan air semula. Aku senyum kepada Ani dan dia juga senyum kepada aku. Jadi aku dapat mengagak yang Ani juga tentunya merasa nikmat dengan sentuhanku tadi. Pelirku ketika ini bukan main tegang lagi. Tapi selepas itu aku tak dapat lagi menyelam untuk menyentuh burit Ani kerana dia dan kawan-kawannya sudah mula naik kedarat dan bersiap-siap untuk pulang kerumah. Memang hari pun sudah agak petang.
Aku terasa begitu tidak tenteram setelah beberapa hari aku tidak kesungai kerana terpaksa menolong ayah dan ibuku membanting padi disawah. Peluang aku untuk menyentuh burit Ani tidak ada langsung. Memang kalau tidak mandi disungai tak ada kesempatan untuk menyentuhnya. Dan setelah kerja disawah dah habis, aku kesungai semula. Tapi aku terkejut bila aku lihat Ani sudah mandi dengan memakai kain basahan. Mungkin dia bimbang bila aku mandi bersekali dengannya, aku akan menyelam dan menyentuh buritnya. Namun begitu aku terus juga turun mandi. Dan aku bertekad akan terus juga menyelam kearah Ani walau pun dia memakai kain basahan. Lalu aku menyelam lagi menuju kearahnya dan aku sentuh juga celah kangkangnya walau pun berlapikkan kain basahan. Tapi tiba-tiba Ani telah menyelak kain basahannya dan mendedahkan buritnya. Memangnya dia perasan yang aku menyelam kearahnya tadi. Apa lagi aku pun terus mengusap-usap buritnya yang telah beberapa hari tidak aku usap itu. Malah pada kali ini Ani sengaja membukakan kangkangnya sedikit menyebabkan semakin senang aku mengusap dan memainkan jariku dicelah buritnya itu.
Untuk menyelam kali kedua, aku mengambil nafas yang panjang sedikit. Aku ingin melakukannya dengan lebih lama lagi. Dan kali ini aku kelebekkan buritnya dan jolok-jolokkan jariku dicelahnya menyebabkan Ani semakin luas membuka kangkangnya. Aku dapat rasa dicelah burit sudah basah, melekit dan berlendir-lendir.
Hari sabtu ialah hari tidak bersekolah. Jadi semua budak-budak akan mengaji Quraan dua kali iaitu pada sebelah pagi dan tengahari, selepas waktu zohor. Pagi itu adik aku pun telah ketempat mengaji Quraan awal-awal lagi. Aku memangnya berada dirumah saja kerana aku telah pun tamat mengaji dan sudah dua kali habis Quraan. Nak kesawah bersama-sama ayah dan ibu, memangnya tak ada kerja-kerja yang sesuai untuk aku. Jadi aku duduk kat rumah saja. Tapi bila adikku balik dari mengaji, rupa-rupanya Ani ikut sama datang kerumahku. Berdebar juga aku bila lihat Ani datang kerana biasanya jarang juga Ani datang kemari. Rupa-rupanya adikku yang ajak Ani datang untuk bermain-main dengannya.
Bila aku lihat adikku dan Ani main masak-masak, aku pun tumpang sekaki untuk bermain sama. Sebenarnya aku sengaja untuk bermain dengan Ani. Jadi bila aku main sekali, adikku cadangkan supaya kami main permainan mak/ayah. Oleh kerana adikku lebih kecil dari Ani, dialah yang jadi anak. Aku sebagai ayah dan Ani sebagai mak. Lepas mereka berdua pura-pura masak dalam tempurong, kami pun pura-pura makan. Selepas makan, aku kata kat mereka berdua, hari sudah malam dan jom pergi tidur. Aku suroh adikku tidur diluar kerana dia sebagai anak dan aku serta Ani tidur dalam bilik sebagai mak/ayah. Ani tidak berkata apa-apa dengan cadangan aku dan dia terus masuk kebilik yang ada dirumahku itu. Aku pun terus masuk sama kedalam bilik dan mengunci pintu meninggalkan adikku tidur diluar. Ani sememangnya sudah berbaring diatas katil yang ada dibilik itu. Apa lagi aku pun terus baring disebelahnya dan memeluk tubuhnya. Pelirku ketika ini sedahpun mula menegang.
Dalam fikiranku ketika itu tidak ada yang lain melainkan untuk menyentuh dan mengusap burit Ani. Lalu aku letakkan tanganku dicelah kangkangnya yang masih lagi berlapikkan skirt yang dipakainya. Kemudian dengan perlakan-lahan aku selak skirtnya keatas dan aku mula menyentuh seluar dalamnya pula. Tapi hanya sekejap saja, tanganku sudah merayap masuk kedalam seluar dalamnya dan terus aku usap buritnya. Semakin aku usap Ani semakin membukakan kangkangnya. Jari-jari aku pula mula menyelinap masuk kecelah buritnya dan sekejap saja aku dapat rasa buritnya mula basah dan melekit-lekit. Aku yang sudah tidak tertahan mula membuka kancing dan zip seluarku. Lalu aku pegang tangan Ani dan bawakan kearah pelirku yang tegang itu. Aku sungguh merasa nikmat bila Ani pegang dan picit-picitkan pelirku.
Aku semakin tidak tertahan lalu seluar dalam Ani aku tanggalkan. Dalam hatiku tiada yang lain, aku akan kocak Ani pada pagi itu. Aku bangkit untuk menangggalkan seluar aku sama. Sambil menanggalkan seluarku, aku tak putus-putus dari memandang kearah Ani yang sedang terlentang dengan kakinya terkangkang diatas katil itu. Tapi belum sempat aku menanggalkan sepenuhnya seluarku, tiba-tiba aku terkejut bila adikku mengetuk pintu. Cepat-cepat aku memakai semula seluarku. Begitu juga dengan Ani, terus saja dia bangkit dan memakain semula seluar dalamnya yang aku lucutkan tadi. Setelah semuanya sempurna barulah aku membuka pintu. Aku dan Ani masing-masing buat-buat selamba saja. Dalam fikiran aku, bukan main lagi frust dan nak marah pada adikku itu. Kalau tidak kerana adikku ketok pintu tadi sudah tentu dapat aku kocak Ani, kerana Ani sendiri pun nampaknya hanya menunggu saja aku mengocaknya.
Aku meminta adikku menyimpan balik segala alat permainan, tempurong dan sebagainya itu. Aku tak nak rumahku itu berselerak dan akan membuatkan ibuku berleter bila bila dia balik nanti. Dan semasa adikku mengemaskan barang permainan, Ani sempat menceritakan pada aku yang dia pernah tengok ayah dan ibunya melakukan perbuatan seperti aku dan dia lakukan sekejap tadi. Kata Ani, dia sememangnya tidur sebilik dengan ayah dan ibunya. Dia tidur dibawah dan ayah serta ibunya tidur diatas katil. Pada suatu malam, ibu dan ayahnya sangka dia sudah tidur, jadi mereka berdua berpelukan dan bercium mesra. Kata Ani dia dapat lihat ayahnya menghisap tetek ibunya yang tidak memakai baju malam itu. Kemudian dia lihat ayahnya memasukkan pelirnya kedalam burit ibunya. Kata Ani lagi dia dengar ibunya mengeluh-ngeluh dan kadang-kadang ibunya mengatakan sedap bila ayahnya menghenjutkan punggongnya. Dia dapat lihat pelir ayahnya keluar masuk didalam burit ibunya. Aku yang mendengarnya ketawa bukan main. Lalu aku kemudiannya meminta Ani datang lagi pada minggu depan dan akan cuba melakukan sebagaiman ayah dan ibunya lakukan.
Sebagaimana dalam cerita aku yang lepas, aku dan Ani telah sempat tidur sekatil malah aku juga telah sempat mengusap-usap buritnya, cuma tak sempat melakukan kocak saja kerana diganggu oleh adikku. Dan setelah peristiwa itu, boleh dikatakan setiap minggu iaitu pada hari sabtu, Ani akan datang kerumahku. Memang Ani tahu bahawa pada hari sabtu saja dia dapat bersua dengan aku kerana pada hari persekolahan biasa memangnya tak ada kesempatan, maklumlah aku belajar sessi petang sedangkan dia dan adikku disekolah rendah belajar sessi pagi. Jadi aku dapat membaca bahawa tentulah Ani ingin merasa lagi akan kenikmatan bila buritnya diusap oleh aku, kalau tidak masakan dia berani datang lagi kerumah aku. Malah mungkin dia ingin supaya aku melakukan lebih dari usap pada buritnya itu. Maklumlah dia juga sudah tahu dan telah lihat bagaimana ayahnya melakukan sesuatu pada burit emaknya.
Namun demikian aku cukup hampa. Walaupun Ani datang, aku tidak dapat mengambil kesempatan itu untuk melakukan aktiviti sex dengannya, walaupun hatiku begitu mendesak. Walaupun beberapa kali aku mengajak adikku bermain emak/ayah lagi, tapi adikku tak mahu, sedangkan Ani sememangnya mahu. Sakit hati aku pada adikku semakin bertambah. Adikku sekarang lebih suka main selambut dengan guli dan sebagainya. Namun demikian, ketika adikku berada jauh sedikit dari Ani dan aku, aku mengambil kesempatan juga dengan meraba-raba pada celah kangkang Ani. Tapi hanya setakat itu sajalah yang dapat aku lakukan.
Pada suatu hari sabtu beberapa bulan kemudiannya, aku terpaksa menunggu rumah kerana ayah, ibu dan adikku dari pagi-pagi lagi telah pergi melawat bapa saudaraku yang sedang sakit tenat dikampong seberang. Oleh kerana aku tinggal sorang-sorang, aku pun bangkit agak lewat sikit. Dan diantara aku jaga dengan tidak, aku terdengar suara orang memanggil adikku dari bawah. Sambil mengesat-gesat mataku aku kepintu untuk melihat siapa yang memanggil. Dan agak terkejut aku bila aku dapati Ani tercegat dimuka pintu dan bertanya kenapa adikku tidak datang mengaji Quraan. Setelah aku terangkan segalanya, barulah Ani faham. Aku kemudiannya cepat-cepat mempelawa agar Ani naik kerumah. Namun ketika ini dalam hatiku begitu berdebar sekali. Apa tidaknya kerana aku sudah mula merasakan inilah ketika yang paling baik untuk aku lakukan bersama-sama dengan Ani, ketika semuanya tak ada dirumah.
Ani rupa-rupanya bersetuju dengan pelawaan dan ajakan aku. Dengan perlahan Ani menaiki anak tangga dan duduk diatas lantai diruang tamu. Bila aku pandang muka Ani aku nampak dia lain macam dan agak gelisah juga. Mungkin dia juga seperti aku, teringatkan peristiwa lepas. Agak lama juga aku dan Ani terdiam. Apa yang ingin aku katakan sebelum ini, rupa-rupanya tak terkeluar. Tapi entah macam mana akhirnya terkeluar juga kata-kata dari mulut aku. Aku bertanya pada Ani,
" Nak main apa pada hari ini ? " kata aku dengan suara yang agak terketar-ketar juga.
Ani tersenyum sipu saja mendengar soalan aku, mungkin dia malu untuk memberitahu aku, dan sebelum sempat Ani jawab aku terus berkata.
" Kita main mak/ayah seperti dulu bagaimana ? "
Aku sudah mula menjadi semakin berani, mungkin keinginanku mengatasi rasa maluku. Aku memandang tepat pada Ani, tak sabar-sabar menanti jawapan darinya. Ani juga tidak menjawab, hanya tersengeh saja. Tapi aku sudah dapat membaca bahawa mungkin Ani malu untuk mengatakan ya. Lalu aku ajak Ani masuk kebilikku, bilik yang mana Ani telah terlentang bogel dulu.
Didalam bilik, Ani terus saja baring diatas katil, tanpa disuruh. Memang sah bahawa Ani juga ingin merasa nikmat bila buritnya disentuh. Dan aku pun apa lagi, terus aku berbaring disebalahnya sambil tangan aku terus saja memeluk tubuh Ani. Ani seakan menerima saja pelukan aku. Dan seperti dulu juga tanganku terus menuju kecelah kangkangnya. Skirt yang dipakainya terus aku selak. Begitu juga dengan seluar dalamnya terus aku londehkan. Burit Ani yang putih dan meninggi itu sudah mula terdedah. Lalu tanganku terus mengusap-usap buritnya itu. Jari-jariku juga mula merayap kecelah buritnya. Kangkang Ani semakin lama semakin luas. Tidak ada suara yang kedengaran baik dari aku maupun dari Ani. Hanya tanganku saja yang memainkan peranan.
Burit Ani yang semakin basah dan berlendir-lendir itu telah menyenangkan jari-jariku bergerak dan bermain-main dicelah buritnya. Dan sesekali aku jolokkan jariku kedalam buritnya, menyebabkan Ani seakan-akan bersiul suaranya dan ternganga-nganga juga mulutnya. Aku pula begitu syok bila melihat Ani terkial-kial begitu. Aku sorong tarikkan jariku keluar masuk dicelah buritnya menyebabkan bergerak-gerak punggong Ani. Walaupun Ani tidak mengatakan sedap atau nikmat, tapi aku tahu tentu dia sedang dalam kenikmatan sekarang. Dan ketika ini aku dapat lihat yang lubang burit Ani semakin membesar bekas dimasuki jari-jariku.
Aku juga sudah tidak dapat menahan nafsuku. Burit Ani yang ternganga itu cukup memberahikan. Lalu Ani yang masih terkangkang itu aku lepaskan seketika. Aku bangkit untuk menanggalkan seluarku pula. Sudah lama pelir aku didalam seluar meronta-ronta untuk keluar. Dan sambil itu aku lihat Ani juga telah membuka skirt dan bajunya sama menyebabkan kami berdua sama-sama tanpa seurat benang pun. Dan ketika inilah aku dapat melihat yang tetek Ani rupa-rupanya sudah mula membengkak.
Dalam keadaan berbogel itu, aku mula menghampiri Ani yang sedang terbaring dan terus menindih tubuhnya. Tanganku mula menyentuh dan meraba-raba pada teteknya yang tengah membengkak itu. Entah macamana rupa-rupanya mulutku sudahpun menghisap tetek Ani yang sebesar buah langsat itu menyebabkan Ani seakan-akan bersial lagi. Tidak lama aku menghisap tetek Ani kerana apa yang aku inginkan sebenarnya ialah burit Ani bukannya teteknya. Pelirku yang tegang sejak tadi itu seakan-akan tercari-cari lubang burit Ani. Lalu dengan perlahan aku membuka kangkang Ani agar burit Ani ternganga sedikit. Dan tidak sabar-sabar aku terus letakkan kepala pelirku betul-betul dicelah kedua-dua bibir burit Ani yang berair dan berlendir-lendir itu. Dengan perlahan aku tolak pelirku kedalam, sambil aku memerhatikan kearah muka Ani untuk melihat reaksinya. Bukannya apa kerana mengikut buku yang aku baca yang dipinjamkan dari kawanku, bahawa akan terasa sakit bila dara dipecahkan. Kerana itulah aku meman! dang kearah Ani untuk melihat tindak balasnya. Ketika ini aku dapati Ani masih lagi seakan-akan bersiul dengan kadang-kadang dia mengetapkan bibir mulutnya mungkin menahan keenakan bila kepala pelirku tersentuh biji kelentitnya.
Bila aku dapati Ani semakin keenakan, maka semakin aku menekan batang pelirku supaya masuk kedalam burit Ani lagi. Walaupun agak ketat, tapi semakin lama semakin kedalam pelirku memasuki lubang burit Ani. Kepala takoknya aku dapati sudah terbenam. Tidak dapat aku gambarkan betapa nikmatnya aku ketika ini. Terasa panas saja kepala pelirku yang berada didalam burit ketika itu. Rasa gelinya pula semakin terasa hinggakan aku sudah mula terasa yang air maniku akan terpancut keluat. Ani pula semakin kuat bunyi desisnya.
" Ani rasa sakit ke ? " tanya aku dengan agak risau juga.
Aku kembali lega bila Ani mengeleng-ngelengkan kepalanya bila aku bertanya begitu. Dalam pada itu aku sendiri sudah seakan-akan mahu mencapai kepuasan. Lalu aku tekan lagi batang pelirku kedalam burit Ani hingga tenggelam keseluruhan batang pelirku ditelan oleh burit Ani.
" Aduh, sakit Mad " tiba-tiba aku terdengar suara Ani.
Pada ketika ini aku terasa yang pelirku akan memuntahkan air maniku didalam burit Ani pada ketika itu juga. Dalm dalam terkial-kial itu aku terus saja menghenjutkan punggongku menyebabkan pelirku keluar masuk kedalam burit Ani, tanpa menghiraukan kata-kata sakit yang keluar dari mulut Ani. Dan terpancutlah air maniku hingga melimpah pada burit Ani.
" Rasa sakit lagi tak ? " tanya aku pada Ani sambil aku menarik nafasku yang masih tercungap-cungap itu. Perasaan takut mula datang dalam diriku.
" Ada juga tapi sikit-sikit saja. Mula-mula tadi tu sakit betul " jawab Ani yang menyebabkan aku sedikit kelegaan.
Aku kemudiannya meminta Ani kebilik air untuk membasuh buritnya yang cukup berlendir akibat air maniku itu. Aku juga turut sama bersekali dengan Ani menuju kebilik air. Dan ketika Ani berjalan aku dapati Ani berjalan agak mengengkang. Mungkin dia masih terasa kesan kepedihan tadi.
Tidak lama kemudian, bila Ani ingin pulang kerumahnya, aku dapati Ani berjalan masih lagi agak mengengkang. Bila aku tanya Ani mengatakan untuk menahan sisa kepedihan tadi. Jadi aku pujuk lagi dengan mengatakan kesan kepedihan itu akan hilang sekejap saja lagi. Aku juga nasihatkan Ani supaya dia berjalan seperti biasa terutama bila berada dirumahnya nanti. Bikannya apa-apa aku bimbang ibunya bertanya dan akan syak sesuatu. Dan Ani menganggok saja. Sambil itu aku berkali-kali ingatkannya supaya jangan beritahu sesiapa akan perbuatan kami itu tadi. Aku lega bila Ani berjanji tidak akan memberitahu pada sesiapa pun.
Dalam tempun seminggu selepas aku melakukan kocak dengan Ani, fikiran aku sentiasa saja dalam ketakutan. Bukannya apa-apa, aku bimbang kalau-kalau Ani merasa sakit semasa dirumahnya, dan bila ibunya bertanya dia akan beritahu apa yang sebenarnya berlaku. Dan kalau ibu atau ayahnya tahu, entah apa jadi padaku. Aku bayangkan yang polis datang tangkapku. Aduh, begitu seksa fikiranku ketika itu.
Dalam aku membayangkan kerungsingan, pada minggu berikutnya Ani datang kerumahku dan tersenyum simpul saja dia sambil berbual-bual dengan adikku. Aku lihat tak ada tanda-tanda takut atau kesakitan pada wajahnya. Aku juga gembira dan agak lega. Kalau dalam masa seminggu ini Ani tak beritahu orang, tentu aku akan selamat, fikir aku dalam hatiku.
Walau pun minggu-minggu seterusnya Ani selalu saja datang kerumahku, tapi peluang untuk melakukan kocak lagi tidak ada. Aku tahu sangat tujuan Ani yang selalu datang kerumahku itu ialah kerana ingin melakukan lagi perbuatan tersebut. Walau pun kadang-kadang ketika Ani datang, ayah dan ibuku tak ada, tapi adikku pula yang tak nak berenggang dengan Ani.
Pada petang Jumaat, ketika aku kekedai runcit, aku tertembung dengan Ani ditengah jalan. Dan ketika itulah Ani mengajak aku supaya datang kerumahnya pagi besok kerana kata Ani ayah, ibu dan adik-adiknya akan kebandar. Aku segera beritahu Ani yang aku pasti akan datang besoknya, apa tidaknya kerana aku sendiri pun sudah teringin sangat mengulangi berkocak dengan Ani. Pada malam itu aku seakan-akan tidak sabar rasanya menunggu besok pagi. Nikmat berkocak dengan Ani kerap menjelma. Burit Ani yang putih meninggi itu sentiasa terbayang, apatah lagi bila burit tersebut sedikit terbuka bila Ani kangkang lebar-lebar. Kalaulah dimasa itu seperti aku sekarang ini, pastinya burit Ani itu akan aku jilat dan kucup semau-maunya. Tapi masa itu aku baru dalam tingkatan dua. Mana aku tahu dengan jilat menjilat seperti sekarang. Gaya aku berkocak dengan Ani dimasa itu pun hanya dengan meniarap diatas badannya saja. Aku belum tahu lagi kocak secara tertonggeng dan sebagainya.
Pagi besoknya apabila aku agak ayah dan ibu Ani telah keluar untuk kebandar, aku pun terus kerumahnya. Aku lihat juga pada sekeliling kalau-kalau ada budak-budak lain nampak aku. Walaupun aku tahu rumah Ani itu agak terpelusuk sedikit dan jarang budak-budak bermain disitu, tapi aku harus beringat juga. Setelah aku pasti tiada orang yang lihat, aku terus naik kerumah Ani yang sememangnya pintu rumahnya itu telah terbuka. Aku cepat-cepat menutup pintu. Ani yang ada didalam ketika itu agak terkejut dengan caraku, tapi kemudiannya barulah dia senyum pada ku.
Ani rupa-rupanya sudah sedia maklum akan kedatanganku dan atas ajakannya itu. Ani terus saja mengajak aku masuk kebilik, katanya bilik ibu dan ayahnya, dan aku pun terus saja berjalan mengekorinya dari belakang. Didalam bilik Ani membuka pakaiannya satu persatu hingga bogel dan terus baring diatas katil. Dia seolah-olah menunggu saja aku menindih dirinya. Aku pun apa lagi, terus saja membuka pakaianku sama dan terus baring disebelah Ani. Tanpa tunggu lama aku terus pelok Ani. Oleh kerana sama-sama berbogel, kehangatan tubuh masing-masing begitu cepat terasa. Dan belum sempat aku menyentuh buritnya, Ani terlebih dulu meraba dan memegang batang pelirku dan diurut-urutnya. Ani tidak malu dan berani bertindak dahulu mungkin kerana kami melakukannya didalam rumahnya.
Pelirku yang telah tegang semakin tegang bila diurut-urut oleh Ani. Aku sendiri pun apa lagi, terus saja memainkan burit Ani. Lepas aku usap, aku kelebekkan celah buritnya itu dan jari-jari aku pun mulalah bermain-main dicelahnya. Aku jolokkan jariku kedalam buritnya hinggakan semakin lama semakin basah dan melekit. Suara Ani yang merengek-rengek tidak aku hiraukan, malah aku semakin menjolok-jolok lagi jariku kedalam.
Aku kemudiannya naik keatas badan Ani. Kangkang Ani mula terbuka lebar. Belum sempat aku meletakkan pelirku dicelah buritnya yang ternganga itu, Ani sendiri telah memegang pelirku dan diarahkannya kecelah buritnya. Aku cuma menekannya saja hinggakan terus menjunam masuk kedalam. Kali ini Ani tidak mengadu rasa sakit lagi. Malah sambil terkangkang begitu dia terus merengek-rengek. Aku mula menghenjut. Semakin laju aku menghenjut, semakin kuat rengetan suara Ani. Sambil menghenjut mulutku mencari-cari teteknya yang sebesar buah langsat itu, lalu aku hisap dan kulum dengan rakusnya. Pelir aku pun pada kali ini agak lambat untuk memuntahkan cecairnya. Jadi agak lama aku menghenjut dan merasai kenikmatan. Burit Ani yang agak ketat itu seolah-olah tidak ingin melepaskan pelirku keluar dari dalamnya.
Ani semakin kuat merengek-rengekkan suaranya dan akhirnya dia mendengus seperti lembu kena sembeleh sambil kedua-dua kakinya memaut erat pinggangku. Pelirku yang masih tidak keluar lagi cecair itu terus aku surong tarikkan hinggakan terdengar bunyi cucit-cucit pada burit Ani. Dan akhirnya pelir aku pun tidak tertahan lagi dan terus memuntahkan air mani pekat melimpahi burit Ani. Aku juga akhirnya terkulai layu diatas badan Ani.
Aku kemudiannya mengambil pakaianku dan menuju kebilik air yang terletak dibahagian dapur rumah Ani. Semasa aku keluar dari bilik, Ani masih lagi terlentang bogel diatas katil. Begitu keletihan nampaknya dia. Dan selepas siap aku membasuh pelirku, aku masuk semula kebilik. Aku dekati Ani yang masih terlentang, lalu aku hisap teteknya menyebabkan dia terjaga. Aku memberitahu Ani bahawa aku ingin balik kerumahku. Aku bimbang kalau-kalau ayah dan ibunya balik awal dari bandar. Dan semasa aku ingin turun dari rumahnya, aku lihat Ani berjalan menuju kedapur dalam keadaan bogel mungkin untuk membasuh sama buritnya yang berlendir-lendir dipenuhi dengan cecair pekat yang keluar dari pelir aku tadi.
Hubungan sex antara aku dengan Ani tidak terhenti setakat itu saja. Kami berdua sentiasa saja berkocak bila ada peluang. Aku pun tidak ingat berapa kali kami lakukan. Tapi bukan saja kami lakukan dirumah aku atau rumah Ani, malah aku dan Ani pernah melakukannya didalam semak dikawasan sawah dan juga dibawah pokok buloh ditepi sungai. Kalau aku tidak mencari Ani, Ani sendiri akan mencari aku untuk melakukan kocak. Mungkin kami sudah ketagih dengan kenikmatan tersebut. Dan perkara ini terus berlarutan tanpa diketahui oleh sesiapa. Aku pun tak tahu apa akan jadi jika sekiranya perbuatan aku ini diketahui oleh orang lain.
Tapi kata orang, sesuatu itu akan ada pengakhirnya. Bila Ani dalam darjah enam dan akan naik ketingkatan satu, ayah dan ibunya telah menghantar Ani untuk tinggal dengan neneknya dikampong asal mereka. Kalau tak silap aku diKelantan. Jadi sejak itu aku dan Ani mula berpisah. Memang ada jarang-jarang sekali Ani datang kerumah ayah dan ibunya dikampong itu selepas itu, tapi dia pun sudah tidak kerumahku lagi. Mungkin dia dah sedar akan perbuatan terkutok itu. Yang tinggal hanyalah kenangan, kenangan manis diantara aku dan Ani. Dan kenangan ini akan sentiasa datang menjelma dalam fikiranku terutama ketika aku sedang memerhatikan kanak-kanak bermain sesama mereka. Tapi aku harap mereka tidak akan melakukan perbuatan seperti aku dan Ani lakuKAN

Aza adalah gadis sunti berumor 17 tahun tinggal dengan atuk beliau di sebuah rumah usang di tepi sebuah ladang kelapa sawit. Pada awalnya Aza tinggal bertiga di rumah tersebut, tetapi sejak kematian nenek, Aza tinggal berdua dengan atuk.
Aza memang seorang dara yang cantik. Memiliki tuboh yang tinggi lampai dengan kulit halus putih bersih. Tetek Aza tak berapa besar tapi sunggoh tegang sekali. Bontot Aza melentik tonggek, sunggoh seksi bila dia berjalan. Muka Aza tidak ubah seperti Nasya Aziz (model/pelakon) terkenal itu.
Semenjak kematian nenek, Aza perhatikan kelakuan atuk terhadap Aza berlainan sekali. Acapkali Aza terserempak dengan mata atuk asyik memerhati tetek dan bontot Aza. Kadangkala bila Aza melangkah, atuk akan memerhatikan kaki Aza yang putih gebu itu. Kadang-kadang Aza terpandang atuk mengurut-gurut koteknya bila terpandang Aza. Aza risau dengan kelakuan atuk ini kerana takut pantat daranya akan jadi habuan atuk. Kerapkali Aza terbaca didalam akhbar tentang kes rogol yang terjadi di antara atuk dan cucu.
Satu petang sedang Aza berehat di atas katil sambil mendengar muzik. Pintu bilik Aza tak berkunci seperti biasa kerana cuaca amat panas pada hari itu. Aza pula berkemban dengan tuala kecil menutup pantat dan tetek. Aza baring mengangkang menghala ke pintu bilik. Seperti biasa rumah tersebut tiada orang kerana biasanya atuk akan hanya balik pada waktu petang.
Hari itu atuk balik awal kerana kepenatan bekerja di bawah cuaca panas. Atuk naik ke rumah dan melintas di depan bilik Aza. Berderau darah atuk bila terpandang cucunya sedang terkangkang menampakkan peha yang putih gebu tanpa ada cacat celanya. Atuk berdiri agak lama di situ kerana di sangkakan Aza perasaan akan kehadirannya. Rupanya cucunya sedang asyik leka mendengar lagu Ziana Zain hingga tak perasaankan dia.
Kotek atuk tiba-tiba bangun menengak. Sunggohpun, atuk berumor 65 tahun tapi badan atuk masih tegap. Nafsu seks atuk jangan cerita. Telah 5 kali nenek minta cerai daripada atuk kerana tak tahan dengan kehendak seks atuk. Dengan perlahan atuk membongkok dan merangkak. Atuk berkata "nie rezeki dapat lihat batang tuboh gebu cucunya". Atuk buka zip seluar dan perlahan-lahan keluarkan kotek hitam legamnya. Atuk mula mengurut batang pelirnya yang besar itu. Lagi di urut lagi kembang kepala butoh atuk. Berdenyut-denyut kepala butoh itu menahan kesedapan lancapan di tambah atuk tak memantat lebih setahun.
Atuk bertekad untuk melancap seberapa rapat dengan cucunya. Oleh itu dia merangkak perlahan-lahan ke arah Aza yang masih leka mendengar lagu di corong radio. Rumah yang berlantaikan kayu itu berkeruk berbunyi bila atuk memulakan rangkaknya. Bila sampai di hujong katil atuk dapat lihat dengan jelas pantat Aza. Pantat yang masih berbungkus dengan seluar dalam pink itu sunggoh tembam dan bersih. Kotek atuk semakin keras bila melihat pemandangan tersebut. Atuk mengurut sedikit kepala butohnya. Sedikit air mani terbit dari lubang kecing atuk. Atuk mengetap gigi menahan kesedapan.
Tiba-tiba Aza bangun dari pembaringannya. Terkejut sakan Aza melihat atuk dalam posisi merangkak sambil memegang kotek nya yang telah membesar panjang. Atuk juga tergaman dengan dengan pergerakkan Aza secara tiba-tiba. Aza menjerit" atukkkk.. atuk buat apa itu, atuk ngendap Aza yea". Atuk tak dapat nak menjawab. Aza mula menangis menahan perasaan malu dan takut.
Atuk bangun dari posisi merangkak dan bergerak ke arah Aza. Dia cuba memujuk cucunya. atuk berkata" atuk minta maaf, atuk tak tahan tengok Aza terkangkang tadi, dah lama atuk tak dapat pantat sejak nenek kau mati. Batang atuk nie pun dah lama tak di lancapkan. Biasanya nenek kau yang melancapkan atuk". Aza terkedut dengan jawapan atuk. Dalam hati Aza berfikir "dah buang tebiat ke orang tua nie"
Atuk memujuk lagi" cu boleh tak atuk minta tolong?". Aza menjawab " tolong apa tuk?". Atuk sambung lagi "boleh tak cu lancapkan atuk, atuk teringin nak di lancapkan oleh tangan halus macam cu nie". Aza berfikir nafsu gelora orang tua nie tengah memuncak, kalau dia tak puaskan segera besar kemungkinan atuk akan kerjakan pantat dara Aza. Aza takut pantat daranya di main oleh kepala butoh atuk kerana neneknya pernah bercerita batang atuknya besar dan keras macam besi.Cerita itu terbukti benar bila melihat batang atuk yang hitam legam tu sebesar lengannya dengan kepala butoh bulat kembang di depanya.
Aza berkata "atuk Aza tak pandai nak lancapkan atuk, Aza segan". Jawapan Aza rupanya memberangsangkan lagi nafsu seks atuk. Atuk dengan pantas bangkit dan menanggalkan seluarnya. Kepala butoh atuk menegang tercodak. Atuk baring di sisi Aza. Atuk pegang tangan Aza dan rapatkan ke kepala butoh atuk. Kemudian atuk gengamkan tangan Aza ke batang atuk.
Berdenyut-denyut batang atuk bila di gengam oleh tangan halus gebu milik cucunya. Atuk menyuroh Aza mengerakkan gengamannya ke atas dan kebawah. Aza melakukan dengan perlahan. Terangkat-angkat bontot atuk menahan kesedapan lancapan tangan halus Aza. Atuk mendesus desas bila lancapan Aza bertambah laju.
Tiba-tiba atuk menarik kaki Aza ke arah mukanya. Kaki yang putih bersih dan gebu itu melekat betul di hidung atuk. Atuk mengulum dan menjilat jari-jari kaki Aza. Aza mengeliat kegelian. "Atuk jangan Aza geli tuk". Atuk tak hiraukan kata-kata Aza. Dia sedang dilanda ombak ledakan air mani. Aza mempercepatkan goncanganya. Aza berharap atuk cepat sampai klimiks. Lebih cepat atuk klimiks lebih cepat ia terlepas dari keadaan yang memalukan ini. Kepala butoh atuk dalam gengaman tangan halus Aza bengkak mengembang.
Tiba-tiba atuk menjerit sekuat hati" Ehhhhhhhhhh" dan bersamaan jeritan itu terpancut ledakan air mani atuk...creeeert...creeet...creeet. Aza dalam posisi mengiring kerana kakinya masih dikulum oleh atuk tidak dapat mengelak pancutan air mani atuk. Air mani atuk tepat mengenai bibir dan muka Aza. Weeeek... Weeek... Weeek ..nak termuntah Aza bila terhidu bau hanyir air mani atuk. Badan atuk mengigil-gigil dek kesedapan dan akhirnya terperosok ke atas tilam. Batang hitam atuk masih memancutkan air mani. Kali ini tangan gebu Aza pula di saluti air mani atuk. Kotek atuk masih keras seperti besi lagi. Tegak mencodek sunggohpun telah memuntahkan segala isinya.
Akhirnya atuk terkulai keletihan. Aza perhatikan nafas atuk turun naik kelelahan. Mata atuk terpejam rapat persis orang sedang tidur lena. Aza gunakan peluang ini untuk lari ke bilik air untuk membersihkan tubohnya dari semburan air mani atuk. Dalam hati Aza berkata" pegi jahanam dengan orang tua gatal nie, dia ingat boleh dapat pantat dara aku, dia hanya dapat kulum jari kaki aku je". Aza bertekad untuk meningglkan rumah itu sebelum batang atuk tersumbat didalam lubang pantat daranya.
Petang itu juga Aza berkemas dan memberitahu atuk niatnya untuk kembali kerumah maknya. Atuk telan air liur terkilan tak dapat mengerjakan pantat dara Aza. Tetapi rezeki atuk memang murah. Petang itu hujan turun dengan lebatnya. curahan hujan tak henti hingga ke malam. Aza terpaksa membatalkan niatnya untuk pulang. Tetapi Aza tetap berhati-hati kali ini kerana tidak mahu kejadian petang tadi berulang semula. Pintu biliknya di kunci kemas menghalang atuk dari menceroboh ke biliknya. Akhirnya Aza tertidur lena di buai mimpi.
Aza terjaga bila tersedar macam ada satu benda berat menindih tubohnya. Bila Aza buka mata Aza terkejut sunggoh. Atuk telah pun berada atas tuboh Aza. Rupanya atuk berjaya memecahkan kunci bilik Aza Tangan atuk sedang cuba membuka T-shirt yang di pakai oleh Aza. Aza cuba melawan kehendak atuk. Meronta, menendang dan menarik. Tetapi sia-sia. Cengkaman atuk begitu kuat. Baju T Aza di koyakan oleh atuk. Kemudian kain batik yang di pakai oleh Aza mengelungsur ke bawah lututnya seterusnya di tarik ke hujong kaki. Kini tuboh gebunya terpapar di depan atuk.
Nafsu gila atuk semakin menjadi. Bra Aza di tarik oleh atuk. Dengan sekali rentapan bra hitam Aza tercampak ke bucu katil. Tetek kecil dengan puting merah Aza tersembul keluar. Atuk tak membuang masa. Puting tetek di kulum oleh atuk. Berdecit.. decit.. decit bunyinya. Aza mengelapar kegelian. Sebelum ini tak pernah puting teteknya di buat begitu. Aza cuba melawan lagi. Tapi atuk lebih bijak bertindak. Puting tetek kanan pula di kulum oleh atuk sementara tangan kiri atuk telah menyelinap kedalam seluar dalam Aza.
Jari atuk mula mencungkil biji kelentit Aza. Dara sunti yang tak pernah di sentuh kelintetnya membengkokkan badan persis udang di bakar. Semangatnya untuk melawan telah cair dek kepakaran atuknya menaikkan nafsunya. Badannya seperti terkena karan bila biji kelentitnya di gentel begitu. Atuk bertindak pantas. Seluar dalam Aza di sentap oleh atuk dan di buang di tepi katil. Atuk mengangkang peha Aza.
Dengan rakus, atuk menjilat pantat Aza bermula dari biji kelentit turun ke bibir pantat dan seterusnya ke lubang jubur Aza. Aza mengerang kesedapan. Isyarat ini memberi petanda baik untuk atuk. Atuk tahu musuhnya telah berjaya di jinakkan. Jilatan atuk semakin rancak. Biji kelintit Aza di jilat, dikulum dan di gigit manja oleh atuk berulang kali. Pantat Aza telah banjir dek air pelincin yang keluar bagi air terjun. Kedua-dua tangan atuk tak berhenti-henti meramas puting tetek Aza yang merah itu. Lidah atuk pula menyapu bersih rekahan pantat dan lubang jubur Aza. Mengigil-gigil badan Aza menahan kesedapan layanan atuk. Tuboh semanis 17 ini begitu berselera di nikmati oleh orang tua ganyut ini.
Tiba-tiba atuk bangun dan menghunuskan batang nya ke lubang pantat Aza. Aza panik buat seketika demi memikirkan selaput daranya akan di pechahkan oleh batang atuk yang besar itu. Atuk menekan batang hitam legam itu kearah pantat Aza. Aza menggepit batang atuk dengan peha halus gebunya. Atuk kesedapan di buat begitu. Tiba-tiba atuk menjerit " siallllllll aku dah nak keluar". Semburan air mani atuk memenuhi celah peha Aza. Atuk merangkul Aza sehingga tidak dapat bernafas. Pancutan air mani masih dapat dirasakan oleh Aza di celah pehanya. Panas dan hangat meleleh ke lubang pantat. Atuk akhirnya terkulai layu. Hajat atuk untuk memechahkan dara Aza belum kesampaian.


Bini dan
anak serta semua orang dalam rumah ni pergi kenduri kahwin di rumah saudara di
Sungai Petani. Aku tak ikut sebab aku ada kursus di KL Malam esok aku janji
sampai ke Sungai Petani , petang besok baru balik ke KL.
Sabtu, 2 November 98. Aku bangun awal pagi ni pasal pergi check-up kereta
sebelum jalan jauh. Lepas ambil Lunch aku tidur. Bangun je baru pukul 5.30 pm dah
tak boleh tidur. Tak tahu pulak apasal badan rasa stim semacam je. Nak memantat
bini tak de. Nak melancap …. tak mainlah mana ade standard, lu orang yang
bujang2 bolehlah. So pasal malas nak duduk rumah , akupun mandi dan touch up
sikit …. Aku fikir nak bawa kereta slow2 dalam perjalanan ke kampung nanti.
Masuk je Lebuhraya Utara-Selatan, kereta ke utara tak banyak, ni membuat aku
bertambah boring. Dalam 1 ½ jam memandu, aku berhenti kat kawasan rehat
Tapah. Masa tu ada tiga empat bas ekspres dan keretapun tak berapa banyak
berhenti kat situ. Sambil aku lepak dan menikmati kopi O dan menyedut rokok
Marlboro Light, aku terperasan ada satu awek dekat meja depan aku. Memang
manis, kulit putih, pakai T-shirt dan jeans Guess. Tinggi dalam 163cm. Bentuk
badan …fuhh tertelan air liur dibuatnya. Lama juga aku tengok dia, sampai awek tu
terperasan lalu senyum kat aku. Aku senyum balik dan terfikir nak approach awek tu
tapi takut juga…takut balak atau abang dia ade. Maklumlah awek lawa2 macam ni
mana boleh tak de couple.
Aku control hensem… nak kata aku ni hensem sangat tak delah… cuma dengan
rambut pendek macam Ronaldo, badan footballer…. SAH aku hensem. Aku biar
awek tu dalam 10 minit….. kalau tak de jantan lain datang, aku mesti ngorat punya.
Lepas 10 minit, dan tak de jantan lain… aku memberanikan diri, pergi tegur awek
tu. "Hai saya Joe, boleh saya duduk sini". Awek tu nampak terkejut, tapi cepat
control cun dia, sambil senyum "duduklah kalau tak malu." Aku duduk je..sebab aku
kalau pantat punya pasal memang tak malu. Aku jawab… "I memang tak malu…
apa nak malu kita niat baik." Awek tu senyum kat aku, "nasib baik pandai jawab…
nama I Aiza." Aku tanya Aiza, jarang aku jumpa awek sorang drive kat highway ni.
Dia cakap dia memang selalu ulang alik dari KL ke Ipoh… kononnya pasal
business. Aku tanya mana abang/ balak dia. Aiza cakap tak de masa sebab sibuk
dengan kerjaya. Bila Aiza tanya aku, nak ke mana, terus terang aku cakap dalam
perjalanan nak ambil bini dan anak aku kat kampung. Buat pengetahuan lu orang
umur Aiza di awal 30an, tapi kalau compare ngan bentuk badan dia…. Mesti lu
orang tak percaya macam baru masuk 20an.
Lama juga kita orang borak…. Cadang nak berhenti rehat dalam ½ jam dah jadi
sejam. Di pendekkan cerita Aiza cakap dia enjoy borak ngan aku…. Kita orang
bertukar business card sebelum menruskan perjalanan masing2. OK selesai bab tu.
Balik seminggu selepas balik ke KL, company aku hantar aku ke Ipoh buat
presentation kat client. Aku pergi ngan member aku, pakai kereta company. Kita
orang duduk kat Suen hotel. Malam sebelum balik ke KL, aku teringat kat Aiza.
Lepas makan dalam pukul 8.00 pm aku call dia. Aiza agak terkejut yang aku call
dia. Aku bagi tahu dia yang aku kat Suen Hotel, Ipoh Borak punya borak, aku ajak
Aiza jumpa … saja minum malam. Daripada aku perabis duit belasah pantat amoi
kat massage center, baik aku cuba ayat Aiza mana tahu ada rezeki. Dalam pukul
9.00, Aiza jemput aku kat hotel. Entah mane dia bawa aku…. Dia kata tempat ni
ramai orang lepak, aku rasa dekat taman permainan tengah bandar Ipoh.
Aiza bertanya pasal family life aku dan dia cakap "this is the 1st time" satu lelaki
ngorat dia dan ngaku dah ade anak bini. Dia respect kat aku. Aiza yang banyak
bercerita… rupa2nya Aiza ni juga bini orang, tapi nombor 4 punya. Suaminya
seorang Datuk kat Ipoh ni. Aiza tanya aku bila nak balik KL, aku cakap besok. Entah
apa mimpi Aiza, dia pelawa aku temankan dia sebab diapun nak ke KL besok. Tell
you the though, I don't aspect to much from Aiza. So, kita orang janji nak balik lepas
lunch 2.00 pm besok. Aku suruh member aku balik dulu. Aku cakap aku follow
"sedara" aku yg nak ke KL juga.
Besok pagi member aku blah dulu. Aku lepak sampai pukul 2.00 pm . Tapi tunggu
punya tunggu Aiza tak sampai . Aku naik boring dalam hati aku dah
menyumpah-nyumpah. Aku tunggu sampai tertidur-tidur, dalam pukul 7.00 pm aku
dengar loceng bilik berbunyi. Bila aku bukak pintu, Aiza tersengeh2 macam kerang
busuk sambil cakap "I'm so sorry, suami I tiba2 saja cari I ajak lunch. I got no choice.
Nak talipon you…I takut ." Aku tak tahu nak cakap apa2… "masuklah, tapi bagi I
mandi dulu sebab nak freshkan badan sebelum balik KL." Aiza tanya aku "you
marahke ?", aku jawab "taklah" (kalau orang lain dah tentu kena maki Jepun aku)
Masa mandi kepala aku dah terfikir macam2 …. Boleh ka tak boleh main pantat
Aiza ni ? Lama juga aku mandi saja nak bagi Aiza tunggu aku pula. Entah nak
dijadikan cerita, masa aku keluar dari bilik air aku tergelincir sikit.. ape lagi
terlondehlah kain tuala aku dan terpampanglah konek aku yg kekecutan macam
kepala kura-kura nak masuk. Aiza yg sedang duduk di tepi katil…. Ketawa tengok
aku, mungkin suka tengok aku jatuh atau suka dapat tengok konek org muda
(selalunya tengok konek laki dia yg dah 60 tahun). Aku bangun dulu, baru aku pakai
tuala aku semula. Sebelum aku pakai tuala balik, aku tanya dia dah puas tengok ke.
Aiza jawab "dah, gatallah you ni". Badan aku dah rasa lain… cepat je suhu badan
aku meningkat. Dalam hati … aku tak kira aku nak juga pantat Aiza sekarang.
Sambil aku melapkan badan, aku tanya Aiza… "you kena bagi I upah pasal tunggu
you lama." Aiza tanya aku, "you nak apa ?" Aku jawab apa2 saja asalkan
menyenangkan. Aiza jawab lagi, you fikir dulu lepas tu you cakap. Aku malas nak
fikir panjang, terus aku tolak Aiza ke tilam dan bagi satu ciuman ke dahinya sambil
bertanya yg ini boleh ka? Aiza tak menjawab, tapi terus menarik tengkok aku dan
melekapkan bibirnya ke bibir aku. (I guess, the answer is YES) Aku terus membalas
ciuman Aiza, makin lama makin ganas. Kulum-mengulum lidah, hisap-menghisap
bibir… aku dan Aiza lemas. Tangan aku dah mula meraba, dari tengkok turun ke
dada. Pelahan-lahan aku gosok perut Aiza, kemudian mula meramas-ramas tetek
Aiza. Memang sah, Aiza ni jarang di usik barangnya. Aku gentelkan pelahan-lahan
puting, dan kemudian menghisapnya. Mata Aiza tertutup rapat, hanya rengekkan
halus kedengaran. Tiba2 Aiza bangun dan menolak aku menyebabkan aku
terlentang. Aiza melondehkan apa yang ada di badannya. Maka terserlah dua
gunung yg jarang diusik tu. Bulu pantat Aiza ditrim rapi membuatkan aku makin tak
sabar untuk meneroka pantat tu. Aiza memanjatkan aku, kedudukan 69. Aiza
memberi satu senyuman sambil tangannya memegang konek aku. Mula atas dan
bawah Aiza sama saja. Dua-dua senyum kat aku. Aiza mula mengulum konek aku,
dan aku dah mula menjilat. Pantat Aiza wangi sikit, dan rasa air mazinya pun lazat.
Aiza dan aku makin rakus, makin cepat aku menjilat pantatnya, makin kuat
nyonyotan Aiza kat kepala konek aku. Habis kelentit, bibir, punggung Aiza aku gigit.
Dalam 10 minit upacara jilat dan mengulum, Aiza bangun dan mula menguda aku.
Aku membiarkan saja apa Aiza nak buat dengan aku. Aku rasa Aiza ni memang
selama ini tak pernah puas dengan suaminya. Aiza makin liar, aku suruh Aiza
memusing menghadap aku supaya dapat aku meramas dan menghisap tetek Aiza
sambil Aiza mengongkeknya. Pantat Aiza tak macam pantat bini orang yang lain.
Masih ketat (tapi taklah macam anak dara) dan melekit.
Upacara memantat hampir sampai kepenghujungnya. Aiza makin cepat dan
melentik-lentik gerakkan badannya. Kepala aku diuli-uli…. Ah ah ah ahhhhhhhhhhh
Aiza menjerit…..serentak dengan tu aku terasa kemutan makin kuat dan basah kat
lubang pantat Aiza. Bila Aiza dah macam tu, konek aku tak sempat nak buat2 apa,
melainkan memuntahkan air mani aku kat dalam pantat Aiza. Apa nak jadi jadilah….
Janji aku kena pancut juga. Aiza terlentok kat aku, dah macam budak kecil tidur atas
bapanya. Aku membelai-belai rambut Aiza sambil membaringkannya.
Kita orang tertidur hampir 2 jam. Aku bangun dulu, selesai mandi sedang aku
melapkan badan aku, Aiza datang dari belakang dan memeluk aku sambil
meramas-ramas konek aku. Aiza cakap ….. " sayang, kita balik esok sajalah…"
Engkau orang boleh agak apa jadi dengan aku dan Aiza malam tu. Yang aku tahu
besok tu aku ambil cuti tergempar. Lusa baru balik rumah.


Aku kini bertugas sebagai ketua (Pengurus) di sebuah perusahaan Swasta (Hotel). Selepas bertunang dengan isteriku disuatu majlis keluarga (pihak isteri) aku terlihat sepupu isteriku bersama tunangannya. Pada pandangan pertama itu aku terus tertarik kepadanya. Usianya ketika itu sekitar 23 tahun masih lagi kuliah. Namun ku pendamkan saja hasratku kerana aku juga cinta pada isteriku. Setelahku bernikah sepupu isteriku juga bernikah tidak lama kemudian. Aku sering membayangkan melakukan hubungan seks dengan sepupu isteri (namanya Linda). Ketikaku bersenggama dengan isteriku aku membayangkan aku bersama Linda. Susuk tubuhnya indah, kulitnya putih mulus, payu daranya besar tapi aku tidak berpeluang memilikinya. Aku hanya bisa mengangan-angankan saja. Aku terus berangan-angan selama dua tahun.

Pada suatu ketika, sekritariku mohon berhenti dan jawatan itu kekosongan. Kebetulan pula Linda butuh pekerjaan dan aku terus menawarkan jawatan itu kepadanya. Tanpa banyak bicara dia menerima jawatan itu dan kini dia bekerja dibawah tanganku. Impian ku untuk memiliki tubuhnya kian mekar kerana setiap hari aku pasti melihatnya namun aku masih lagi mencari peluang bagai mana bisa aku menidurinya.

Pada suatu hari aku mendapat arahan untuk keluar kota kerena ada mesyuarat dengan pelanggan. Aku lantas mengarahkan Linda untuk ikut bersamaku. Isteri tidak merasa apa-apa kerana Linda adalah sepupunya dan telah berkahwin. Aku menjalankan rancanganku. Aku menempah hanya satu kamar hotel dan memberi alasan bahwa hotel itu telah penuh. Pada mulanya Linda agak keberatan namun aku memujuknya dan mengatakan yang dia bisa tidur di atas katil dan aku pula bisa tidur di sofa.

Setelah mendaftar masuk ke hotel itu, aku terus kekamar mandi sementara Linda mengeluarkan pakaiannya untuk disimpan dalam almari. Setelah mandi aku keluar dari kamar mandi dengan hanya memakai towel. Aku sengaja mahu menunjukkan susuk tubuh ku kepadanya. Linda melihatku kaget lantas dia memalingkan mukanya dari ku kerana malu. Aku terus berpakaian dan mengatakan aku ingin keluar sebentar dan menyuruhnya mandi. Lantas aku pun keluar. Lebih kurang lima belas menit aku kembali ke kamar. Apabila aku membuka pintu kamar kelihatan Linda baru keluar dari kamar mandi dan hanya memakai towel dari paras dada hingga keparas pantatnya. Aku jadi tertegun melihat keindahan tubuhnya dengan payu daranya membengkak besar dan lurah diantaranya begitu indah sekali. Kemudian ku lihat pantatnya yang bulat indah dan kelihatan viginanya yang montok ketika dia membongkok membelakangi ku.

Linda kaget dengan kehadiharanku tiba-tiba itu. Dia cuba lari kembali ke kamar mandi. Kebetulan aku berada di pintu kamar mandi dan dia terus ke dakapanku. Linda jadi kaku dalam dakapan ku. Aku dapat merasakan kelembutan payudaranya menyentuh dadaku dan terus seperti aliran listrik menjalar ketubuh ku. Nafasku terus tersekat-sekat ku lihat Linda memandang muka ku seperti minta di lepaskan. Aku terus mengucupi bibirnya yang munggil lalu menghisap-hisap lidah. Linda cuba menolak tubuhku tapi ku eratkan dakapanku. Selesai saja bibirnya ku gomoli aku menghisap cuping telinganya. Linda terus layu dan menjadi pasrah. Aku membisikkan ketelinganya "Linda aku sememangnya jatuh cinta padamu pada pertemuan pertama dulu." "Adakah kau pun cinta pada ku." Dia diam dan sedikit mengangguk. Aku membaringkan Linda di atas katil lalu aku menyelakkan towel di tubuhnya. Linda cuba menahan perlakuanku namun aku terus saja mencumbui telinganya dan dia terus pasrah. Kini Linda bogel tanpa seurat benang di hadapan ku. Impianku selama dua tahun kini hampir tercapai. Aku mengucupi bibirnya sambil menghisap-hisap lidahnya. Linda hanya mengelus-ngelus keenakan.

"Roy...aku juga cinta padamu dari mulanya. Aku juga kepingin ingin bersamamu."

Aku terus mengucupi lehernya yang putih dan terus meramas-ramas payu daranya yang besar itu. Aku mengihisap-hisap puting sambil menarik nariknya dengan gigiku. Linda mengeliat keenakan.

Aku menjilat seluruh tubuhnya sambil menggigit kecil. Linda terus mengelus keenakan dan tubuhnya menggeliat-geliat kesedapan. Linda membuka kangkangannya dan kelihatan vaginanya yang gebu sedikit ternganga. Ada cairan putih pada lubang vaginanya dan klitorisnya ku jilat.

"Ohhhhhhhhh...enaknya sayang ku." Linda merengek sambil memijat-mijat kepala ku.

"Teruskan sayang...teruskan aku tidak pernah rasakan ini dengan suami ku." Rupanya suami Linda tidak pernah menjilat klitorisnya. Aku terus menjilatnya hingga Linda mencapai klimaxnya.

Setelah itu aku menanggalkan pakaianku dan akhir sekali CD ku maka terkeluarlah roketku yang sedang keras umpama besi. Linda terus meremas-remas roketku dan aku menyodorkan ke mulutnya. Linda cuba mengelak dari menghisap penisku.

"Aku ngak biasa. Suamiku ngak pernah begini."

Aku paksakan Linda untuk hisap penisku. Aku sodorkan penisku masuk penuh kemulutnya dan Linda seolah-olah mahu muntah. Namun dia teruskan menghisap penisku. Aku terasa begitu enak sekali dan Linda mengocok-ngocok penisku dengan mulutnya. Setelah hampir lima menit aku membuka kangkangannya lalu menyodorkan penisku ke lubang vaginanya. Agak sempit juga lubangnya walaupun telah berkahwin. Linda mengeluh keras. Sakit barangkali.

"Sayang...punyamu besar kali." Keluhnya.

Aku terus sorong tarik lubang nya makin basah...kecuk-kecak-kecuk-kecak irama sorong tarik jelas sekali. Linda terus mengeluh keras keenakan. Tubuh Linda beberapa kali kejang kerana beberapa kali sampai klimaxnya, aku masih terus menyorong tarik cuma semakin meningkatkan kelujuannya. Sudah hampir setengah jam aku menyorong tarik penisku. Ku lihat Linda sudah kelelahan. Kepala penisnya terasa nyut-nyut dan aku hampir ke klimax. Aku melajukan sorongan dan Linda mendengus keras. Sprotttt...sprottt... sprottttt aku memancutkan spermaku kedalam rahim Linda dan Linda tergeletak kelelahan. Peluh membasahi tubuh kami dan Linda seolah-olah tidak mampu membuka matanya. Aku lantas mengucup dahinya.

Setelah menyemprot sperma kali pertama penisku masih terus menegang. Aku merasakan aku masih mampu untuk kali kedua. Linda telah begitu Lelah sekali. Kubisikkan ketelinga Linda yang aku ingin menyetubuhinya melalui lubang anusnya. Linda agak keberatan namun dia terlalu letih untuk menolakkku. Lantas ku terbalikkannya dan menolak pantatnya supaya tinggi dan kelihatan lubang anusnya yang ketat dan basah kerana cairan vaginnya. Aku terus menyorongkan penisku menusuk lubang anusnya. Dia menjerit kesakitan namun tidak berdaya. Aku merasakan suatu keenakan yang amat sangat kerana lubang anus itu sempit dan tidak pernah dimasuki penis. Setelah beberapa kali menyorong tarik penis ku Linda mula menikmati keenakkannya dan memintaku meneruskan perlakuanku.

Aku terus menyorong tarik selama sepuluh menit dan aroma lubang anus mula menusuk hidung ku...Ahhhh nikmatnya...Linda terus menikmati penisku yang keluar dan masuk lubang anusnya. Kini setelah hampir dua puluh menit aku tiba ke klimax kali kedua ku... tubuh ku kekejangan dan aku menyemprot sisa sperma ku kedalam lubang anusnya. Setelah selesai Linda begitu kelelahan sehingga tidak bisa bangun. Dia bisikkan ke telingaku bahwa dia tidak pernah merasakan kenikmatan bermain sex bersama suaminya dan tambahan pula suaminya mandul.

Setelah kejadian itu kami terus melakukan hubungan sex sehingga sekarang dan Linda kini hamil enam bulan atas perlakuan kami tanpa pengetahuan suaminya dan isteriku. Suaminya fikir anak itu anaknya... biarkan saja. Walaupun Linda hamil aku tetap main dengannya samada melalui lubang vagina atau lubang anusnya yang semakin longgar.



Aku ni seorang pemalu. So tak de lah teman-teman perempuan ni, walaupun ketika di ipt dulu.So apa yang nak aku ceritakan ni adalah kisah aku naik bas mini.Mula kerja lepas graduate, tahulah mana ada duitkan untuk beli kenderaan sendiri. So bas minilah jawapannya. Pendekkan cerita ya, mungkin ramai yang tahu macamana hal bas mini kat kl yang sesak ni. Aku ni pemalu, so ada gak tengok orang buatkan, tapi aku takut nak buat walaupun keinginan tu kuat. Kekadang tengok kesihan kan. Di takdirkan pada satu hari selepas kerja, hujan lebat. Lepas hujan orqng kl mulakeluar pejabat, tentu penuhlah stesen tunggu bas tu.So antaranya akulah.

Tak lama lepas tu bas no. XX pun sampai. Aku naiklah walaupun sesak. Tak de pilihan. Dalam berpusu-pusu nak naik tu, betul-betul depan aku seorang awek lah(selau bertembung tapi tak pernah tegur) pakai kebaya lak tu (pakaian kegenmaran aku tu. Dah tolak-menolak..tersondollah awek tu, adik ake kena kat punggung dia, mak uuii.. lembutnya.. tetiba je adik aku keras.. nafsu ghairah mulalah tu...so aku naiklah .. dalam bas yang sesak tu.. aku yang dah stim ni... tengok-tengok gak reaksi awek tu...muka dia selamba je.. aku betul-betul berdiri sebelah dia, so, driver bas mini ni kau orang tahula.. selagi boleh muat, semua orang diangkutnya.... last sekali... position aku... memang betul belakang awek tu.... tapi time tu walaupun adik aku dah keras tapi aku control lagi position aku... santara kena tak kena lah... adik aku tu ngan punggung dia..aku tengok lagi reaksi dia takut dia marah kan.. tapi selamba je...

Akhirnya goyangan bas tu mengakibatkan adik aku ni beberapa kali melekap kat punggungnya. Aku dah betul -betul stim. Sesekali tu, punggung dia lak yang langgar adik aku, aku rasa melawan ni, so aku pun yang dah sedikit berani tu, tak fikir panjanag, terus je position betul-betul adik aku tu kat alur punggung dia, (kau orang faham kan) ....aku lekapkan terus kat punggung dia... uuui best nya... (first time lah katakan)''ahhhhhhhh(tapi dallam hati lah..... dalam hati aku... sorrilah kat awek tuu.......aku terus lekapkan adik aku tu kat alur dia... awek tadi aku tengok mula nafas.. lain macam.. macam mengetap gigi tapi tak ketaralah...kekadang lagi dia tonggeng.. aku yakin mesti dia rasa adik aku yang besar tu.......

Bukan nak cakap besar tapi 'adik' aku ni ukur lilit besar... panjang standard ... (tu yang aku compare dari apa yang aku baca dalam buku).. Nasib baik position 'adik' aku ni betul. kalau tak senak....

Berbalik kat awek tu tadi.. muka dia selamba je. 'Adik' aku ada lagi kat lurah dia tu. akhirnya sebab ada yang dah turun bas.. so bas tu dah kurang orang lah.. so aku... pun tak boleh lah lagi kat belakang awek tu.. nanti orang lain apa lak kata kan..

so aku berdiri betul-betul kat sebelah dia.... Sesekaali tu dia jeling kat aku... tapi aku rasa tak ada kemarahan dalam jelingan tu.. macam ok je...

Aku rasa response baik ni.

So, sampai di destinasi, awek ni turun dulu, aku pun ikut turun walaupun tempat berhenti aku adalah 5 km lagi.Masa aku turun tu tangan dia terhayun kat aku, tak tahu sengaja ke tak . tetiba je aku mendapat semangat terus aku turun sama dengan dia. Stim dan ghairah punya pasal. Lupa malu aku, terus aku tegur dia, Mula tak confidence gak, tapi aku tegur terus je jawab kira ok ni...

katanya nama dia marliana (nama betul, lagipun bukannya kau orang tahu siapa dia kan). Dia tinggal rumah bujang. By the way, kawasan perumahan kan, adalah gerai makan tepi jalan tu, terus aku ajak dia makan. Dia setuju. Dalam makan tulah, aku berbual-bual dengan dia. Mula-mula aku tak cerita pasal dalam bas tadi,takut tak sama pemikiran kan. Tak confirm lagi. So, kau orang tahu, aku try test;lah dia ni. Aku positon kan diri aku supaya lutut aku kena kat lutut peha dia...(meja gerai kan kecik kan) so aku pun pelan-pelan gesel lah ..., tiba-tiba

dia tarik kaki dia, berdegup jantung aku. Aku ingat dia marah, ali-alih dia senyum cerita lain... yakinlah aku malu-malu kucing ni...

So, agak-agak setengah jam berbual tu, entah macamana... ghairah agaknya.. terpacullah soalan.. yang aku tak terfikir nak tanya (segan...)

"Biasa ke naik bas sendat-sendat ni: soal aku.... "apa nak buat ... terpaksa... " dia tersenyum semacam je tak pandang aku.... senyum ada makna ni.... positif...

"kenapa senyum ?soal aku lagi... " I rasa tadi.. " jawabnya..... " rasa apa? tanya aku .. saja...

antara dengar tak dengar je jawab dia.... dia senyum.... takpelah.... forget it" katanya.. aku tersenyum... So tiba masa dia pun nak balik..

Aku offer lah dia .. hantarkan dia balik.. malamlah katakan.. kot ada anjing ke .. apa ke..... So dia setuju.. Sambil tu kita orang boraklah lagi... aku buat jenakalah kan... (biasalah yang ada double meaning tu).... dia ni sporting layan je... gurauan aku tu.... aku rasa nak peluk dia je masa tu gak... tap aku sabar... sebab yelah kalau dia tak nak,.. tak suka, aku takut gak.. tapi aku tak kesah.. gentlemen kan...

masa tu nak pukul 8.00 malam dah.... Katanya kawan dia tak balik lagi.. dia orang rajin OT,pukul9.00 baru keluar. Entah macamana, mungkin dah rezeki aku hari tu.... dia tertinggal kunci pintu depan, ada kunci pintu belakang je.... So sekali lagi aku offer hantar dia ke belakang rumah... umah teres kan... jauh nak pusing tu... lagipun jalan belakang gelap...

Samapai je kat pintu belakang. Dia pun carilah kunci dalam beg dia. GElapkan.. so aku offerlah lighter aku jadi lampu suluh... so aku dengan dia rapatlah.. kunci tu dpat.. so dia nak bukak la mangga tu.. entah macamana kunci tu jatuh.. terus dia tunduk nak ambik.. apa lagi.. punggung dia yang pejal dan lembut tu kenalah kat 'adik' aku.... aku lak anatara sengaja dengan taklah... ahhhhhh.... sedap tullll.... "oppppsss sorri.. katanya.. aku kata " tak pe" dalam hati aku.. kau orang tahulah..

Bukak je pintu grill tu... dia ajak akau masuk.. Aku serba salah... tak pernah aku berdua-dua ni.... tapi dlam keadaan ghairah dan dah stim tu... aku masuk gak... dia suruh aku duk kat kerusi kat ruang tamu.. dia kata dia nak buat air.. (biasalah kan orang melayu.. tamu datang air mesti disediakan...)aku lak tak boleh boleh duk diam..... tak lama lepas dia masuk ke dapur aku pun pergilah ikut ke dapur..... sebab ingat nak berbuallah sambil buat air tu dengan dia... sampai je..... aku tengok dia dari belakang.. (pakaian keje aj tukar lagi).. aku terus ke belakang dia .... rancangan aku nak berbual... tu mati begitu sahaj... "inaaa...''' kata ku dengan lembut..(macam dah berkasih bertahun-tahun lamanya)adik au sengaja aku.. kenakan kat punggung dia.... dia mula cuba mengelak.. tapi aku ... kejapkan... pelukan ku dengan lembut...lagi.. "inaaa.. sayng...'' kata ku
lagi.... dia tak cuba mengelak lagi.. dia dia mula mengetap bibir dia.... tiba-tiba dia terus pusing dan memeluk kau.. pelukan nya bertambah erat.... aku balas pelukannya dengan lembut sekali.....aku ciumbbibirnya.. (french kisss).. ahh... ahhhhhh.. suaranya bila aku isap leher dan telinganya.. dia
bertambah stim....

"I dah lama stim kat u sejak dalam bas tadi... bisik ku" "I pun.... " rengeknya..... bertambah stim dan semangat aku.......terus aku pandang dia dengan sayang....''' kita masuk bilik .. ina..'' dia angguk.... matanya separuh terlelap.. kuyu lah katakan.. masuk je.. dia terus gomol aku.... aku pun dakap dia.... isap lehernya.. telinganya.. tangan dia dah pegang adik aku.. terasa usapan nya... slowly aku lepaskan dakapan ku....

" abang bukak pakaian u ya....? pinta ku... dia menggangguk.. matnya kuyu.. aku pun slowly bukakan naju dia... bra dan seluar dalamnya.... lepas tu pakaian aku lak... dia hanya melihat aku perlahan-lahan membuka pakaian ku.. tapi aku buka seluar ku dulu.. kemudian baru baju ku... dia hanya melihat.... 'adik' ku yang tegang... terus mengapai dan mengusapnya.... aku terus digomol dan menggomol.. teteknya... sederhana besar tapi putih.... aku isap dan nyonyot putingnya.. aku gentel.. puting yang sebelah lagi.... tiba-tiba.. dia kata dalama keadaan kuyu... bang... jangan masuk yaaaa.."

"Abang ta kan masuk " sebab aku memang tak nak hilang teruna ku dan aku taksanggup mengambil perwan wanita.. (ini prinsip aku)..bertuah aku... dapat dia ni... sebab sama fikiran dan kehendak.... mula risau gak.... takut dia jenis heavy kan.... sebab aku ni suka buat orang puas....., sambung cerita .. kita orang buat.. macam-macam stail.. terutama gaya 69.. kegemaran aku tu.. aku main ngan lidah.. kenetit dia tu.. mendesah bunyi dia.. lagilah semangat aku menjilat kelentitnya..aaaaahhhhh

sambil tu dia kulom.. 'adik ' ku... rasa naak tercabut.. lagi dia kulom dengan ghairah lagi aku jilat..... dan main kelentit dia dengan ghairah.... last sekali kami berdua puas.... memang puas.... first time katakan.. balun abis leee...

" terima kasih bang...... " katanya....." sebab tak masuk ..." katanya.. " abang pun tak nak masuk.. kata ku lembut...

So nak jadikan cerita sejak tu aku pakat dengan dia, kita kawan dan apa yang kita buat hanya simpan kat diri- masing-masing je.. maknanya.. walaupun bertembung balik keje.. kita buat tak kenallah.. tapi pahamlah masing-masing kan... kalau kami berjalan kami akan berjalan kat area yang orang tak kenal ... macam tulah.. strategi kita orang..

So naK dijadikan cerita kita orang buatlah beberapa aktiviti "fun sex" yang menarik dan mendebarkan....Contohnya masa aku bawa dia ke CAmweron . Aku berhenti kejap lah nak ke tandas awam tepi highway tu. Aku kata kau nak ke tandas kejap. Tapi sebenarnya aku ada plan sendiri. Aku pergi tandas lepas tu aku buka seluar dalam aku dan paaki balik seluar (seluar officelah kan). Just imaginelah pakai seluar tak pakai seluar dalakm... kakalu tak tegang 'adik' aku tu tak pelah tapi kalau tegagang macamana.... So aku terus je ke keereta.. buat tak tahu je.... Aku pun berbual-bual dengan dia.... "adik' aku ni.. pun tegang... (tak tahulah kau orang ...... tapi 'adik' aku ni mudah sangat menegang.... So aku buat tak taghu je.... tapi jelaslah kelihatan bonjolan tu.... Dia sesekali menjeling ka situ.. aku perasan tapi buat tak taghu je...." ehh.. you tak pakai seluar dalam ke" titiba dia cakaop....."kenapa... " tanya ke... "tu..." mulutnya menunjukkan tempat bonjolan tu...kalau nak tahu checklah.. kata ku.. " camana na check katanya... " bukaklah... "" So slowly dia bukak..zip seluar aku... takut gak aku kang tersepit kang kat zip tu.. kes naya je.... Tetiba toing.. terbonjol... "wowwww... "dia separuh menjerit/... " satu permandangan menarik" pujinnya....dia kata terus usap.. 'adik' aku dengan penuh kasih sayang... pehh.. best nya.. aku bawa slowlah kereta tu.. nanti nahas naya je...kan


Ketika itu aku sedang mengelamun di perhentian Pudu Raya menantikan bas yang tak
kunjung tiba.Jadualnya telah terlewat namun aku terus terpaksa menunggu kerana
ingin menghabiskan cuti semester bersama keluarga.Tiba-tiba aku tersentak oleh
suara anak kecil yang merengek pada ibunya ditempat duduk
dihadapanku.Mula-mulanya aku buat tak kisah,tapi bila si ibu merenung dan
tersenyum padaku baru aku perasaan .....La...Cikgu Faridah rupanya...!.Aku
lantas
bangun menghampirinya dan saling bertanyakan khabar.
" Cik gu rupanya ...nak balik kampung ke ? " sapaku.
" Tak ... ni ha budak ni dah rindukan ayahnya..." balasnya.
Rupa-rupanya Cikgu Faridah masih tinggal berjauhan dengan suaminya.Setelah puas
bertanya khabar ,tiba-tiba Cikgu Faridah memotong tajuk perbualan kami..
" Lan........ masih ingat dulu ....? " tanyanya.
" Cuba perhatikan Ira ni .....Ira ! Salam tangan abah ! " . Pintanya pada anak
kecil itu yang berumur lebih kurang enam tahun.
Aku terkejut.Ira saling tak tumpah iras wajahku.
" Inilah anak kita...... " akhirnya dia berbisik pada ku.
Aku tergamam ......
Setelah bertukar alamat dan nombor talipon kami membawa haluan
masing-masing.Dalam perjalanan aku terkenang peristiwa dahulu semasa aku si
tingkatan tiga.
Hari itu hari Sabtu.Ada kelas tambahan.Aku datang terlalu awal.Kelas mula pukul
10 pagi tapi aku ada rancangan awal.Aku ingin menikmati bahan bacaan dan
gambar-gambar lucah yang aku pinjam dari kawanku semalam.
Sedang aku khusyuk membelek majalah tersebut, tiba -tiba terasa bahu ku di
sentuh ....
" Baca apa ni Lan ..... ? " .
Cikgu Faridah rupanya.Baru 3 bulan berkahwin setelah tamat maktab dan mengajar
di sekolahku.Suaminya mengajar di Negeri lain.Aku serba salah . Bau perfume
Cikgu Faridah menusuk hidungku.
" Boleh saya tumpang tengok ...... ? " pinta nya.
Cikgu Faridah duduk disebelah ku.Aku serba tak kena.Kalau tadi konek ku memang
sudah tegang kini di tambah pula perasaan berdebar-debar dan timbul keinginanku
untuk menyetubuhi Cikgu Faridah.Ku lihat Cikgu Faridah duduk serba tak
kena.Pehanya ku lihat bergesel-gesel antara satu sama lain.Punggungnya dah tak
senang duduk.Bila ku beranikan tanganku meletakan pada pehanya ,dia lantas
memelukku, pipiku di cium-cium dan akhirnya kami berkucup lidah dengan mesra
sekali.Aku tak pernah berkucup bibir selama ini dan peluang ini tak akan ku
biarkan begitu saja.
Aku tak sedar bila seluarku ku tanggalkan dan entah bila masa aku sudah
menindihnya diatas meja.Sambil berkucup tanpa henti ,tanganku tak henti-henti
meraba-raba teteknya yang masih berkebaya lagi.Kemudian aku perasan tangannya
menyingkap sendiri kainnya keatas dan seluar dalamnya telah berada ditangan
kirinya.
Aku melepaskan pelukannya.Aku mengangkat kedua-dua betisnya keatas dan
mengangkangkan nya.Terserlah kemaluannya yang berbulu halus dan kelengkang yang
putih melepak.Kelihatan bibirnya kemaluannya basah sekail.Inilah kali pertama
dalam hidupku melihat kemaluan searang wanita dan berpeluang untuk
melakukannya..... .Konek ku menjadi terlalu tegang dan terasa seperti ada
kemanisan yang akan mengalir.. .Lantas aku menindih semula Cigu Faridah dan kami
berpelukan semula.Konek ku geselkan di sekitar kemaluannya dan pehanya memaut
pinggangku dengan erat...
Terdengar rintihan kecil di telingaku .Konek ku masih tercari-cari pintu masuk
kemaluannya dan bila terasa seperti akan termasuk ,tiba-tiba Ciku Faridah
tersentak dan
dan merayu-rayu pada ku..
" Lan .......... Sudahlah .... jangan masukan ....
..... jannnnnnggaaaaaaann ....! " rintih nya.
Aku yang sedang dalam kesedapan tak memperdulikan rintihannya.Perlahan-lahan ku
masukan sedikit demi sedikit konek ku.
" Lan ..... tolonglah ...jangannnnn masukannnnnn...! " rintihnya berterusan.
Ketika itu konek ku telah terbenam sepenuhnya..dan aku mula menghayunkan
punggung....Hayun dan terus hayun...
" Lan .... tolonglah....jangan pancuttt kat dalammmmm .............. " rintihnya
berterusan disertai keluhan-keluhan yang menyesakkan.
Aku terus mendayung.... Kesedapan menjadi bertambah tambah nikmat.
" Sudah lah Lan ......dah lah..... tarikkk keluaaaaaar ....!
Ketika itu aku sudah seperti tak sedarkan diri.Terasa sesuatu yang amat manis di
konekku.Aku membenamkan sedalam-dalamnya...
" Lan ..... jangan pancuttttt........!!!!! "
Air mani ku mengalir deras kedalam tubuhnya.Kami kaku seketika.Cikgu Faridah
Mengeluh dengan kuat sekali dan terasa tubuh badannya kejang seketika....
POOOOOOOOOOOOOOOOOONNNNNNN...!!!!! .Aku tersentak dari lamunan.Hon bas yang
begitu kuat menghilangkan kenanganku bersamanya.


Aku dan Azyati baru kenal 2 bulan. Satu malam tu aku ajak dia makan dan tengok
wayang. Lepas tengok wayang, kami stop kat dekat pantai sambil borak2 dalam
kereta.
Syok borak2 tu, tak semena2 perbualan kami melarat tentang sex. Dia tanya aku
masih 'teruna' ke tidah. Aku jawab,
"Ya masih teruna, tapi main sendiri tu ada jugak lah." Dia cakap dia pun begitu.
Aku nampak nafasnya mula turun dan naik, seolah2 debar jantungnya semakin kuat.
Aku pulak, merasa agak stim sikit bila berbual dengan nya tentang sex.
Tak lama lepas tu, dia cakap dia kepanasan, memang aku dah matikan enjin dan
aircon kereta aku, jendela pulak tak dibuka.
"boleh tak yati buka blouse ni? panas la" dia cakap.
Aku jawab boleh. Lalu Azyati pun membuka blouse putih nya itu, yang tinggal cuma
bra satin putih nya. Aku boleh nampak bentuk teteknya yang sungguh menggiurkan.
Batang ku mula mengeras, aku dah tak tahan lagi rasanya. Aku melihat keluar
kereta cuba menyelidik kawasan sekeliling, ada orang ke tidak.
"Azyati, u nak tengok I melancap tak?" aku tanya dia.
Dia tak jawab apa2 malah dia membuka zip seluar jeans ku dan mendapatkan batang
ku.
"Ahh" aku mengerang bila batangku berada didalam genggaman nya yg halus itu,
semakin keras rasanya batang ku dan makin meleleh pula air mazi ku keluar
membasahi tangan Azyati.
Perlahan2 Azyati mula menggosok batang pelirku dari bawah ke atas. Aku mengerang
keasyikan, mataku kupejamkan, betapa nikmatnya bila dilancapkan oleh gadis
se-ayu Azyati.
Aku mengundurkan driver seat tempatku, supaya kakiku dapat kuluruskan. Tanpa
disuruh Azyati mula tunduk mengadap batang ku lalu menggilat kepala pelirku.
Ohhhh! Aku mengerang lagi apabila merasa lidah dan nafas panas Azyati di
batangku.
Perlahan2 dia memasukkan batang pelir ku kedalam mulutnya lalu mengulum sambil
lidahnya liar menjilat2 kepala pelir ku. Sungguh nikmat rasanya, sambil tanganku
menanggalkan bra Azyati dan menggenggam teteknya.
Azyati makin cepat mengulum batangku, kepalanya terangguk2 semakin deras, aku
dah tak tahan lagi, lalu aku berteriak, ooohhhhhh!
Masanya dah tiba, Azyati masih lagi mengulum pelirku dengan speed yg semakin
laju dengan lidahnya yg liar menjilat. Lalu aku pancutkan segala nya kedalam
mulut Azyati dan mukanya. Kedengaran Azyati juga mengerang lembut.
Aku sungguh lelah, wajah Azyati yang manis itu berlumuran air mani ku. Dia
bangun semula lalu senyum, jarinya digosokkan ke bahagian mukanya yg berlumuran
air mani lalu menghisapnya. "Sedap." dia cakap.
Aku meminta untuk berehat sebentar, batang ku yg sudah lembik itu masih
berlumuran air mani dan air liur Azyati. Aku lalu mencium bibirnya, lidah kami
bertaut, terasa juga kesan2 air mani ku sendiri di mulutnya, agak masin.